Organisasi Kesehatan Dunia: Apakah WHO Gagal Tangani Corona?

sumbersehat.com – Organisasi kesehatan dunia atau WHO adalah organisasi kesehatan yang berperan sebagai lembaga yang mengatur kesehatan umum dalam skala internasional. WHO atau kepanjangan dari World Health Organization berdiri pada tanggal 7 April 1948 dan saat ini memiliki kantor pusat di Jenewa, Swiss. WHO adalah salah badan dari anggota perserikatan bangsa-bangsa atau PBB. Tugas utama dari WHO sendiri adalah untuk membasmi penyakit dalam skala internasional atau dunia.

Pada tahun 2020 ini, organisasi kesehatan dunia banyak mendapat kritikan dari berbagai pihak terkait penanganan virus Corona yang dianggap gagal ditangani. Hal ini terjadi karena banyaknya korban yang terjangkit virus corona. Pada tanggal 4 November 2020 sudah tercatat 47 juta orang terjangkit virus Corona dan 1,2 juta orang meninggal. Banyaknya kasus korban yang terjangkit tersebut membuat WHO dianggap gagal tangani virus Corona. Kenapa bisa WHO dianggap gagal?

organisasi kesehatan manusia

Cara kerja WHO terkait penyebaran virus

Untuk mencegah menyebarnya suatu virus atau penyakit, organisasi kesehatan dunia WHO harus menerima laporan terlebih dahulu dari salah satu negara anggota yang terindikasi menjadi sumber utama virus. Setelah itu, WHO akan mengirimkan tim ahli yang akan memberikan bantuan kepada negara anggota yang terjangkit. Terakhir adalah organisasi kesehatan dunia WHO akan berkoordinasi dengan negara anggota lain guna mencegah penyebaran virus.

Namun, tidak mudah untuk menerima laporan dari negara anggota yang mungkin terdampak virus pertama kali. Bisa saja negara pertama yang terdampak virus tersebut menyembunyikan keberadaan virus mematikan sehingga laporan ke organisasi kesehatan dunia akan terhambat. Ini akan menyebabkan negara-negara lain akan kesulitan melakukan pencegahan virus.

Keberhasilan WHO tergantung dari negara anggota

Keberhasilan organisasi kesehatan dunia WHO untuk menangani suatu virus mematikan seperti virus Corona bergantung dari negara anggota yang pertama kali terdampak. WHO bukanlah suatu rumah sakit raksasa yang bisa menampung dan menangani berbagai macam penyakit yang ada di seluruh dunia. Keterbukaan dan komitmen dari negara anggota adalah faktor utama untuk tercapainya keberhasilan WHO dalam menangani kasus penyakit mematikan.

Apabila terdapat negara anggota yang dengan sengaja menyembunyikan salah satu penyakit mematikan. Ini akan menjadi hambatan serius bagi organisasi kesehatan dunia WHO karena tidak dapat mencegah penyebaran penyakit tersebut. WHO akan terlambat untuk memberi tahu negara anggota lain terkait dengan adanya virus atau penyakit menular. Simak juga 9 Rekomendasi Cemilan Sehat untuk Anak, Simak Baik-baik!

Apabila itu terjadi, penyebaran penyakit akan semakin cepat dan akan sulit untuk ditangani. Selain itu, apabila WHO gagal atau mendapatkan informasi yang salah dari negara anggota akan menyebabkan masalah yang lebih fatal. Semua masalah tersebut akan tertangani apabila negara anggota menyampaikan laporan terkait virus menular dengan tepat waktu.

WHO akan lebih tepat waktu dalam menyampaikan pencegahan kepada negara anggota lain agar penyebaran virus terhambat. Lebih lagi, WHO akan cepat menangani dengan mengirim tim ahli ke negara anggota yang terdampak. Dengan demikian, penyebaran virus akan terhambat dan ditangani dengan cepat.

Anggaran yang terbatas

Organisasi kesehatan dunia mempunyai anggaran belanja yang bisa di dapat dari dan iuran wajib dari negara anggota yang tergabung. Dana iuran wajib dari negara anggota akan digunakan WHO dengan leluasa sesuai dengan tujuan utama dari WHO. Selain dari iuran wajib dari negara anggota, WHO juga bisa mendapat dana anggaran belanja dengan cara lain.

WHO bisa mendapatkan anggaran belanja dari dana sukarela yang diberikan oleh organisasi, aktor negara, yayasan dan perusahaan. Masalahnya adalah dana yang diperoleh dari sukarelawan hanya akan bisa digunakan dengan persetujuan dari donatur yang memberikan dana.

Semenjak krisis pada tahun 2008, organisasi kesehatan dunia WHO banyak bergantung dari dana iuran sukarela daripada iuran wajib. Ini karena dana sukarela jelas lebih banyak diberikan kepada WHO. Buktinya adalah 80% anggaran total dari WHO berasal dari dana sukarela dan sisanya adalah berasal dari iuran wajib negara anggota.

WHO hanya dapat menggunakan 20% anggaran yang jumlahnya sangat sedikit untuk digunakan dengan leluasa. Sedangkan 80% dari anggaran harus digunakan untuk memenuhi kepentingan permintaan donatur pemberi anggaran. Hal ini akan menjadi masalah besar karena bisa disimpulkan WHO hanya memprioritaskan kepentingan organisasi dari donatur pemberi dana sukarela dibandingkan memberantas penyakit mematikan yang telah menyebar.

Kurangnya dana adalah masalah utama dari segala masalah. Anggaran dana akan memperlancar proses pembelian segala sesuatu yang dapat mencegah atau menghambat penyebaran virus. Mungkin virus Corona tidak akan seperti ini penyebarannya apabila organisasi kesehatan dunia menjadikan virus ini sebagai masalah utama yang harus diselesaikan.

Masalah Politik di Organisasi Kesehatan Dunia

Pada awal januari 2020 organisasi kesehatan dunia WHO menyatakan bahwa mereka menerima dara tidak ada penyakit menular dari manusia ke manusia terkait penyakit mematikan. Sementara itu berdasarkan media nasional yang ada di tiongkok, dijelaskan bahwa terdapat penyakit misterius yang dapat menular dari manusia ke manusia.

Seharusnya yang dilakukan WHO adalah memberitahu negara anggota agar waspada dengan penyakit atau virus baru ini. Selain itu, pada awal tahun 2020 WHO mengatakan bahwa upaya penutupan kedatangan internasional seperti bandara tidak diperlukan. WHO juga mengatakan apabila kedatangan internasional ditutup akan memperburuk masalah virus corona.

Pernyataan WHO ini seperti membiarkan penyebaran virus Corona menjadi lebih cepat karena tidak ada batasan kedatangan internasional. Pemerintah Tiongkok pun sempat menuduh Amerika Serikat yang dianggap menyebarkan panik dan stikma buruk dengan kebijakannya. Mau info kesehatan lebih detail? simak disini!

Pernyataan yang berubah-ubah

Pada awalnya, organisasi kesehatan dunia WHO bersikeras bahwa virus Corona tidak bisa menyebar melalui udara. Namun pada bulan september 2020, WHO menyatakan bahwa virus Corona bisa menyebar atau menular melalui udara. Ini bisa menjadikan masyarakat bingung terkait dengan kebenaran pernyataan dari WHO.

Selain itu, WHO juga lambat memberi instruksi status darurat kesehatan global terkait wabah virus Corona. Di luar pembahasan mengenai WHO yang gagal menangani virus Corona, negara-negara anggota terutama di Indonesia saat ini harus lebih bisa menangani dengan baik dan benar. Indonesia sendiri pada akhir September tercatat masuk ke dalam 14 besar dari seluruh dunia mengenai kasus paling banyak terdampak virus Corona.

Indonesia saat ini sangat lamban dalam menangani virus Corona. Tentunya indonesia memiliki masalah yang hampir sama dengan yang dialami dengan organisasi kesehatan dunia WHO. Kita sebagai orang biasa harus patuh dengan anjuran WHO terkait penangan pencegahan virus Corona. Selalu menjaga kebersihan badan, menjaga jarak saat berada di kerumunan, selalu memakai masker apabila sedang berada di luar rumah.

Semoga virus Corona ini cepat selesai ditangani agar kita bisa hidup normal seperti sedia kala tanpa ada batasan-batasan. Yang paling penting adalah jangan lupa patuhi protokol kesehatan yang berlaku. Semoga artikel ini dapat membantu wawasan dan ilmu pengetahuan pembaca sekalian.

About Vita

Seorang introvert yang suka menulis

Check Also

hamil 5 minggu

Hamil 5 Minggu? Perhatikan Beberapa Panduan Ini!

sumbersehat – Bagi banyak pasangan baru, kehamilan adalah hal luar biasa. Sehingga tidak heran jika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *