Ini Dia 6 Pertolongan Pertama Saat Bayi Digigit Serangga, Moms Harus Tahu!

Pertolongan Pertama Saat Bayi Digigit Serangga – Setiap serangga membawa racun yang dimasukkan ke dalam permukaan kulit setiap orang saat mereka menggigitnya. Jika orang dewasa yang mengalami gigitan serangga tentu hal biasa. Tetapi yang membahayakan ketika beberapa serangga ganas menggigit seorang bayi kemudian mengakibatkan timbulnya gejala parah.

Agar tidak terjadi resiko yang cukup fatal maka Anda harus segera memberikan pertolongan pertama saat bayi digigit serangga secara tepat. Dengan begitu Anda dapat mengurangi resiko infeksi dan iritasi pada kulit bayi.

6 Pertolongan Pertama Saat Bayi Digigit Serangga

Jika Anda luput dalam menjaga si anak agar terhindar dari lingkungan yang biasa ditempati serangga maka bayi usia di bawah 3 tahun pun beresiko digigit serangga. Namun jika anak telah dapat berjalan dan berlari usia di atas 3 tahun maka ia akan lebih aktif berpetualang.

Jika terdapat gejala-gejala menyerupai bekas gigitan serangga di permukaan kulit si bayi maka segera lakukan langkah mudah memberi pertolongan pertama saat bayi digigit serangga. Anda tidak perlu panik karena penjelasan berikut bisa memberikan solusi terbaik bagi si bayi.

1. Ketahui Jenis Serangga yang Menggigitnya

Ada banyak jenis serangga yang habitatnya berada di sekitar manusia, namun mereka tidak akan mengganggu jika tidak merasa terancam. Sementara anak-anak biasanya memiliki rasa penasaran tinggi terhadap segala sesuatu di sekelilingnya, termasuk ketika mereka tanpa sadar membongkar sarang beberapa jenis serangga berbahaya.

Berikut beberapa jenis serangga yang seringkali menggigit manusia, terutama bayi dan anak-anak:

  • Semut
  • Kutu
  • Nyamuk
  • Ulat Bulu
  • Tomcat

2. Ketahui Gejala Gigitan Tiap Jenis Serangga

Setiap serangga memiliki jenis racun yang berbeda-beda sehingga akan menimbulkan gejala yang berbeda pula setelah menggigit permukaan kulit seseorang. Anda perlu sigap dalam mengetahui gejala yang muncul pada bayi. Gigitan serangga umumnya meninggalkan bekas pada kulit berupa bentol-bentol atau bintik kecil dan ruam merah.

Apabila si bayi tidak rewel maka gejalanya cukup ringan, namun apabila gejala tersebut menyebabkan si bayi menangis tanpa henti maka segera lakukan penanganan. Ketahui beberapa gejala lain akibat gigitan serangga sesuai jenisnya pada anak berikut:

  • Semut

Kulit si kecil gatal, membengkak, kemerahan, keringat berlebih, napas pendek, terdapat nanah, warna kulit menjadi pucat. Maka tandanya si kecil telah digigit semut merah atau semut api.

  • Ulat Bulu

Jika si kecil mengalami ruam di kulit yang menyebar di suatu area tubuhnya, bentuknya berupa bentol-bentol disertai rasa nyeri dan cekit-cekit. Kulit membengkak dan anak tidak bisa menahan untuk tidak menggaruknya. Maka gejala tersebut akibat ulat bulu.

  • Kutu

Gejala gigitan kutu pada kulit si kecil memiliki tanda berupa benjolan kecil merah di area gigitan dan sangat gatal. JIka si kecil mengalami alergi maka Ia akan bereaksi menunjukkan ciri-ciri alergi.

  • Nyamuk

Nyamuk adalah serangga yang paling sering dan mudah menggigit kulit bayi yang sangat perlu diwaspadai karena nyamuk bisa membawa aneka jenis virus dan bakteri. Gejalanya ditunjukkan dengan bentol-bentol merah di kulit berukuran kecil. Bentol tersebut bisa muncul di berbagai area yang tidak tertutupi seperti tangan, kaki, atau wajah.

Anda perlu waspada jika gejala gigitan cukup parah seperti munculnya bentol merah kecil di sekujur tubuh. Suhu tubuh anak tinggi atau demam, kesulitan bernapas hingga lemas atau bahkan pingsan.

Gejala yang muncul akibat tomcat antara lain terdapat bintik-bintik berair mirip cacar. Kulit gatal, panas, dan sedikit terlihat melepuh. Kemudian terjadi peradangan dan iritasi pada kulit.

3. Lakukan Penanganan Sesuai Jenis Tiap Serangga

Jika anak Anda mengalami gejala seperti yang telah disebutkan sebelumnya maka jangan tunggu waktu lagi untuk melakukan pertolongan pertama saat bayi digigit serangga. Berikut langkah penanganan yang tepat dan sesuai untuk gejala pada masing-masing jenis serangga yang menggigit permukaan kulit bayi.

Semut

  • Segera cuci dengan sabun antiseptik dan bilas dengan air hangat bekas gigitan semut di satu area kulit. Atau lakukan dengan menyeka kulit menggunakan handuk yang dibasahi air bersih.
  • Berikan si kecil sarung tangan agar tidak dapat menggaruk bagian yang gatal. Oleskan lotion atau krim yang mencegah terjadinya peradangan bintik.

Ulat Bulu

  • Jika di permukaan kulit si anak terdapat sisa bulu ulat maka bersihkan menggunakan tisu atau kain basah agar racun tidak menyebar ke area lain.
  • Bersihkan dengan sabun yang mengandung antiseptik kemudian bilas dengan air hangat.
  • Untuk mengurangi rasa gatal dan nyeri Anda bisa mengoleskan lotion, minyak kayu putih, atau minyak tawon di area yang terdapat bintik-bintik merah.

Kutu

  • Cuci bersih dengan sabun antibakteri.
  • Bilas menggunakan air dingin.
  • Setelah kering gunakan krim hydrocortisone atau calamine agar rasa gatal berkurang.
  • Jika si anak menunjukkan reaksi alergi maka gunakan antihistamin dan konsultasikan dengan ahlinya.

Nyamuk

  • Kompres area yang bentol-bentol dengan air dingin atau es batu.
  • Taburkan bedak bayi atau bedak gatal yang cocok dengan usia si bayi.
  • Segera bawa ke dokter jika gejala parah muncul karena bisa saja terjadi akibat nyamuk yang membawa virus berbahaya, seperti DBD, Malaria, atau lainnya.

Tomcat

  • Gunakan sabun antiseptic dan bersihkan bekas gigitan.
  • Bilas dengan air mengalir untuk menetralisir racun tomcat.
  • Jika si anak mengeluh atau rewel akibat rasa seperti terbakar maka kompres dengan cairan antiseptic.
  • Pastikan si kecil menjaga tangannya tetap bersih, jika masih bayi maka Anda bisa memasang sarung tangan agar tidak menggaruk bagian yang gatal.

4, Letakkan Bayi di Tempat yang Aman Saat Anda Beraktivitas Lain

Selanjutnya Anda harus melakukan pertolongan pertama saat bayi digigit serangga dengan meletakkannya di tempat yang aman, bebas dari serangga. Hal ini perlu diterapkan ketika Anda hendak meninggalkan si bayi sejenak untuk mengerjakan aktivitas lainnya. Letakkan di dekat area Anda beraktivitas, atau gendong si bayi sambil bekerja.

5. Gunakan Kapur Semut di Sekeliling Tempat Bayi

Jika rumah Anda rawan dikerubungi semut terutama di area tempat tidur bayi maka gunakan kapur semut. Gambarkan pola yang mengelilingi tempat tidur si bayi, serta gunakan alas lebih tinggi dari permukaan lainnya. Pastikan alas tersebut memiliki tekstur yang baik untuk kapur semut.

6. Tutup Tempat Tidur Bayi dengan Tudung

Agar nyamuk tidak menggigit kulit si bayi lagi maka pastikan tempat tidurnya tertutup dan terhindar dari nyamuk. Jika Anda menggunakan pembunuh nyamuk dengan bahan kimia tentu berbahaya bagi pernapasan bayi. Maka lindungi dan tutupi area tubuhnya selama tidur menggunakan tudung kelambu bayi.

Baca Juga: Jangan Panik, Begini 7 Cara Mengobati Masuk Angin pada Bayi

Keenam pertolongan pertama saat bayi digigit serangga di atas seringkali tidak dihiraukan oleh para orang tua sehingga akibatnya cukup fatal bagi si anak, bahkan mereka menderita berbagai penyakit berbahaya akibat gigitan serangga. Lindungilah si bayi dengan melakukan pencegahan sekaligus penanganan sederhana yang sebenarnya bisa Anda lakukan dengan mudah.

About Alvindayu

Check Also

olahraga sehat penurun berat badan

Diet Dengan Mengatur pola Makan dan Melakukan 5 Olahraga Sehat Penurun Berat Badan

Diet Dengan Mengatur pola Makan dan Melakukan 5 Olahraga Sehat Penurun Berat Badan – diet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *