Obat Asam Urat Beserta Interaksi Obat dan Efeknya

Obat Asam Urat Beserta Interaksi Obat dan Efeknya – Asam urat adalah penyakit yang dialami oleh penderita dengan kadar asam urat tinggi, sehingga memunculkan masalah ginjal dan rasa nyeri pada sendi. Gejala yang muncul biasanya disebabkan karena tubuh gagal membuang kelebihan asam urat dalam darah. Akibatnya, sisa asam urat akan menyebabkan penumpukan pada bagian bagian tertentu seperti sendi. Misalnya saja sendi jari, lutut, maupun siku yang akan menimbulkan rasa nyeri hebat.

Gejala yang dialami tersebut dapat diatasi dengan obat-obatan yang telah diresepkan dokter. Namun dalam mengonsumsinya tidak boleh sembarangan, lantaran bisa menimbulkan efek samping dan interaksi obat seperti berikut. Meski tidak dialami oleh setiap orang, tapi efek samping ini perlu untuk diwaspadai. Terlebih bagi mereka yang memiliki alergi terhadap obat-obatan tersebut, serta mengalami penyakit tertentu. Karena mengkonsumsi obat asam urat tidak boleh dibarengi dengan pengobatan lain yang bisa memunculkan interaksi obat.

obat asam urat
obat asam urat

Obat Asam Urat Yang Bisa Kamu Gunakan

ObatProbenecid

Probenecid merupakan salah satu obat penyakit asam urat yang bekerja dengan mekanisme pengeluaran asam urat berlebih pada tubuh lewat urin. Ketika mengkonsumsi obat ini penderita sangat disarankan menambah asupan air minum hingga 2 liter per hari. Namun penggunaan obat ini tidak disarankan untuk dikonsumsi, saat peradangan pada sendi mengalami kambuh.

Dokter akan menyarankan untuk mengonsumsi probenecid sesudah rasa nyeri di sendi mulai reda. Perlu anda tahu, pemakaian probenecid bisa meningkatkan resiko interaksi jika dikonsumsi bersama obat lain. Berikut ini interaksi obat dan resikonya bagi tubuh.

  • Methotrexate mampu meningkatkan resiko timbulnya efek samping yang dirasakan.
  • Paracetamol, indometacin, ketoprofen, naproxen, rifampicin, dan juga aspirin akan beresiko mengurangi efektifitas dari probenecid.
  • Antibiotik sulfonamida bisa meningkatkan resiko terjadinya gangguan pada organ ginjal.

Pemakaian probenesid juga dapat menimbulkan efek samping pada tubuh seperti,

  • Maag
  • Mual muntah
  • Kulit kemerahan
  • Terjadi pembengkakan dan rasa nyeri pada gusi
  • Pusing
  • Kerontokan
  • Sementara pada kasus yang parah, penderitanya bisa mengalami efek samping seperti berikut ini.
  • Demam/menggigil
  • Mengalami memar atau perdarahan di bawah kulit
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Gangguan fungsi hati
  • Munculnya reaksi alergi seperti gatal-gatal, ruam, sesak nafas, serta pada bagian bibir wajah dan juga lidah mengalami bengkak.

Obat Allopurinol

Fungsi dari Allopurinol juga hampir mirip dengan obat probenesid dalam menurunkan kadar asam urat darah, yaitu dengan menghambat senyawa xanthineoxidase. Namun sebelum mengkonsumsi obat ini, sebaiknya jelaskan pada dokter terkait riwayat penyakit yang anda miliki. Misalnya jika anda mempunyai riwayat penyakit atau gangguan ginjal. Karena obat asam urat Allopurinol ini bisa menimbulkan reaksi berlebih jika dikonsumsi oleh penderita dengan gangguan ginjal. Beberapa reaksi Allopurinol lainnya juga bisa meningkatkan interaksi jika dikonsumsi dengan obat-obatan berikut. 

  • Ciclosporin, teofilin, warfarin, amphisilin, amoxicillin, cyclophosphamide, dan juga obat diuretik golongan thiazide dapat meningkatkan efek samping yang dialami penderita.
  • Dapat menurunkan efektivitas dari obat methotrexate.

Obat Allopurinol memiliki efek samping dan bahaya yang bisa menimbulkan reaksi berbeda pada setiap penderita. Efek samping ringan yang biasa ditimbulkan Allopurinol seperti,

  • Mual
  • Gangguan pencernaan atau diare
  • Nyeri pada sendi
  • Sakit perut
  • Rasa mengantuk
  • Sedangkan untuk efek samping berat atau kasus yang serius yang mungkin terjadi, misalnya seperti gejala berikut.
  • Kelelahan
  • Meriang
  • Kesulitan dalam menelan dan kehilangan nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Nyeri perut kanan atas
  • Kulit tampak kekuningan
  • Ruam kulit

Jika sudah mengalami gejala atau efek samping yang berat seperti ini, sebaiknya segera hentikan pemakaianobat asam urat. Segeralah periksakan diri ke dokter dan jelaskan seluruh efek samping yang anda alami.

ObatFebuxostat

Febuxostat merupakan obat asam urat bergolonganxanthineoxidase inhibitor yang sistem kerjanya menghambat pembentukan asam urat. Asam urat ini bisa terjadi karena adanya aktifitas enzim xantineoksidase yang mengubah purin, sehingga terbentuk asam urat. Selain itu, Febuxostat mampu mencegah munculnya serangan gout yang dialami penderitanya.

Konsumsi febuxostat ditujukan untuk menurunkan timbulnya gejala seperti pembengkakan, nyeri, panas, kemerahan, serta kekakuan sendi. Dokter biasanya akan mempertimbangkan pemberian resepobat asam urat Febuxostat bagi pasien yang memiliki riwayat penyakit tertentu, serta mengonsumsi obat lain seperti berikut.

  • Mercaptopurine /Azathioprine
  • NSAID
  • Probenecid
  • Antasida

Selain interaksi obat, febuxostat juga dapat menimbulkan reaksi alergi pada penderita. Meski jarang dialami oleh penderita, tapi beberapa orang terkadang mengalami efek samping seperti berikut.

  • Perut nyeri dan terasa begah
  • Tinja menghitam
  • Perdarahan hidung
  • Mulut kering
  • Jantung berdebar
  • Kelelahan
  • Mengalami batuk
  • Urin berwarna gelap, serta frekuensi dan jumlahnya menurun
  • Diare
  • Pembengkakan sendi
  • Ruam kulit

Selain efek samping tersebut, febuxostat juga menimbulkan bahaya atau efek samping yang serius. Beberapa gejala yang biasa timbul misalnya pingsan demam, mual berlebih, serta nyeri dada yang melebar hingga lengan dan bahu. Apabila anda mengalami kondisi seperti ynag dijelaskan di atas, lebih baik segeralah hubungi dokter atau periksakan diri ke pelayanan kesehatan.

Obat Pegloticase

Pegloticase adalah salah satu obat asam urat yang biasa digunakan jikalau obat lain sudah tidak efektif atau kurang ampuh dalam mengobati asam urat. Misalnya saja ketika dokter telah meresepkan obat lain namun tidak berhasil, barulah penderita disarankan untuk menggunakan Pegloticase. Pegloticase sendiri adalah sebuah enzim yang mampu mengolah asam urat atau “menjinakkannya”, sehingga bahan tersebut tidak lagi membahayakan tubuh.

Bahan sisa ini kemudian akan dibuang dari dalam tubuh melalui urine.Namun dokter akan terlebih dulu melakukan pemeriksaan, apakah kondisi anda memiliki riwayat alergi pada kandungan zat yang ada di dalam obat asam urat ini. Penderita yang tidak disarankan mengonsumsi Pegloticase adalah mereka yang memiliki defisiensi enzim glukosa 6 fosfat dehidrogenase atau G6PD.

Selain itu, pasien dengan alergi Pegloticase juga bisa merangsang munculnya reaksi anafilaksis yang membahayakan nyawa. Pemberian obat ini pun juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi penderita asam urat. Misalnya saja pasien dengan asam urat kronis, akan dianjurkan pengobatan Pegloticase melalui suntik intravena.

Baca juga artikel menarik lainnya : disini

Mengalami penyakit asam urat seringkali menghambat penderita untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Terlebih jika gejala asam urat yang muncul tergolong serius, sehingga diperlukan penanganan yang lebih lanjut. Jangan sampai anda merasakan gejala yang lebih parah hingga mengalami kambuh. Anda bisa memeriksakan diri ke dokter dan mengonsumsi obat asam urat di apotik yang bisa mengurangi tingginya kadar asam urat dalam darah.

Beberapa jenis obat asam urat diatas hanya bisa anda konsumsi sesuai dengan resep yang dianjurkan. Apabila sekiranya anda kehabisan obat, sebaiknya kembalilah memeriksakan diri ke dokter untuk memantau perkembangan perawatan. Hindari untuk membeli obat yang sama langsung dari apotek tanpa anjuran dokter. Tujuannya adalah untuk menyesuaikan resep dan frekuensi konsumsi obat, sesuai dengan kondisi asam urat dan gout yang anda alami.

About Aziza Linda Verra

Check Also

cara minum buah zuriat untuk promil

Mau Tahu Cara Minum Buah Zuriat untuk Promil? Simak Yuk!

sumbersehat.com – Cara minum buah zuriat untuk promil, menarik untuk dibahas. Karena buah yang hidup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *