Obat Asam Urat Dalam Versi Generik dan Penanganan Gejalanya

By

Obat Asam Urat Dalam Versi Generik dan Penanganan Gejalanya. Sudah pasti banyak kalangan masih kurang mengerti bagaimana cara tepat untuk bisa mengurangi resiko terjadinya asam urat. Apalagi sekarang ada usia rentan yang bergeser dari rata-rata 40 tahunan ke atas sekarang sudah berkembang sampai ke usia 30 tahun ke bawah. Dari sinilah Anda bisa mencoba beberapa terapi sederhana kemudian mengikuti anjuran dokter ketika melakukan pengobatan secara medis.

Banyak kalangan menilai bahwa penggunaan obat generik masih bisa diandalkan untuk mengurangi gangguan asam urat. Apalagi sekarang gangguan asam urat ini masih mengganggu aktivitas sehari-hari dari setiap penderitanya. Sehingga harus ada penanganan secara cepat agar tidak memberi efek buruk pada aktivitas sehari-hari Anda.

obat asam urat
obat asam urat

Penggunaan obat asam urat harus melalui resep dokter. Sayangnya, penggunaan obat generik masih sering dilakukan tanpa gunakan resep sama sekali. Karena itu ada beberapa versi obat generik dan penanganan gejalanya. Sehingga untuk bisa menangani secara cepat biasanya penderita asam urat menggunakan jenis obat generik. Akan tetapi ada beberapa metode penanganan obat gejala asam urat hingga belum sampai menggunakan jenis obat khusus untuk menangani asam urat.

Berikut ada Obat Asam Urat Versi Generik dan Penanganan Gejalanya

Allopurinol

Pada jenis obat generik pertama bisa berguna untuk menurunkan kadar asam urat secara cepat yakni Allopurinol. Bagi penderita asam urat pastinya sudah familiar dengan obat generik satu ini. Kemudian Allopurinol sendiri menjadi obat penghambat dari satu enzim Xantin Oksidase. Sehingga kinerja dari Allopurinol sendiri adalah mengurangi kadar asam urat berlebih dalam waktu cepat. Kemudian bisa juga menghambat dari kinerja enzim Xantin Oksidase yang mana menjadi pencetus asam urat.

Salah satu obat asam urat paling populer saat ini harus dikonsumsi sesuai dosisnya. Untuk itulah kadar dari konsumsi Allopurinol ini tidak seallu sama dengan rentan dosis 50-600mg per harinya. Kemudian dari kadar asam urat normal masih bisa didapatkan hanya dalam satu bulan pengobatan saja. Namun penggunaan obat satu ini masih menimbulkan efek samping yakni reaksi alergi, kemudian bercak kemerahan pada kulit. Karena itu bagi penderita asam urat yang memiliki gangguan fungsi ginjal sebaiknya berhati-hati.

Probenesid

Masih tersedia obat khusus gangguan asam urat lainnya yakni Probenesid. Dari obat ini digunakan untuk mengeluarkan asam berlebih melalui urin. Kemudian ada juga kinerja dari Probenesid yakni menghambat penyerapan kembali asam urat melalui tubulus proksimal. Karena itu penggunaan Probenesid ini harus menggunakan resep dokter. Sehingga untuk kadar penggunaannya bisa dalam dosis 2 x 250mg per hari selama satu minggu, kemudian ditingkatkan dosisnya 2 x 500mg per hari.

Ada beberapa efek samping dari penggunaan Probenesid yakni terjadinya gangguan sakit kepala ringan, kemudian gangguan pada saluran pencernaan, kemudian adanya reaksi alergi. Karena itu, pada penderita asam urat yang memiliki gangguan fungsi ginjal diharapkan tidak mengkonsumsi obat Probenesid. Sebagai obat asam urat Probenesid juga bisa dikonsumsi sebagai obat generik, namun sekarang penggunaan Probenesid ini harus dipantau dan melalui persetujuan dokter.

Sulfinpirazon

Masih ada salah satu obat khusus untuk menangani asam urat yakni Sulfipirazon yang mana dikonsumsi untuk meningkatkan pengeluaran asam melalui urin. Cara kerjanya hampir sama seperti Probenesid, akan tetapi dari dosis konsumsi per harinya dianjurkan 2 x 100-200mg per harinya. Sedangkan dari peningkatan dosis setiap hari bisa dilakukan dalam takaran 400mg per hari.

Dari konsumsi jangka panjang Sulfinpirazon ini bisa menimbulkan efek samping yakni Leucopenia, kemudian gangguan berat pada fungsi saluran pencernaan. Untuk itulah konsumsi dari obat asam urat ini bisa dilakukan dengan resep dokter. Bila pasien memiliki riwayat penyakit gangguan pencernaan seperti tukak lambung kemudian ada gangguan fungsi ginjal sebaiknya hindari penggunaan Sulfinpirazon.

Obat Pereda Nyeri

Pada tahapan pencegahan ataupun pengobatan gejala asam urat masih belum perlu mengkonsumsi obat seperti di atas. Akan tetapi, biasanya dari pihak dokter akan memberikan obat pereda rasa nyeri ataupun antinyeri. Bahkan dari obat generiknya biasa menggunakan ibuprofen, kemudian antalgin, dan asam mefenamat. Dari konsumsi obat tersebut sudah umum dilakukan, kemudian dari dosisnya juga sesuai aturan dokter.

Beberapa pereda nyeri untuk menangani asam urat tentu saja masih butuh panduan dari dokter. Karena setiap obat asam urat tentu saja harus menggunakan tahapan dari komposisi aturan konsumsi. Kemudian dari sisi penggunaan obat tambahan yang bisa saja ditambahkan untuk cepat meredakan rasa nyeri akibat asam urat.

Obat Antiinflamasi

Bukan hanya menggunakan obat pereda nyeri saja, akan tetapi dari penggunaan obat antiinflamasi juga sering digunakan untuk mengurangi rasa sakit kemudian dari radang sendi asam urat juga bisa dikonsumsi. Beberapa pihak menyarankan obat generik untuk mengobati inflamasi pada penderita asam urat diantaranya Dexametason, Metilprednisolon, dan Prednison. Ketiga obat tersebut sudah umum digunakan untuk penderita asam urat, sehingga dari penggunaannya bisa dilakukan sesuai aturan pakai.

Pada gejala asam urat yang cukup parah, akan diberikan obat asam urat dalam dosis lebih tinggi. Namun, tetap saja dari penggunaan obat khusus asam urat tersebut harus melalui aturan dan resep dari pihak dokter. Meskipun masih menggunakan obat generik, tetap saja dari kualitas dan manfaatnya sendiri jauh lebih mudah dirasakan hingga digunakan sampai sekarang.

Mengurangi Konsumsi Makanan Pencetus Asam Urat

Selain menggunakan obat khusus untuk asam urat, Anda bisa menggunakan beberapa panduan penting terutama pada beberapa metode sederhana seperti mengurangi konsumsi makanan pencetus asam urat. Rata-rata gangguan asam urat disebabkan oleh konsumsi makanan berlebih dengan kadar purin tinggi. Oleh sebab itu Anda perlu selektif dalam menentukan jenis makanan yang harus dihindari agar asam urat tidak terjadi.

Baca juga artikel menarik lainnya : disini

Pencetus asam urat memang bisa ditangani dengan konsumsi obat asam urat. Hanya saja ada beberapa hal baru membuat Anda bisa lebih sehat tanpa harus mengkonsumsi obat salah satunya dengan mengurangi konsumsi udang, daging unggas, daun singkong, bayam, kacang, kangkung, biji melinjo, dan tahu serta tempe. Walaupun ada banyak daftar makanan pencetus asam urat, tetap saja masih bisa dikonsumsi asalkan Anda bisa mengatur kadarnya agar tidak berlebihan.

Perbanyak Minum Air Putih

Sebagai langkah pencegahan perlu dilakukan guna mengurangi resiko terjadinya asam urat pada usia muda salah satunya dengan memperbanyak konsumsi air putih. Dari sinilah kita bisa melihat bahwa konsumsi air putih ini biasa dilakukan agar kadar asam urat di dalam tubuh bisa ikut keluar melalui urin. Jadi sekarang menggunakan tipe obat asam urat generik akan jauh lebih maksimal dan harusnya Anda melakukan gaya hidup sehat tanpa mengkonsumsi makanan pencetus terjadinya asam urat. Karena itulah sekarang Anda bisa melihat bagaimana metode sederhana sekaligus efektif untuk mengurangi efek asam urat di dalam tubuh. Sampai akhirnya tidak perlu gunakan obat asam urat karena memiliki efek samping.

Tinggalkan komentar