Obat Sakit Lambung yang Sering Diresepkan Dokter di Apotek

Obat Sakit Lambung yang Sering Diresepkan Dokter di Apotek – Sakit maag dalam dunia medis juga sering dikenal dengan sebutan gastritis atau peradangan pada lambung. Kondisi ini tentunya sangatlah mengganggu dan kadang menyebabkan rasa kurang nyaman. Ditambah lagi jika mulai muncul rasa nyeri, melilit, hingga nyeri pada ulu hati. Nah, salah satu cara yang cepat dan aman untuk mengatasinya adalah dengan mengonsumsi obat sakit lambung.

Obat ini bisa bisa dengan mudah anda jumpai di apotek, mulai jenis obat yang dijual bebas hingga obat dengan resep dokter. Mengonsumsi obat maag ini efeknya sangat cepat dalam meredakan gejala maag yang muncul mendadak. Namun apabila setelah mengonsumsinya gejala penyakit asam lambung tidak lekas mereda ataupun sembuh, sebaiknya segeralah memeriksakan diri ke dokter.

Karena obat sakit lambung dari dokter bisa disesuaikan dengan penyebab penyakit maag yang anda derita. Terkadang pula, dosis yang ada di dalam obat resep juga memiliki dosis yang lebih kuat dibanding obat bebas. Ketika mengalami gejala penyakit maag, dokter biasanya akan meresepkan beberapa obat berikut ini.

Daftar Obat Sakit Lambung sesuai Resep Dokter

  1. Obat penguat sfingter esofagus bawah

Baclofen (Lioresal®) merupakan obat yang mampu meregangkan otot dan menjadi obat antispastik. Pemakaiannya ditujukan untuk memperkuat kerongkongan bagian bawah supaya tidak terlalu mengedur atau jarang berelaksasi. Karena jika katup kerongkongan mengalami relaksasi, kondisi ini akan membuat asam lambung lebih mudah untuk naik menuju kerongkongan.

obat sakit lambung
obat sakit lambung

Sehingga kondisi seperti bisa merangsang munculnya sensasi panas dan nyeri di dada atau heartburn. Rasa nyeri ini sangat identik pada para pengidap GERD yang menjadi gejala penyakit lambung. Namun perlu anda ketahui jika efek samping obat sakit lambung bacoflen tersebut mampu membuat tubuh mudah lelah yang disertai rasa mual.

  1. Obat prokinetik

Obat untuk sakit maag selanjutnya adalah prokinetik yang biasa diresepkan oleh dokter. Obat ini berfungsi membantu organ pencernaan dalam proses pengosongan sistem cerna dengan lebih cepat dan lebih baik. Fungsi lainnya yakni mampu menguatkan otot di katup kerongkongan bawah supaya tidak mudah mengalami relaksasi, seperti obat Baclofen (Lioresal®). Ada beberapa obat-obatan prokinetik lain yang pemakaiannya harus menggunakan resep dokter.

Obat sakit lambung tersebut antara lain seperti bethanechol (Urecholine) maupun obat metoclopramide (Reglan). Kedua pilihan obat tersebut cukup efektif dalam mengatasi gejala maag akibat naiknya asam lambung. Namun tentu saja, obat ini juga mempunyai efek samping bagi tubuh seperti depresi, kecemasan, kelelahan, lemas, serta gerakan tubuh tidak normal. Selain itu, muncul juga efek samping pada sistem pencernaan seperti mual dan diare. Sehingga selalu pastikan anda mengonsumsi obat sesuai aturan yang dianjurkan dokter.

  1. H – 2 receptor blockers menggunakan resep

H-2 receptor blockers yang hanya bisa dibeli memakai resep memiliki fungsi dalam mengurangi rasa mulas maupun nyeri akibat naiknya asam lambung. Beberapa obat tersebut antara lain seperti cimetidine (Tagamet HB200®), famotidine (Pepcid®), ranitidine (Zantac®), dan juga obat nizatidine (Axid®). Kandungan zat yang ada di dalamnya mampu menekan produksi asam lambung, terlebih ketika anda baru saja mengonsumsi makanan.

Oleh karenanya, sebaiknya konsumsi obat sakit lambung ini sekitar 3 menit sebelum memulai makan. Selain sebelum makan, Anda juga dapat mengonsumsi obat-obatan tersebut sebelum tidur. Fungsinya adalah untuk menekan produksi asam lambung yang naik di malam hari.

Pemakaian obat-obatan tersebut biasanya dapat ditoleransi dengan sangat baik oleh tubuh penderita penyakit maag.

Tetapi anda harus tetap berhati-hati, terlebih jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang cukup panjang. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan resiko defisiensi atau kekurangan vitamin B12 dalam tubuh. Efek samping lainnya yang mungkin terjadi yaitu munculnya rasa sakit kepala,  flu, sakit pada tenggorokan, serta gangguan pencernaan seperti diare dan mual.

  1. Obat agen sitoprotektif

Obat agen sitoprotektif berfungsi melindungi lapisan usus dan sistem cerna dalam tubuh. Mengonsumsi obat sakit lambung ini tidak boleh asal, karena perlu disesuaikan dengan kondisi penyakit. Beberapa obat agen sitoprotektif yang biasa diresepkan oleh dokter seperti sucralfate (Carafate) dan juga misoprostol (Cytotec). Tentu saja obat-obatan tersebut hanya bisa didapatkan atas resep dan anjuran dari dokter.

  1. Proton pump inhibitors atau PPI

Obat-obatan PPI ada yang memerlukan resep dan tanpa resep dari dokter. Untuk PPI yang memerlukan resep tentunya mempunyai dosis obat yang lebih besar dibandingkan obat PPI yang bebas diperjual belikan. Beberapa contoh obat-obatan PPI yang memerlukan resep dari dokter seperti esomeprazole (Nexium®) dan juga lansoprazole (Prevacid®). Selain itu, ada juga obat-obatan lain seperti omeprazole (Prilosec, Zegerid®), dexlansoprazole (Dexilant®, pantoprazole (Protonix®), dan juga obat-obatan rabeprazole (Aciphex®).

Berbagai jenis obat sakit lambung PPI tersebut dapat mengobati rasa sakit akibat maag beserta gejala yang dialami. Misalnya saja munculnya gejala tukak lambung atau GERD. Sistem kerja obat-obatan PPI ini adalah dengan menurunkan kadar asam lambung dan menghambat sel yang memproduksi cairan asam. Waktu yang tepat untuk mengonsumsi obat ini adalah 1 jam sebelum mengonsumsi makanan. Simak obat ampuh lainnya disini.

Obat PPI biasanya memiliki toleransi yang baik terhadap kondisi tubuh penderitanya. Meski begitu, terkadang obat PPI juga bisa mengakibatkan terjadinya beberapa efek samping. Misalnya saja seperti diare, sakit pada kepala, mual, serta menyebabkan defisiensi atau kekurangan vitamin B12 yang dialami tubuh. Maka dari itulah anda perlu mengonsumsi obat ini sebelum makan atau saat perut masih kosong.

  1. Antibiotik

Antibiotik adalah salah satu obat sakit lambung yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri. Bakteri yang menjangkit sistem pencernaan sehingga menyebabkan gejala maag tersebut adalah Heliobacter pylori atau H. pylori. Antibiotik ini tidak dapat diminum sembarangan, sehingga harus sesuai anjuran dokter. Konsumsi antibiotik secara sembarangan dan dengan frekuensi tidak teratur, bisa menyebabkan bakteri menjadi kebal.

Itulah alasannya mengapa penggunaan antibiotik harus selalu diresepkan oleh dokter. Karena dokter dapat memastikan apakah kondisi penyakit lambung tersebut disebabkan oleh bakteri atau bukan. Dokter akan meresepkan berapa dosis, frekuensi, serta lama pemakaian sesuai kondisi penderita.

Beberapa obat maag yang biasa diresepkan dokter untuk membunuh bakteri antara lain seperti amoxilin (Amoksil®) dan klaritromisin (Biaxin®). Selain itu, obat antibiotik lain seperti metronidazole (Flagyl®), tetracycline (Tetrasiklin HCL®), tinidazole (Tindamax®) serta levofloxacin (Levaquin®) juga seringkali diresepkan. Pada kondisi maag tertentu, dokter akan meresepkan antibiotik yang disertai obat sakit lambung PPI.

Mengonsumsi obat sakit maag dari dokter haruslah mengikuti anjuran dan aturan pemakaian yang disarankan. Apalagi jika anda tengah mengonsumsi obat sakit lambung yang dijual bebas ataupun obat untuk penyakit lain. Perlu anda tahu jika mengonsumsi beberapa obat atau kombinasi bisa menyebabkan munculnya reaksi efek samping. Maka dari itu, pastikan menjelaskan kondisi kesehatan Anda pada dokter beserta konsumsi obat lain yang dikonsumsi.

About Aziza Linda Verra

Check Also

penyakit kulit langka

10 Jenis Penyakit Kulit Langka yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya permasalahan kulit seperti jerawat, panu, ataupun gatal-gatal. Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *