Penyakit Addison, Inilah 2 Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

By

Sumbersehat.com – Penyakit Addison adalah adanya gangguan kelenjar penghasil hormon atau endokrin. Penyakit ini dapat terjadi pada perempuan maupun laki-laki usia 20 sampai 50 tahun.

Kondisi ini bermula dari kelenjar adrenal yang berfungsi dalam menghasilkan berbagai hormon terganggu. Terutama hormon kortisol yang penting dalam mengatur metabolisme tubuh dan kadar gula darah.

Akibatnya, proses pencernaan, penyerapan dan pengubahan makanan menjadi energi lambat. Kondisi ini berpengaruh terhadap berat badan dan kesehatan Anda. Lebih lengkap tentang penyakit Addison, simak yuk ulasannya!

Penyebab Penyakit Addison

Addison Disease disebabkan oleh kerusakan kelenjar adrenal yang menyebabkan jumlah kortisol tidak cukup untuk proses metabolisme dan pengaturan gula darah. Kegagalan ini dikarenakan adanya gangguan kelenjar dengan mekansime kerja tertentu. Berikut penyebab penyakit Addison:

1. Insufisiensi Adrenal Primer

Pada kondisi ini, kelenjar adrenal dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh sendiri atau sering disebut autoimun. Autoimun menganggap kelenjar adrenal sebagai benda asing yang mengganggu tubuh dengan membentuk antibodi untuk menyerangnya.

Antibodi menyerang kelenjar adrenal dari lapisan luar secara perlahan hingga hancur. Saat kelenjar adrenal hancur, akibatnya terjadi penurunan produksi glukokortikoid dan mineralokoid. Glukokortikoid dalam tubuh berfungsi dalam mengatur gula darah (kortisol).

Sedangkan mineralokortokoid (aldosteron) berperan dalam mengatur natrium, dan keseimbangan air dan garam. Mineralokortokoid termasuk bagian dari sistem ranin-angiotensin yang menjaga keseimbangan cairan tubuh dan tekanan darah.

Baca juga : 13 Manfaat Adas Bagi Kesehatan, Nomer 3 Penting Diketahui!

2. Insufisiensi Adrenal Sekunder

Penyebab penyakit Addison pada kondisi ini berawal dari rendahnya adrenokortikotropik (ACTH) oleh kelenjar pituitari. Hal ini memicu produksi kelenjar adrenal yang rendah, tetapi tidak berpengaruh terhadap mineralokortokoid.

Sementara itu, hormon glukokortikoid menghalangi pengeluaran kortikotropin atau corticotropin-releasing hormone (CRH) yang berfungsi dalam merespon stres baik fisik maupun emosional dan ACTH.

Ada penyebab lain dalam insufisiensi adrenal sekunder seperti peningkatan kelenjar kanker. Akibatnya ACTH hilang secara tiba-tiba dan harus dilakukan terapi pemasangan hormon sampai ACTH dan kelenjar kortisol kembali seperti semula. Jika kondisi sudah normal, hormon pengganti dilepas.

Gejala Penyakit Addison

Tanda-tanda yang muncul pada penyakit Addison cenderung terlihat lambat. Bahkan dapat berjalan hingga beberapa bulan lamanya. Akibatnya, penderita tak acuh terhadap gejala yang muncul dan semakin stres. Padahal tingkat stres sendiri dapat memeperburuk kondisi pasien.
Gejala yang umum dialami oleh penderita penyakit Addison antara lain:

  • Warna kulit menghitam
  • Kadar gula darah rendah
  • Kelelahan yang berkepanjangan,
  • Tertarik mengkonsumsi garam,
  • Nafsu makan turun,
  • Depresi,
  • Rambut rontok.

Ada gejala Addison lain yang harus Anda tahu, yaitu perut terasa nyeri, tekanan darah rendah, nyeri sendi dan otot, mual, muntah, dan diare. Apabila Anda mengalami gejala-gejala penyakit Addison tersebut, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Cara Mengatasi Penyakit Addison

Apabila Anda memiliki penyakit Addison, sebaiknya lakukan prosedur pengobatan yang dianjurkan oleh dokter. Penting juga untuk patuh dan konsisten dalam pengobatan agar penyakit tidak semakin parah.

Mengingat terapi penggantian hormon sampai terbentuk kembali secara normal, Anda tidak bisa mengabaikan aturan pengobatan dari dokter. Pengobatan penyakit ini dilakukan dengan mengganti hormon-hormon yang tidak bisa diproduksi oleh kelenjar adrenal.

Kortisol dalam tubuh dengan obat hidrokortisol dan glukokortikoid sintesis. Sedangkan aldesteron diganti dengan obat mineralokortikoid yang biasanya disebut dengan florinef atau fludrocortisone acetate.

Apabila Anda mengalami penyakit Addison karena insufisiensi adrenal sekunder, maka terapi yang dilakukan dengan meningkatkan asupan garam. Hal ini karena aldosteron tetap dipertahankan sehingga tidak membutuhkan terapi pada aldesteron tersebut.

Baca juga : 25 Manfaat Serai Bagi Kesehatan, Nomer 4 Paling Berarti!

Terapi lain pada penyakit Addison adalah suntikan cairan intravena hidrokortison, gula dalam bentuk dekstrosa, dan garam. Ketiga cairan ini berfungsi dalam meningkatkan tekanan darah dan gula darah serta menurunkan tingkat natrium.

Lebih lengkap tentang penanaganan dan penyembuhan penyakit Addison, sebaiknya anda dapat berkonsultasi pada dokter. Memang penyakit ini cukup berbahaya, tapi bukan berarti tidak bisa sembuh. Kalau berusaha, pasti ada jalannya.

Itulah uraian penyebab, gejala, dan cara mengatasi penyakit Addison. Apabila Anda atau keluarga, mengalami beberapa gejala di atas, jangan anggap remeh. Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter, sehingga bisa diatasi dan ditangani secara tepat.

Ikuti terus informasi kesehatan, manfaat tumbuhan hingga obat herbal berbagai penyakit hanya di Sumber Sehat.

Tinggalkan komentar