Upaya Pencegahan dan Berbagai Obat Asam Lambung

By

Upaya pencegahan dan berbagai obat asam lambung. Permasalahan kesehatan yang diakibatkan karena tubuh memproduksi terlalu banyak asam lambung ini adalah keluhan yang sudah umum didengar. Hal ini karena gejala-gejala penyakit ini banyak muncul dari banyak orang di berbagai jenjang usia, tidak hanya orang dewasa saja, namun juga mungkin dialami oleh anak-anak juga.

Penyakit asam lambung atau yang juga dikenal sebagai Gastroesophagel Reflux Disease (GERD) ini adalah penyakit yang dapat ditandai dengan munculnya rasa terbakar di bagian dada karena asam lambung yang naik hingga kerongkongan. Hal ini biasanya menyebabkan munculnya berbagai gejala yang dapat kita kenali, seperti perasaan mual, bau mulut, sering sendawa, hingga di kasus yang cukup serius akan membuat kita merasakan sesak napas.

Upaya Mencegah Penyakit Asam Lambung

Mengonsumsi obat asam lambung adalah cara terakhir jika memang tidak dapat dilakukan pencegahan. Hal ini karena untuk menghindarkan tubuh dari kemungkinan mengidap penyakit asam lambung atau yang juga dikenal sebagai Gastroesophagel Reflux Disease (GERD) ini dapat dilakukan dengan beberapa upaya berikut.

Makan dengan porsi tapi dilakukan berkali-kali

Upaya mencegah penyakit asam lambung yang pertama adalah mengatur pola makan. Dalam hal ini, kita sangat dianjurkan untuk tidak makan secara berlebihan, selain karena akan memberatkan kerja lambung dalam proses metabolisme, rupanya cara makan yang demikian adalah cara makan yang tidak sehat. maka dari itu, untuk mencegah penyakit ini dapat dilakukan dengan cara makan menggunakan porsi yang kecil namun dilakukan dengan sering.

obat asam lambung
obat asam lambung

Menghentikan kebiasaan merokok

Salah satu orang yang berisiko tinggi mengidap penyakit asam lambung adalah perokok berat. Maka dari itu, sebagai upaya untuk mencegah penyakit asam lambung sehingga harus mengonsumsi berbagai obat asam lambung adalah sangat disarankan untuk menghentikan kebiasaan merokok.

Menghentikan kebiasaan minum minum-minuman beralkohol

Selain merokok, salah satu orang dengan risiko tinggi mengidap penyakit asam lambung ini adalah orang yang memiliki kebiasaan minum minum-minuman beralkohol. Oleh karena itu, sebagai upaya pencegahan, sangat disarankan untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut.

Menghindari makanan pedas

Selain merokok dan minum-minuman beralkohol, yang perlu dihindari  berikutnya supaya tidak sampai harus mengonsumsi obat asam lambung adalah mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan. Hal ini karena makanan pedas memiliki kandungan zat yang dapat meningkatkan produksi asam lambung. Oleh karena itu, sebuah keharusan untuk menghindari makan-makanan pedas ini guna menghindari penyakit asam lambung.

Melakukan diet jika berat badan berlebih

Faktor yang dapat menyebabkan munculnya penyakit asam lambung adalah kelebihan berat bada (obesitas). Oleh karena itu, orang yang memiliki berat bada berlebih berisiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit asam lambung ini. Sehingga, sebagai upaya pencegahan, sangat disarankan untuk melakukan diet yang sehat. Diet ini dimaksudkan untuk menjaga pola makan yang baik, bukan berarti untuk tidak makan sama sekali.

Banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan

Selain melakukan diet yang sehat, upaya mencegah penyakit asam lambung adalah dengan banyak mengonsumsi sayur serta buah-buahan. Hal ini karena sayur maupun buah yang mengandung antioksidan polifenol tinggi dapat melindungi kita dari munculnya gejala penyakit asam lambung dan juga dapat menyembuhkannya. Karena itu, perbanyaklah mengonsumsi buah-buahan seperti murbey, strawberry, blackberry, dan lain sebagainya supaya terhindar dari keharusan meminum obat asam lambung.

Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi

Sudah sering dikatakan jika tidur yang cukup adalah salah satu kebutuhan tubuh, hal ini karena tubuh memang memerlukan waktu untuk beristirahat. Selain itu, untuk menghindari penyakit asam lambung, upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meninggikan posisi kepala ketika tidur. Hal ini dilakukan supaya gas dari asam lambung maupun asam lambung itu sendiri tidak sampai naik ke kerongkongan apalagi mengganggu sistem pernapasan. Meninggikan posisi kepala ketika tidur ini dapat dilakukan dengan menambah penggunaan bantal ketika tidur.

Hindari potensi stres

Selain beberapa cara pencegahan yang telah disebutkan di atas, upaya lainnya adalah dengan menghindari stres. Tidak dapat dipungkiri, stres yang berasal dari berbagai bentuk stressor entah sebab aktivitas fisik, keadaan mental, maupun kondisi lingkungan dapat memicu munculnya atau bahkan kambuhnya penyakit asam lambung yang mengharuskan kita melakukan berbagai treatment termasuk minum obat asam lambung. Oleh karena itu, sangat penting untuk kita mampu mengelola stres dan menghindari berbagai hal yang berpotensi menyebabkan stres pada kita.

Berbagai Obat Asam Lambung

Ada kalanya dengan berbagai upaya pencegahan tidak berhasil menghindari kita untuk mengidap penyakit asam lambung ini, maka untuk meredakannya dapat dilakukan dengan mengonsumsi berbagai obat-obatan. Nah, ada berbagai obat-obatan yang dapat bebas dibeli di apotek maupun harus menggunakan resep dokter. Masing-masing obat ini memiliki kegunaan yang berbeda-beda. Berikut adalah beberapa jenis obat asam lambung.

Obat penetral asam lambung

Antasida adalah obat asam lambung yang fungsinya adalah untuk meredakan gejala magh dengan menetralkan asam lambung. Obat-obatan yang termasuk dalam jenis ini biasanya adalah obat-obatan yang dijual bebas di apotek maupun di toko-toko kelontong, sehingga sangat mudah menemukan obat ini di pasaran. Merek dagang dari obat-obat ini di antaranya adalah promag, mylanta, polysilane, wastran, gastran, dan lain sebagainya.

Obat-obat antasida tersebut biasanya mengandung kombinasi dari magnesium karbonat, alumunium hidroksida dan simetikon. Cara kerja dari obat ini adalah dengan menetralkan asam lambung yang kapan waktu dapat menyebabkan penyakit asam lambung kambuh kembali.

Obat penghambat zat yang dapat meningkatkan produksi asam lambung

Obat asam lambung jenis ini adalah obat yang fungsinya yakni menghambat reseptor histamin (H2). Secara umum, cara kerja obat ini adalah dengan mengurangi produksi senyawa yang dapat meningkatkan asam lambung. Sehingga jika histamin berkurang, asam lambung juga akan berkurang pula. Oleh karenanya, mengonsumsi obat ini kan dapat meringankan gejala yang muncul dari penyakit asam lambung ini.

Di antara berbagai obat penghambat reseptor histamin adalah Ranitidine, Neosanmag Fast, dan Ranivel. Obat asam lambung ini mengandung bahan aktif yang dapat meminimalisir efek dari histamin dan produksi asam lambung dari tubuh. Meski begitu, obat-obat jenis ini adalah obat yang harus dikonsumsi secara tepat berdasarkan dosis yang tertera pada kemasan. Sebab jika tidak, berpotensi untuk menimbulkan berbagai efek samping seperti mual, pusing dan sakit kepala, sesak napas, perasaan cemas, hingga detak jantung yang tidak normal. Simak obat ampuh lainnya disini.

Obat yang menghambat sel penghasil asam

Berbeda dengan kedua jenis obat asam lambung sebelumnya, obat ini adalah obat hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Obat jenis ini adalah obat yang bekerja dengan menghambat sel penghasil asam lambung. Salah satu merek dagangnya adalah omeprazole. Obat ini termasuk dalam obat yang sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil karena berisiko dapat berpengaruh pada janin, sehingga obat ini bukan obat yang bebas dibeli di apotek.

Demikian adalah pemaparan mengenai beberapa upaya yang dapat mencegah penyakit asam lambung dan berbagai obat asam lambung. Seperti adanya pepatah jika lebih baik mencegah daripada mengobati, begitu pula akan lebih baik melakukan pencegahan penyakit GERD ini daripada sampai-sampai harus mengobatinya.

Tinggalkan komentar