Obat Asam Lambung Mana Yang Lebih Baik? Antasida vs H2 Blocker vs PPI

Obat Asam Lambung Mana Yang Lebih Baik? Antasida vs H2 Blocker vs PPI. Sebagian besar orang yang pernah mengalami gejala asam lambung pasti mengenal obat-obatan apotek seperti antasida, h2 blocker, dan PPI. Tiga jenis obat ini dapat menawarkan bantuan cepat sekali pakai dan tersedia dalam berbagai merek yang bisa ditemukan di beberapa toko atau rantai grosir. Sebagian obat ini bekerja dengan menetralkan asam lambung, dan sebagian lainnya dapat membentuk penghalang atau memblokir naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Jika Anda sedang berjuang untuk mencegah dan mengobati penyakit asam lambung secara instan, maka inilah ulasan yang perlu Anda ketahui. Namun untuk catatan, setiap perawatan ini juga harus disertai dengan perubahan pola makan dan gaya hidup. Jadi usahakan untuk tidak telat makan, menghindari makanan atau minuman penyebab asam lambung, cukup tidur, menghindari stres, dan sebagainya.

Jenis Obat Asam Lambung Menurut Kebutuhannya

  1. Antasida, meringankan gejala secepat mungkin

Tidak seperti obat asam lambung lainnya, antasida bukanlah obat untuk mencegah dan mengobati asam lambung, melainkan hanya untuk mengurangi rasa sakitnya secepat mungkin. Biasanya antasida digunakan sebagai pegobatan pertama untuk meringankan gejala mulas yang ringan. Obat ini bekerja dengan mengurangi jumlah asam dalam perut Anda sehingga tidak naik ke kerongkongan. Biasanya ini bekerja dalam beberapa menit setelah diminum dan menawarkan bantuan yang lebih cepat dibandingkan obat lainnya.

Jenis obat antasida umumnya dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter. Obat ini tersedia dalam bentuk cair atau kemasan tablet yang dapat dikunyah. Sebagian besar obat ini biasanya mengandung salah satu dari aluminium hidroksida, kalsium karbonat, magnesium trisilikat, magnesium karbonat, atau kombinasi dari zat-zat ini. Mereka tersedia dalam beberapa merek seperti: Mylanta, Promag, Antasida Doen, Polysilane, Gastromag, Konimag, Magtral, Gastran, Maag Gel, dan sebagainya.

obat asam lambung
obat asam lambung

Obat asam lambung ini bisa meredakan sakit dalam waktu lima menit, namun kinerjanya hanya bekerja selama 30-60 menit. Selain itu, obat ini juga terkadang menyebabkan efek samping ringan seperti sembelit, mual, dan diare. Jadi jangan terlalu sering menggunakannya. Pastikan Anda juga mengikuti instruksi dosis yang tertera pada produk. Karena sebagian merek yang mengandung kalsium bisa menyebabkan batu ginjal jika dikonsumsi terlalu banyak. Dan jika gejala ini masih berlanjut dalam dua minggu, maka Anda mungkin memerlukan obat yang lebih kuat.

  1. H2 blocker, lebih kuat dari antasida

H2 blocker atau yang lebih dikenal sebagai penghalang histamin, adalah obat jangka pendek yang dapat mengurangi dan mencegah asam lambung berlebih. Jenis obat ini bekerja dengan cara memblokir histamin, salah satu agen yang dapat merangsang lambung untuk menghasilkan asam. Menurut National Institutes of Health Amerika, penghalang reseptor H2 ini dapat menurunkan sekresi asam lambung sebanyak 70 persen dalam waktu 24 jam. Jadi dengan mengurangi jumlah asam dalam lambung, maka jaringan yang rusak akan diberi waktu untuk sembuh.

Umumnya yang termasuk dalam obat asam lambung H2 blocker yakni: cimetidine, famotidine, dan ranitidine. Obat-obatan ini tersedia tanpa resep dan dengan resep dokter. Selain untuk mengurangi gejala penyakit refluks asam lambung (GERD), obat ini juga sering digunakan untuk meringankan gejala penyakit maag, tukak lambung, ulkus deodenum, dan sindrom zollinger-ellison (kondisi yang menyebabkan peningkatan produksi asam lambung).

Jika Anda memiliki gejala refluks ringan (terjadi kurang dari dua kali seminggu), maka Anda bisa memulai dengan famotidine atau cimetidine dosis rendah. Keduanya bisa bekerja lebih baik ketika diminum 10-60 menit sebelum makan. Perlu diingat bahwa obat ini hanya untuk jangka pendek. Jadi jangan meminum dosis harian secara terus menerus lebih dari 2 minggu, kecuali dengan saran dokter. Sementara itu, beberapa efek samping mungkin timbul saat Anda mengkonsumsi reseptor H2 ini, yang meliputi: diare, sulit tidur, lemas, mulut dan kulit kering, sakit kepala, nyeri otot, serta susah buang air kecil.

  1. PPI (Proton Pump Inhibitor), jika H2 blocker tidak bekerja

PPI (Proton Pump Inhibitor) adalah obat asam lambung yang bekerja dengan memblokir enzim yang memproduksi asam lambung. Enzim ini biasa disebut sebagai pompa proton dan dapat ditemukan dalam sel-sel dinding lambung. Dengan menghambat kinerja enzim ini, maka kadar asam lambung menjadi lebih sedikit sehingga dapat mengurangi gejala asam lambung dan memberikan waktu bagi jaringan esofagus yang rusak untuk pulih.

Yang termasuk dalam obat penghambat pompa proton ini yaitu omeprazole, pantoprazole, lansoprazole, dan esomeprazole. Semua jenis obat ini tersedia dengan resep dokter, namun Anda juga bisa menemukannya di apotek (kecuali pantoprazole). Obat ini bekerja dengan baik jika dikonsumsi 30-60 menit sebelum sarapan. Biasanya Anda bisa meminumnya sekali sehari selama 14 hari (kecuali ada saran dokter) dan efeknya bisa bertahahan hingga 4-12 minggu.

Meskipun efeknya bisa bertahan lama, namun jenis obat asam lambung PPI ini tidak bisa meringankan gejala secepat H2 blocker. Selain itu obat ini juga memiliki efek samping umum yang ringan seperti: sakit kepala, sakit perut, mual, diare, dan perut kembung. Namun beberapa penelitian menunjukkan jika risiko tertentu mungkin akan timbul untuk penggunaan jangka panjang, seperti: risiko patah tulang, hipomagnesemia (kekurangan kadar magnesium dalam darah), peningkatan risiko pneumonia dan demensia,  serta sindrom mirip lupus.

  1. Sukralfat, agen pelapis

Sukralfat adalah obat resep yang bisa Anda dapatkan dari dokter untuk mengobati gejala penyakit refluks asam lambung (GERD), maag, tukak lambung,  dan infeksi lambung. Cara kerja obat ini yaitu dengan membentuk lapisan pelindung di dinding lambung dan mencegahnya dari iritasi serta radang yang diakibatkan oleh asam lambung berlebih. Jenis obat ini cukup aman, namun manfaat jangka panjangnya masih belum jelas. Biasanya obat ini tersedia dalam bentuk sirup dan dapat digunakan bersama jenis obat maag lainnya. Simak obat ampuh lainnya disini.

  1. Metoclopramide, agen motilitas

Jenis obat asam lambung lainnya yang harus didapatkan dari resep dokter yaitu metoclopramide. Obat ini dapat meningkatkan kontraksi esofagus (otot saluran pencernaan bagian atas) secara normal dan membantu mengosongkan perut lebih cepat. Dengan begitu, obat ini dapat mendorong makanan lebih cepat ke usus untuk menghindari rasa mual akibat asam lambung. Biasanya obat ini digunakan untuk maag yang muncul setelah makan atau mencegah mual akibat kemoterapi. Untuk efek sampingnya meliputi: kantuk, agitasi, dan tremor.

Meskipun jenis obat asam lambung di atas mampu bekerja untuk menetralkan dan memblokir naiknya asam ke kerongkongan, namun Anda tidak boleh menjadikan obat ini sebagai resep yang bisa ditebus setiap kali asam lambung Anda naik. Secara umum, Anda tidak boleh menggunakan produk ini lebih dari dua minggu. Jadi untuk kesehatan Anda sendiri, maka lebih baik periksakan kondisi Anda ke dokter dan mendapatkan resep yang lebih tepat.

About Aziza Linda Verra

Check Also

5 Manfaat Garam Untuk Kulit Gatal yang Jarang Orang Tahu

5 Manfaat Garam Untuk Kulit Gatal yang Jarang Orang Tahu

Bukan hanya digunakan sebagai penyedap rasa bumbu dapur saja, ternyata garam dapat digunakan sebagai obat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *