3 Cara Mengurus Surat Keterangan Sehat dari Dokter, Mudah Kok!

By

sumbersehat.com – Surat keterangan sehat dari dokter adalah surat keterangan yang berisi tentang kondisi kesehatan dari orang yang diperiksa. Surat tersebut memuat keterangan apakah orang yang bersangkutan sehat atau tidak. Surat keterangan ini digunakan untuk berbagai keperluan misalnya, asuransi jiwa, persiapan pernikahan, bepergian, atau melamar pekerjaan.

Saat melamar pekerjaan, Anda harus melengkapi beberapa berkas seperti daftar riwayat hidup dan sertifikat kompetensi. Pada beberapa instansi dan bidang pekerjaan tertentu, Anda akan dimintai surat keterangan sehat dari dokter untuk melamar pekerjaan. Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai surat keterangan sehat termasuk prosedur mendapatkannya untuk berbagai keperluan.

surat keterangan sehat dari dokter

Apa yang Dimaksud Surat Keterangan Sehat dari Dokter?

Surat keterangan sehat dari dokter adalah surat keterangan yang dikeluarkan oleh dokter yang memiliki izin praktik ataupun dokter yang bernaung di lembaga kesehatan, yaitu rumah sakit dan puskesmas. Surat ini berisi keterangan tentang kondisi kesehatan pemohon, dalam hal ini menyatakan bahwa pemohon dalam kondisi sehat jasmani dan atau rohani.

Terdapat peraturan dan kode etik yang mengikat saat seorang tenaga medis membuat surat keterangan sehat dari dokter pemerintah. Peraturan ini dikukuhkan dalam bentuk perundang-undangan yang mengatur tentang efek hukum apabila dokter menyalahgunakan wewenang dalam membuat surat keterangan sehat. Berikut penjelasan medikolegal surat keterangan dokter.

Medikolegal Surat Keterangan Sehat dari Dokter

Medikolegal adalah ilmu terapan yang memiliki aspek kedokteran dan hukum. Medikolegal surat keterangan sehat berpedoman pada peraturan yang tercantum pada Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) dan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktek Kedokteran.

Bab I Pasal 7 KODEKI berbunyi,”Setiap dokter hanya memberikan keterangan dan pendapat yang telah diperiksa sendiri kebenarannya.” Mengacu pada peraturan ini, maka jika ingin menerbitkan surat keterangan sehat dari dokter praktek, setiap dokter harus melakukan pemeriksaan sendiri. Hasil pemeriksaan itu tertulis dalam surat keterangan dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Kewajiban dokter untuk merahasiakan riwayat pasien bahkan walaupun pasien telah meninggal dunia tertulis dalam Bab II Pasal 12 KODEKI. Pasal ini mengatur kewajiban setiap dokter untuk merahasiakan semua pengetahuan yang dia dapat mengenai kondisi seorang pasien bahkan hingga setelah pasien meninggal dunia. Baca juga 2 Cara Mudah Membuat Surat Kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit, Anti Ribet!

Ketentuan pada Bab II Pasal 12 KODEKI ini kemudian dijelaskan dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran. Pada paragraph 4 tentang Rahasia Kedokteran Pasal 48 tertulis peraturan tentang rahasia kedokteran yang bisa dibuka atas dasar beberapa kepentingan. Undang-undang ini turut menjadi dasar penerbitan surat keterangan sehat dari dokter.

Meski setiap dokter wajib menyimpan rahasia kedokteran, namun hal ini dapat dibuka hanya untuk kepentingan kesehatan pasien. Informasi medis dapat dibuka untuk memenuhi permintaan para aparat penegak hukum dalam rangka pembuktian dan penegakan hukum maupun atas keinginan pasien. Rahasia kedokteran juga dapat dibuka berdasar undang-undang.

Setiap dokter wajib memberikan keterangan yang benar tentang kondisi orang yang diperiksa saat menandatangani surat keterangan dari dokter untuk sim. Apabila di kemudian hari dokter terbukti memberikan surat keterangan palsu, maka ijin praktiknya akan dicabut dan dia terancam hukum pidana. Berikut undang-undang yang mendasari hukum pidana tindakan pemalsuan surat keterangan oleh dokter.

Tindak pidana pemalsuan surat keterangan sehat dan pemakaian surat palsu ini dapat dijumpai ketentuannya dalam pasal 263 KUHP. Inti dari pasal ini adalah adanya ancaman hukuman pidana penjara selama-lamanya enam tahun bagi pembuat surat palsu atau memalsukan surat. Pidana yang sama juga berlaku bagi orang yang sengaja memakai surat palsu seolah-olah isinya benar.

Secara spesifik, tindakan pemalsuan surat yang dilakukan oleh dokter, dan pemakaian surat palsu ini dijumpai ketentuannya dalam pasal 267 dan 268 KUHP. Pasal ini mengatur tindak pidana bila seorang dokter sengaja memberikan surat keterangan palsu mengenai ada atau tidaknya penyakit pada seseorang.

Hal yang sama juga berlaku untuk pemakai surat palsu surat keterangan sehat dari dokter. Tindak pidana penjara mengancam orang yang sengaja memakai surat ini seolah-olah mengandung keterangan yang benar. Setelah Anda mengetahui dasar hukum dari surat keterangan sehat, silahkan simak cara mengurus surat keterangan sehat di puskesmas atau rumah sakit berikut ini.

Cara Mengurus Surat Keterangan Sehat dari Dokter dengan Mudah

Surat keterangan sehat dari dokter adalah dokumen penting yang dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan administrasi. Bila Anda bermaksud melamar kerja yang mensyaratkan surat keterangan sehat dari puskesmas atau rumah sakit, silahkan simak cara mengurusnya.

Melengkapi Persyaratan Dokumen Pengurusan Surat Keterangan Sehat

Saat hendak mengurus surat keterangan sehat dari dokter di rumah sakit ataupun puskesmas, ada beberapa persyaratan dokumen yang harus dilengkapi. Tidak perlu kuatir karena dokumen yang diminta sifatnya standar dan bisa disiapkan dengan cepat. Anda hanya perlu menyiapkan fotokopi identitas diri (KTP, SIM, atau Paspor) dan foto berwarna ukuran 3×4.

Memenuhi Ketentuan Mengurus Surat Keterangan Sehat dari Dokter

Ada beberapa ketentuan saat mengurus surat keterangan sehat. Ketentuan tersebut adalah harus mendatangi puskesmas atau rumah sakit setempat langsung dan tidak boleh diwakilkan oleh orang lain. Anda harus berada dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Paling utama adalah, anda wajib mengikuti serangkaian tes kesehatan yang dilakukan oleh dokter sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Cara Membuat Surat Keterangan Sehat dari Dokter

Sebelum pergi ke puskesmas, pastikan dokumen yang dibutuhkan telah lengkap. Dokumen tersebut adalah kartu identitas asli, fotokopi kartu identitas, dan foto berwarna 3×4. Jangan lupa siapkan juga uang untuk biaya administrasi sekitar Rp. 50.000,00 – Rp. 100.000,00. Sebaiknya Anda berangkat pagi untuk menghindari antrian di loket.

Sesampainya di puskesmas, silahkan ambil nomor antrean dan tunggu sampai nomor antrian anda tiba. Ketika petugas memanggil, serahkan dokumen yang anda bawa dan tunggulah panggilan selanjutnya di depan ruang periksa. Petugas akan mengarahkan Anda untuk masuk ke ruang praktik dokter.

Di dalam ruang praktek, dokter akan mengajukan pertanyaan seputar riwayat kesehatan Anda secara umum. Jawab semua pertanyaan dengan jujur sesuai kondisi kesehatan Anda sekarang, Jangan memberikan data yang palsu, ingat pernyataan Anda mengandung konsekuensi hukum.

Dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap tekanan darah dan pemeriksaan fisik secara singkat. Apabila tekanan darah Anda berada dalam kondisi normal, dan semua organ fisik berfungsi dengan baik maka dokter akan langsung menuliskannya di surat keterangan sehat. Dokter akan menandatangani kemudian memberikan stempel puskesmas. Surat keterangan sehat sudah jadi dan bisa Anda bawa pulang.

Biasanya surat keterangan sehat berlaku untuk jangka waktu maksimal 1 bulan. Akan tetapi hal ini tidak mengikat karena tergantung kebijakan dari puskesmas atau rumah sakit tersebut. Sebaiknya gunakan surat sesegera mungkin karena kondisi tubuh bisa berubah sewaktu-waktu yang menyebabkan surat keterangan sehat dari dokter menjadi tidak valid. Semoga artikel ini bermanfaat dan Anda bisa menggunakan surat keterangan sehat ini sesuai kebutuhan.

Tinggalkan komentar