8 Penyakit Sistem Reproduksi Manusia yang Wajib Anda Waspadai

Sumbersehat.com – Baik pria maupun wanita, harus mewaspadai penyakit sistem reproduksi. Sistem reproduksi manusia bisa terserang berbagai penyakit dengan mudah. Penyakit sistem reproduksi manusia disebabkan oleh bakteri, vitus, jamur, genetik, dan sebagainya.

Penyakit atau gangguan tersebut bisa saja muncul setiap saat ini. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengenal jenis penyakit sistem reproduksi pada pria maupun wanita mulai dari penyebab hingga gejala. Simak yuk penjelasannya!

Inilah Penyakit Sistem Reproduksi Manusia

Penyakit reproduksi ada banyak, tapi sebagian besar baik pria maupun wanita mengabaikannya. Nah, mulai sekarang anda harus peduli akan hal ini, berikut daftar penyakit pada sistem reproduksi dan gejalanya:

Kanker Organ Reproduksi Wanita

Penyakit sistem reproduksi manusia, khususnya wanita yang sering terdengar adalah kanker serviks dan ovarium. Kanker serviks terjadi karena adanya pertumbuhan sel tidak normal pada epitel serviks. Akibatnya, jaringan pada area sekitar leher rahim mengalami disfungsi.

Baca juga : Inilah 5 Vitamin untuk Reproduksi yang Wajib Anda Ketahui

Sementara itu, kanker ovarium juga bisa terjadi pada setiap wanita terutama wanita lanjut usia dan kelurga yang memiliki riwayat penyakit ini. Tanda penyakit kanker ovarium biasanya muncul saat kondisi stadium lanjut.

Gejala penyakit reproduksi ini yang muncul diantaranya sakit perut, sering buang air kecil, vagina mengeluarkan darah, punggung bagian bawah sakit, dan lainnya. Jika merasakan gejala kanker ovarium itu, segeralah ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Vaginitis

Vaginitis merupakan penyakit sistem reproduksi wanita. Infeksi jamur Candida albicans, bakteri gardnerella, dan parasit Trichomonas vaginalis menjadi salah stau penyebab vaginitis. Vagina pada wanita penderita vaginitis biasanya mengalami ruam kemerahan, mengeluarkan bau tidak sedap, dan pendarahan.

Selain itu, area sekitar vagina juga terasa gatal sekaligus nyeri. Kalau gejala vaginitis ini anda rasakan selama beberapa hari, segeralah memeriksakan diri. Jangan biarkan penyakit lama-lama bersarang di tubuh anda. Terlebih lagi penyakit reproduksi.

Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)

Wanita dengan riwayat penyakit sistem reproduksi PCOS cenderung sulit hamil karena menghasilkan hormon androgen dalam jumlah yang banyak. Tak hanya itu, Anda juga bisa mengalami menstruasi yang tidak teratur. Penyebab PCOS biasanya karena genetik dan jumlah hormon insulin yang tinggi. 

Endometriosis

Penyakit reproduksi endometrium biasanya muncul dengan adanya jaringan yang tumbuh di luar rahim. Jaringan ini secara nomal membentuk lapisan yang berada di dalam dinding rahim.

Akibatnya, muncul rasa nyeri pada saat menstruasi dan hubungan seksual. Selain itu, wanita juga akan mengalami pendarahan yang cukup banyak saat menstruasi. Lebih baik konsultasikan kepada dokter agar anda bisa mengatasi gejala-gejala endometriosis yang muncul, terutama saat menstruasi.

Sifilis

Berikutnya, ada sifilis yang termasuk penyakit sistem reproduksi pria dan sering disebut juga dengan raja singa. Penyakit sifilis disebabkan oleh bakteri Reponema pallium yang ditularkan melalui hubungan seksual dan transfusi darah.

Selain alasan tersebut, sifilis muncul karena adanya kontak secara fisik dengan luka pada penderita. Pengobatan sifilis biasanya dilakukan dengan antibiotik pinisilin.  Bagi pria yang sudah mengalami penyakit ini, sebaiknya hindari melakukan hubungan intim dengan orang lain. Sebab, bisa menularkannya.

Epididimitis

Tak hanya sifilis saja yang perlu diwaspadai, tapi pria juga harus mewaspadai penyakit reproduksi epididimitis. Penyebab epididimistis adalah infeksi bakteri, tuberkolosis, gondongan, endapan urin, dan infeksi dari penyakit menular seperti klamidia dan gnorhea.

Saluran epididimitis berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pengangkut sperma dari testis. Penyakit ini menyebabkan skrotum bengkak, testis terasa nyeri, keluar darah pada sperma, dan benjolan di sekitar testis.

Hipogonadisme

Selanjutnya, penyakit sistem reproduksi pada pria adalah hipogonadisme. Penyakit ini terjadi saat testis pria menghasilkan hormon testosteron dengan jumlah yang rendah. Agar jumlah testoteron normal, biasanya dokter memberikan terapi penggantian testosteron dengan gel, tablet dan suntik.

Baca juga : 6 Ramuan Herbal untuk Jantung Koroner yang Mudah Dibuat

Dengan kondisi tersebut, Anda bisa mengalami impotensi, penuruan gairah seksual, mudah lelah, penis dan testis tumbuh dengan lambat. Oleh karena itu, penting sekali waspada sejak dini. Ketika ada beberapa gejala hipogonadisme yang anda alami, segera periksa ke dokter.

Prostatitis

Terakhir, penyakit sistem reproduksi pada pria adalah prostatitis yang terjadi karena  prostat mengalami infeksi bakteri. Bakteri yang bisa menginfeksi prostat seperti Escericia coli, proteus, dan klebsiella. Gejala yang muncul dari penyakit ini adalah nyeri saat buang air kecil, penurunan ejakulasi, dan disfungsi ereksi.

Infeksi bakteri ini juga bisa mengakibatkan keluarnya darah pada saat buang air kecil dan air mani. Rata-rata pria yang mengalami prostitis berada pada rentang usia 30 sampai 50 tahun. 

Itulah beberapa penyakit sistem reproduksi manusia baik wanita dan pria yang wajib Anda waspadai. Dengan mengetahui informamsi ini, Anda akan lebih mengenali kondisi tidak normal dari sistem reproduksi Anda.

About Vita

Seorang introvert yang suka menulis

Check Also

penyakit kulit langka

10 Jenis Penyakit Kulit Langka yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya permasalahan kulit seperti jerawat, panu, ataupun gatal-gatal. Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *