Pilih Sabun Cuci Muka untuk Jerawat? Perhatikan 9 Hal Ini!

By

sumbersehat.com – Sabun cuci muka untuk jerawat tentu berbeda dengan sabun yang digunakan untuk mandi. Sabun cuci muka untuk kulit yang berjerawat mengandung bahan yang diformulasikan khusus untuk membersihkan kulit wajah secara paripurna sekaligus mengurangi timbulnya jerawat dan merawat kulit.

Lalu bahan seperti apa yang baik digunakan untuk sabun cuci muka bagi kulit berjerawat? Simak ulasannya berikut ini. Sehingga Anda bisa memehami berbagai macam bahan aktif dalam skincare atau kosmetik yang bisa digunakan secara tepat. Jadi, tidak asal pakai atau beli, karena hal tersebut berbahaya.

Sabun cuci muka untuk jerawat

Bahan yang Baik pada Sabun Cuci Muka untuk Jerawat

Sabun cuci muka untuk kulit yang berjerawat harus mengandung bahan yang mampu membersihkan wajah, mengurangi minyak yang berlebih serta merawat kulit. Sabun untuk jerawat meradang memiliki kandungan antiseptik dan antiradang yang dapat mencegah kuman pemicu jerawat berkembangbiak. Berikut adalah bahan-bahan sabun cuci muka yang baik untuk kulit berjerawat:

1. Hylauric Acid (HA)

Fungsi utama Hylauric Acid (HA) adalah menahan air di dalam jaringan ikat dan kulit sehingga tidak menguap ke luar tubuh. Hal ini menyebabkan kulit akan tetap lembap. Sabun cuci muka untuk jerawat yang mengandung HA sangat baik digunakan sebab dapat menjaga kelembapan kulit wajah. Kulit yang lembap mampu menahan serangan kuman penyebab jerawat.

HA di dalam sabun muka untuk jerawat pria mengatasi jerawat dengan cara mengurangi produksi minyak berlebih. Selain itu HA juga mampu mengurangi kerutan di wajah dan sekitar mata karena faktor usia, serta mengatasi kulit yang mengendur. HA dapat memperbaiki kulit yang terbakar matahari dengan merangsang pembentukan pembuluh darah di area yang rusak agar cepat pulih.

2. Retinol

Pada produk sabun cuci muka untuk jerawat, retinol dapat mengurangi produksi minyak berlebih. Dengan cara itu maka tidak terjadi penyumbatan pada pori-pori akibat tiumpukan minyak yang merupakan awal timbulnya jerawat. Turunan vitamin A ini juga dapat meredakan peradangan pada kulit wajah. Retinol dapat membuka pori-pori sehingga mampu menyerap obat jerawat dengan baik.

Manfaat lain dari retinol adalah mencegah munculnya keriput dan garis halus pada wajah. Retinol meningkatkan produksi kolagen dan memperlancar aliran darah di bawah kulit sehingga kulit lebih sehat. Retinol mampu menyamarkan flek hitam di wajah akibat penuaan dan paparan sinar UV. Penggunaan retinol juga direkomendasikan untuk mengatasi milia.

3. Salicylic Acid

Saat kulit berminyak mengalami jerawat, cucilah wajah menggunakan sabun cuci muka untuk kulit berminyak yang mengandung salicylic acid. Senyawa ini mudah larut dalam minyak dan sanggup menebus pori-pori kulit, dan akhirnya menyelesaikan penyebab jerawat langsung di akarnya. Sifat antiinflamasi yang dimilikinya dapat meredakan jerawat yang meradang.

Sabun cuci muka untuk jerawat yang mengandung salicylic acid mampu mengurangi sekresi sebum karena dia menyerap minyak di dalam pori-pori. Akibatnya pori-pori akan tampak lebih kecil dan oil free. Paling utama adalah, senyawa ini sangat efektif mengatasi masalah blackheads dan whiteheads, yaitu jerawat yang disebabkan oleh kondisi selain hormonal.

4. Glycolic Acid

Bingung dengan bekas jerawat yang membandel? Cuci wajah Anda secara rutin menggunakan sabun muka untuk menghilangkan bekas jerawat yang mengandung glycolic acid. Selain bertugas menembus jaringan kulit untuk mengenyahkan penyebab jerawat, senyawa ini dapat merangsang pergantian sel dengan cepat. Hal ini dapat memudarkan bekas jerawat yang mengganggu.

Pori-pori wajah besar? Hal ini merupakan sumber masalah munculnya jerawat dan minyak berlebih di wajah. Glycolic acid di dalam sabun cuci muka untuk jerawat memberi solusi bagi segudang permasalahan kulit wajah Anda. Senyawa ini dapat membersihkan, memperbaiki, dan mengecilkan pori-pori yang bisa menjadi tempat menumpuknya minyak, kotoran, dan sisa makeup yang menyebabkan jerawat.

5. Benzoyl Peroxide

Benzoyl Peroxide dikenal memiliki sifat antibakteri sehingga mampu membunuh bakteri penyebab jerawat serta mencegah jerawat datang lagi. Tidak hanya itu, senyawa ini dapat membantu membersihkan sel-sel kulit mati dan minak yang berlebih. Hal ini akan mengurangi penyumbatan pada pori-pori yang dapat memicu timbulnya jerawat.

6. Niacinamide

Niacinamide adalah jenis vitamin B yang bagus untuk kulit yang berjerawat. Senyawa ini ditambahkan ke dalam sabun cuci muka untuk jerawat karena dapat menghilangkan kemerahan akibat jerawat. Niacinamide juga dapat meredakan jerawat yang meradang. Baca juga 15 Rekomendasi Sabun Muka Penghilang Jerawat dan Bekas Jerawat.

Senyawa ini memiliki sejuta manfaat untuk kecantikan dan kesehatan kulit. Niacinamide mampu meningkatkan produksi kolagen sehingga dapat memudarkan noda hitam bekas jerawat di wajah. Bagi pemilik kulit berminyak, senyawa ini dapat mengendalikan produksi minyak berlebih. Hal ini akan mengurangi timbulnya jerawat.

Rutin melakukan perawatan wajah termasuk menggunakan sabun cuci muka untuk jerawat yang mengandung niacinamide dapat membuat kulit wajah menjadi lembap. Niacinamide membantu sel-sel kulit membangun lapisan penghalang lemak yang dapat mempertahankan kelembapan kulit. Kulit yang lembap tidak mudah berjerawat karena mampu melawan kuman dan tidak ada minyak yang berlebih.

Setelah mengetahui bahan yang baik di dalam sabun cuci muka milik Anda, kini saatnya untuk mengetahui bahan yang harus Anda waspadai. Bahan-bahan ini tidak seharusnya ada di dalam sabun cuci muka untuk jerawat yang Anda miliki. Bahan-bahan apa sajakah itu? Simak penjelasannya berikut ini.

Bahan yang Harus Dihindari pada Sabun Cuci Muka untuk Jerawat

Sebelum memutuskan untuk membeli sabun cuci muka, Anda harus meneliti dahulu bahan yang terkandung di dalamnya. Terdapat beberapa jenis bahan yang harus dihindari karena dapat memberikan efek samping bagi kulit wajah. Agar tidak keliru dalam membeli produk, silahkan cek bahan yang sebaiknya dihindari sebagai berikut.

1. Alkohol

Alkohol dapat menghilangkan minyak alami pada wajah. Hal ini justru akan memicu kulit untuk memproduksi lebih banyak sebum. Sebum yang berlebih akan menumpuk di pori-pori, bereaksi dengan bakteri, dan akhirnya menyebabkan jerawat. Pilihlah produk yang bebas alkohol untuk menghindari pori-pori tersumbat, kulit wajah mengalami dehidrasi, dan iritasi.

2. Minyak Kelapa

Hindari produk yang mengandung minyak kelapa. Minyak kelapa mengandung lauric acid yang bersifat komedogenik. Senyawa ini dapat menyumbat pori-pori sehingga menjadi tempat menumpuknya sisa minyak, bakteri, kotoran, hingga sisa makeup di permukaan wajah. Hal ini malah menjadi penyebab timbulnya jerawat.

3. Paraben

Apabila Anda menemukan sebuah produk dengan kandungan paraben di dalamnya, maka jangan ragu untuk menjauhinya. Paraben adalah bahan pengawet yang ditambahkan agar produk dapat tahan lebih lama. Pemakaian dalam jangka panjang dapat menyebabkan iritasi serius pada kulit wajah, hingga memicu penyakit kanker.

4. Sodium Lauryl Sulfate (SLS)

Anda suka menggunakan sabun cuci muka yang menghasilkan banyak busa? Sebaiknya Anda pikir ulang kembali. Sabun cuci muka yang menghasilkan banyak busa mengandung bahan kimia SLS. Bahan ini dapat mengangkat minyak alami yang ada di dalam kulit.

Menggunakan produk yang mengandung SLS menyebabkan kulit wajah menjadi sangat kering dan bisa mengakibatkan iritasi. Selain itu, minyak yang hilang justru akan memicu wajah memproduksi minyak secara berlebih. Hal ini akan menyebabkan penumpukan sebum di pori-pori dan malah memicu timbulnya jerawat.

Demikianlah ulasan tentang bahan yang baik dan tidak boleh ada di produk sabun cuci muka untuk jerawat yang Anda gunakan. Cermati keterangan yang tertera di kemasan apabila Anda membeli produk yang dijual bebas. Berkonsultasilah ke dokter kulit atau ahli  kecantikan apabila jerawat Anda bertambah parah. Semoga artikel ini bermanfaat.

Tinggalkan komentar