6 Penyebab Kelainan Otot Kaku Leher dan Tetanus, Ketahui Yuk!

By

sumbersehat.com – Penyebab kelainan otot kaku leher dan tetanus memang sering dilalaikan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Kebanyakan menganggap apabila sewaktu bayi sudah diberikan vaksin tetanus maka selamanya akan terhindar dari penyakit langka ini. Nyatanya tidak demikian, masih banyak faktor lain yang menyebabkan tetanus dan kelainan otot kaku leher. Bahkan beberapa penyebabnya dapat anda temui di sekitar rumah, kamar, sampai jalanan.

Tetanus sendiri adalah sebuah infeksi yang menyerang bagian saraf tubuh manusia. Hal ini menyebabkan otot dan sendi menjadi kaku atau sulit digerakkan. Pada saat yang sama bakteri tetanus akan menyerang saraf di otak dan masuk melalui pembuluh darah ke seluruh bagian tubuh manusia. Oleh karena itu, tetanus termasuk penyakit yang belum ada obatnya sampai kini. Simak beberapa penyebabnya di bawah ini!

Penyebab kelainan otot kaku leher dan tetanus

Inilah Penyebab Kelainan Otot Kaku Leher dan Tetanus

Berikut ini penyebab kelainan otot pada leher dan tetanus:

Adanya kontraksi saraf

Penyebab yang pertama ditimbulkan ketika anda melakukan kegiatan yang berat tanpa pemanasan terlebih dahulu. Hal ini akan menimbulkan otot kaku leher anda. Namun, bukan berarti anda terserang tetanus. Baca juga 13 Penyebab Sakit di Tengkuk Leher Sebelah Kanan yang Wajib Diketahui.

Di lain sisi juga ada kontraksi saraf berlebihan yang pada akhirnya menimbulkan tetanus karena adanya luka terbuka yang tidak segera diobati. Ditambah lagi anda langsung melakukan kegiatan angkat beban atau aktivitas yang memaksa otot anda untuk bergerak lebih dari biasanya. Sehingga kemungkinan terserang tetanus akan lebih tinggi.

Kontaminasi paku berkarat

Penyebab kelainan otot kaku leher dan tetanus yang paling terkenal adanya kontaminasi paku berkarat. Jelas hal ini perlu dikhawatirkan karena kandungan dalam paku berkarat yang kaya akan berbagai bakteri. Salah satunya adalah bakteri clostridium tetani sebagai penyebab utama tetanus. 

Oleh sebab itu, anda perlu berhati-hati bila menjumpai paku berkarat. Selain paku berkarat, berbagai benda yang dibuat dari besi atau tembaga dan mengalami pengkaratan juga memiliki risiko besar dalam penularan bakteri tetanus. 

Cedera parah

Selanjutnya penyebab kelainan otot kaku leher dan tetanus adalah cedera parah. Ada luka yang dibiarkan terbuka begitu saja. Apabila anda mengalami cedera pada lutut, lengan, atau bagian tubuh lainnya, usahakan untuk menjaga diri dari berbagai aktivitas. Pada dasarnya luka yang masih basah cenderung harus dihindari dari berbagai perban atau penutup yang justru menghambat pengeringan luka.

Sementara itu, luka yang terbuka juga akan menimbulkan berbagai bakteri tak terkecuali bakteri clostridium tetani yang menyebabkan tetanus. Hal ini terjadi bila anda tetap melakukan berbagai aktivitas tanpa menutup luka anda. Sehingga bagian yang terluka tersebut dengan mudah terinfeksi berbagai bakteri.

Cara terbaik menghadapi hal ini dengan mengurangi berbagai aktivitas di luar ruangan. Apabila anda terpaksa melakukan aktivitas di luar ruangan, maka usahakan untuk menggunakan penutup luka dan berikan jeda waktu untuk membuka luka di tempat yang dirasa steril.

Luka bakar

Penyebab kelainan otot kaku leher dan tetanus berikutnya adalah luka bakar. Luka bakar cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk terinfeksi bakteri tetanus. Dikarenakan jaringan epidermis pada bagian kulit yang rusak membuat berbagai bakteri dengan bebas masuk ke tubuh anda. 

Sehingga apabila anda melihat seseorang terkena luka bakar maka penanganan pertama adalah menyiramnya dengan air dan memberi obat anti infeksi terlebih dahulu. Ini merupakan suatu tindakan preventif untuk mengurangi risiko terkena tetanus dan bakteri lainnya.

Gigitan serangga

Gigitan serangga juga salah satu penyebab kelainan otot kaku leher dan tetanus yang bisa berbahaya bila tidak segera ditangani. Serangga tentunya membawa beberapa kuman penyakit yang bisa berasal dari mana saja. Mungkin dari tempat sampah dan lingkungan kumuh lainnya. 

Serangga juga bisa membawa bakteri yang nantinya akan menginfeksi tubuh anda sebagai tetanus. Sehingga apabila anda mengalami gigitan serangga, segera lakukan tindakan pengobatan dengan cara membersihkan luka sebelum terjadi infeksi berkelanjutan. 

Infeksi pada luka 

Penyebab kelainan otot kaku leher dan tetanus yang terakhir adalah infeksi pada luka. Berbeda dari beberapa luka di atas, bila infeksi terjadi pada sebuah luka bekas goresan benda tajam atau bahkan karena aktivitas tangan yang menggaruk secara berlebihan sehingga menimbulkan luka, akan menyebabkan mudahnya bakteri clostridium tetani menginfeksi tubuh anda. 

Gejala Tetanus

Selain beberapa penyebab kelainan otot kaku leher dan tetanus, ada beberapa gejala yang ditimbulkan dan patut diwaspadai. Terlebih apabila gejala di bawah ini terjadi lebih dari 3-4 kali dalam seminggu dan tidak mengalami perbaikan walaupun meminum beberapa obat seperti paracetamol dan ibuprofen. Berikut beberapa gejala tetanus. 

Gejala pada tingkat pertama

  • Lemas atau lelah di seluruh bagian tubuh padahal tidak melakukan aktivitas yang berat
  • Adanya keringat dingin yang terus keluar sampai malam hari
  • Rasa sakit pada tenggorokan menyebabkan anda kesulitan menelan maupun minum
  • Rasa takut atau cemas terhadap segala sesuatu
  • Kelebihan air liur
  • Nyeri pada otot atau sendi disertai dengan kejang pada bagian punggung
  • Retensi urin atau rasa ingin buang air kecil secara terus menerus
  • Detak jantung lebih cepat
  • Nyeri di seluruh bagian tubuh secara berkala

Gejala pada tingkat kedua

  • Suhu tubuh naik secara drastis disertai rasa haus terus-menerus
  • Adanya nanah atau infeksi pada luka
  • Pembengkakan di bagian lutut, tangan, dan daerah sekitar luka
  • Kesemutan secara berkala
  • Kejang pada otot yang lebih sering
  • Rasa nyeri pada seluruh tubuh

Gejala pada tingkat ketiga

  • Sakit kepala
  • Penglihatan yang buram
  • Rasa sakit di sekujur tubuh selama berhari-hari

Gejala di atas mungkin tidak langsung terjadi dalam waktu yang sama, melainkan secara berkala, terutama kejang pada otot. Selain itu, penyebab kelainan otot kaku leher dan tetanus ini tidak hanya menyerang orang dewasa. Kebanyakan balita dan bayi dirasa lebih rentan untuk mengalami hal ini. Sampai kini tetanus tidak memiliki obat yang paten, walaupun berbagai cara dilakukan untuk mencegah dan mengobati komplikasi yang terjadi. 

Cara Mengatasi Tetanus

Berikut ini pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi dan mencegah tetanus:

  1. Segera bersihkan luka bila terjadi cidera, luka bakar, atau berbagai faktor lainnya yang menyebabkan luka terbuka pada bagian tubuh anda.
  2. Gunakan krim atau salep untuk mengobati luka. Carilah krim atau salep yang mengandung antibiotik. Selain itu, anda juga bisa mengonsumsi beberapa kapsul antibiotik selama masa penyembuhan luka.
  3. Hindari berbagai tempat yang berpotensi untuk melukai anda. Contohnya, bangunan atau konstruksi tua yang telah lama ditinggalkan Anda juga bisa menggunakan berbagai alat pengaman yang dapat menghindarkan anda dari berbagai penyebab kelainan otot kaku leher dan tetanus. 
  4. Menutup luka bila anda berada di luar ruangan. Sementara, sesekali berilah ruang agar luka dapat mengering di dalam tempat atau ruangan yang steril.
  5. Rajin mengganti penutup luka seperti perban atau plester. Pastikan anda selalu memberi antibiotik pada luka atau salep secara rutin. 

Nah, di atas adalah beberapa penyebab kelainan otot kaku leher dan tetanus sampai cara mengatasi tetanus yang patut anda perhatikan. Selalu jaga keamanan dan kesehatan dimanapun anda berada!

Tinggalkan komentar