4 Komponen Hidup Sehat Menurut WHO, Sudahkah Memenuhinya?

sumbersehat.com – Sehat menurut WHO secara definisi merupakan keadaan yang sempurna secara fisik, mental, sosial, dan terbebas dari berbagai penyakit dan kelemahan. World Health Organization atau WHO adalah lembaga yang konsentrasi menangani permasalahan kesehatan secara internasional. Hal tersebutlah yang menjadikan ungkapan bahwa sehat itu mahal harganya, untuk itu lebih baik mencegah daripada mengobati.

Sehat adalah kondisi yang harus diupayakan oleh setiap orang. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk itu. Memiliki jiwa dan raga sehat dapat diwujudkan dengan dorongan dari diri sendiri yang utama. Mendengar kata sehat, yang menjadi indikatornya adalah kondisi dimana seseorang telah menjadi normal. Normal dalam arti kata stabil dalam menjalani kehidupan sehari-hari tanpa ada keluhan rasa sakit.

sehat menurut who

4 Komponen Hidup Sehat Menurut WHO

Setiap orang tentu mendambakan memiliki hidup sehat. Untuk mewujudkan hal tersebut, sebelumnya harus memahami komponen sehat yang harus ada. Memahami komponen hidup sehat akan memudahkan dalam pengaturan hidup sehari-hari. Setiap orang berhak atas hidupnya, untuk memperjuangkan sehat dalam arti secara luas. Berikut 4 komponen sehat menurut WHO yang harus ada di setiap individu.

Sehat secara fisik

Tidak dapat dipungkiri bahwa sehat menurut WHO adalah kondisi tubuh seseorang yang dapat dikatakan stabil atau kembali normal. Normal dan stabil setiap orang tentu berbeda-beda menafsirkan, namun secara umum stabil dalam arti luas tidak mengalami tubuh yang kesakitan. Tubuh yang sehat secara fisik dapat dilihat dan dinilai secara langsung oleh orang lain.

Sehat adalah memiliki kulit bersih, mata bersinar, tubuh tegap, nafsu makan baik, tidur nyenyak, pencernaan teratur, dan gerakan yang lincah. Hal tersebut adalah sehat jika dinilai secara fisik. Fungsi organ yang bekerja dengan baik dapat dikatakan bahwa kondisi sehat secara fisik berjalan dengan baik. Sehat dalam hal ini dapat diukur dan dapat diberikan terapi untuk memperbaiki keadaan yang belum stabil.

Sehat secara mental

Sehat menurut WHO secara mental adalah keadaan seseorang yang dapat berpikir dengan jernih menggunakan hati dan perasaan. Sehat secara mental sesungguhnya berhubungan dengan sehat jika dilihat dari fisiknya. Dua hal tersebut tentu tidak dapat dipisahkan. Sebagai contoh adalah orang yang mengalami gangguan penyakit kejiwaan. Orang gila secara fisik memiliki tubuh yang sehat, namun mentalnya sakit.

Terdapat beberapa kriteria yang harus ada pada setiap individu agar dapat dikatakan sehat secara mental. Kriteria tersebut dapat dirasakan oleh diri sendiri dan dapat dinilai pula oleh orang lain dari pembawaan sikap dalam kehidupan sehari-hari. Apabila kriteria tersebut telah ada pada diri Anda, maka hal tersebut sebagai indikator bahwa sehat secara mental. Berikut kriteria sehat menurut WHO secara mental.

a. Merasa puas dengan dirinya sendiri

Sehat menurut WHO secara mental salah satu kriterianya memiliki rasa puas pada kehidupan yang telah dimiliki. Hal tersebut sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah dirasakan selama hidup. Ungkapan ini tentu membutuhkan rasa legowo dalam hati yang paling dalam. Jika hal ini telah dimiliki maka dapat dipastikan bahwa sehat secara mental, karena merasa cukup dengan kehidupan yang telah ada.

b. Tidak menyalahkan diri sendiri

Banyaknya kasus bunuh diri sebagai ungkapan rasa bersalah pada diri sendiri akan hidup yang tidak sesuai dengan yang diinginkan. Setiap orang tentu pernah melakukan suatu kesalahan. Menjadikan kesalahan sebagai pelajaran berharga adalah hal yang terpenting. Berdamai dengan diri sendiri adalah salah satu cara agar tidak selamanya terpuruk dengan rasa bersalah.

c. Mampu mengendalikan diri sendiri

Mampu mengendalikan diri sendiri adalah kriteria seseorang sehat menurut WHO secara mental. Kemampuan mengendalikan diri pada saat di depan umum harus senantiasa dipupuk. Sebagai contoh, mengendalikan diri sendiri dari sifat marah, benci, iri hati dan segala sifat negatif yang justru akan merugikan diri sendiri. Baca juga 7 Cara Hidup Sehat yang Paling Mudah Anda Lakukan Setiap Hari.

Sehat secara sosial

Definisi sehat menurut Depkes merupakan kondisi seseorang saat mengalami keadaan normal dan sejahtera yang mencakup anggota tubuh, sosial, dan jiwa. Hal tersebut sebagai wujud keselarasan bahwa ungkapan sehat dapat dicapai dari segala faktor yang berkaitan satu dengan yang lainnya. Sehat secara sosial harus diupayakan dengan kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari.

Depkes RI merupakan sebuah lembaga yang berada dibawah pengawasan langsung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dalam hal ini berdasarkan rumusan UU No. 23 tahun 1992. Penting untuk mengikuti petunjuk kesehatan yang telah disampaikan oleh Depkes RI dan WHO agar keberlangsungan hidup lebih berarti.

Sehat menurut WHO secara sosial dapat diartikan sebagai kemampuan untuk hidup bersama orang lain atau masyarakat sekitar. Jiwa saling tolong menolong, saling menghormati, dan segala yang menjadikan hubungan baik dengan masyarakat sekitar harus mulai dipupuk sedini mungkin. Secara tidak langsung jika sering berinteraksi dengan orang lain akan memunculkan sifat peduli terhadap sesama dengan sendirinya.

Sehat secara spiritual

Sehat menurut WHO berhubungan dengan kondisi spiritual seseorang terhadap agama masing-masing yang diyakini. Pada dasarnya semua agama tentu mengajarkan suatu kebaikan. Hal tersebutlah yang menjadikan ungkapan bahwa seseorang yang taat beragama secara tidak langsung akan menjadikan tubuhnya sehat dengan sendirinya.

Definisi sehat menurut WHO yang tidak kalah penting adalah secara spiritual. Spiritual menjadi poros seseorang yang meyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa. Hal tersebut tertuang dalam bunyi Pancasila sila pertama. Indonesia pada dasarnya bukanlah negara yang berdasarkan agama, namun hal tersebut justru menjadikan masyarakat yang terkenal nilai religiusnya.

Secara spiritual dalam agama Islam, untuk menumbuhkan kondisi selalu sehat dengan mengupayakan pola hidup sehat yang dicontohkan Nabi Muhammad. Thibbun Nabawi atau dikenal dengan hidup sehat ala nabi. Jika mengkaji hal tersebut tentu segala aspek akan masuk seperti halnya sehat berdasarkan anjuran WHO. Mengupayakan segala hal selama masih dalam kategori baik dapat diwujudkan secara bersama-sama.

Sehat menurut WHO akan terwujud secara ideal apabila tiga atau empat komponen di atas dapat berjalan secara seimbang. Apabila seseorang dapat mengumpulkan komponen di atas maka akan mudah untuk seseorang memaksimalkan setiap kemampuan yang dimiliki. Memaksimalkan potensi kemampuan yang dimiliki sejak lahir sejatinya perlu didukung dari berbagai faktor baik luar maupun dalam.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sehat tidak selalu dinilai dari segi fisik. Secara luas sehat mencakup segala hal yang berkaitan dengan diri sendiri dan lingkungan yang ada di sekitar. Mewujudkan sehat yang tidak kalah penting adalah menumbuhkan pikiran yang selalu berprasangka baik. Prasangka baik itulah yang akan mendorong hormon endorfin untuk bekerja secara optimal.

Sehat menurut WHO harus diupayakan dengan pembiasaan sejak kecil agar kelak saat dewasa sudah terbiasa menjalaninya. 4 komponen di atas adalah indikator dalam pencapaian sehat itu sendiri. Di dalam tubuh yang sehat tersimpan kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual yang baik. Dalam menjalani hidup tentu akan lebih damai. Adapun masalah dalam kehidupan dapat diatasi dengan kepala dingin dan tenang.

About Vita

Seorang introvert yang suka menulis

Check Also

cara menjaga kesehatan tenggorokan

Simak, 10 Cara Menjaga Kesehatan Tenggorokan Agar Corona Menghindar!

sumbersehat.com – Cara menjaga kesehatan tenggorokan menjadi ramai diperbincangkan terlebih saat pandemi menyerang. Masyarakat kembali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *