5 Rekomendasi Minyak Goreng Untuk Diet, Jangan Salah Pilih!

By

sumbersehat.com – Minyak goreng untuk diet harus mendapat perhatian lebih? Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa ada 290 juta ton minyak goreng yang dikonsumsi setiap tahun di Indonesia. Jika dibagi dengan jumlah hari sebanyak 356 hari dalam setahun, berarti ada sekitar 81 ribu ton minyak goreng dikonsumsi setiap hari.

Ada beberapa jenis minyak goreng yang beredar. Mayoritas adalah minyak goreng kelapa sawit dengan berbagai merek. Banyak minyak goreng untuk diet di indomaret dan toko retail dijual dengan harga mulai 10 ribuan per liter untuk yang curah. Sedangkan untuk ukuran kemasan, minyak goreng rata-rata dijual mulai 13 ribu per liter.

Minyak goreng untuk diet

Bahan Minyak Goreng Untuk Diet

Berbagai merk minyak goreng untuk diet tersedia di supermarket. Sedangkan di toko retail, hanya beberapa toko besar saja yang menyediakannya. Ini karena umumnya masyarakat memilih untuk membeli minyak goreng kelapa sawit yang lebih murah dan mudah didapatkan. Tidak banyak orang yang berpikir diet dengan minyak goreng.

Apa yang membedakan minyak goreng yang banyak dijual di pasar dengan minyak goreng untuk diet? Tepatnya bahan yang terkandung dalam minyak inilah yang memengaruhi minat beli masyarakat. Minyak kelapa sawit disinyalir masih mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Sehingga ketika dikonsumsi, lemak jenuh ini bertumpuk dalam darah memicu kegemukan.

Namun jika dikonsumsi dalam jumlah minimal, sesungguhnya minyak kelapa sawit tetap aman dikonsumsi. Apalagi masih ada vitamin dan omega 3 yang dkandungnya. Terbukti dengan informasi yang terdapat dalam tabel nilai gizi di bagian belakang setiap kemasan. Faktor lain yang membuat penjualan minyak goreng untuk diet cenderung rendah adalah harga yang tinggi.

Di supermarket atau toko bahan makanan, harga minyak goreng untuk diet terjangkau bagi masyarakat menengah ke atas. Sedangkan masyarakat menengah ke bawah masih lebih memilih minyak goreng kelapa sawit sebagai bahan masakan. Mereka tidak mengutamakan bahan atau kandungan lemak dalam minyak goreng.

Beberapa bahan alternatif minyak goreng kelapa sawit yang saat ini beredar adalah minyak yang berasal dari biji-bijian. Diantaranya adalah biji zaitun, jagung, kedelai, wijen, alpukat, biji bunga matahari, dan canola. Sementara minyak yang dibuat dari kelapa sawit dan santan kelapa semakin jarang digunakan karena disinyalir mengandung lemak jenuh cukup tinggi.

Bagaimana Karateristik Minyak Goreng Untuk Diet?

Minyak goreng untuk program diet selalu dicari oleh orang-orang yang sedang menjalankan diet. Kandungan nutrisinya dianggap lemak tidak jenuh yang merusak tubuh dan kolesterol. Meskipun jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih, tetap dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan.

Stigma yang beredar di masyarakat adalah minyak goreng kelapa sawit berbahaya jika dikonsumsi. Apalagi jika dipanaskan kembali setelah digunakan. Karena adanya kandungan zat karsinogenik dalam minyak yang sudah dipanaskan. Namun sebuah penelitian tentang kandungan asam lemak dalam minyak goreng menyatakan aman dikonsumsi meski dipanaskan lagi.

Penelitian ini menggunakan minyak goreng berbagai merk yang banyak dijual di pasar. Percobaan dilakukan dengan memanaskan dan menggunakan minyak hingga 9 kali. Hasilnya, jika minyak goreng dipanaskan lebih dari 5 kali, indeks asam lemak semakin tinggi dan tidak baik bagi tubuh jika tetap dikonsumsi.

5 Jenis Minyak Goreng Untuk Diet

Berikut adalah beberapa rekomendasi minyak goreng untuk diet yang mudah diperoleh. Baik di supermarket atau toko bahan makanan, banyak tersedia minyak dengan bahan utama biji-bijian berikut. Meskipun harganya lebih tinggi dari minyak goreng kelapa sawit, tidak masalah bukan demi keberhasilan program diet?

1. Minyak Zaitun

Minyak biji buah zaitun banyak sekali dijual di supermarket. Dengan berbagai merk yang tersedia, tentu pilihan harganya juga beragam. Minyak biji buah zaitun banyak digunakan sebagai pengganti minyak goreng di negara-negara yang tidak memiliki kelapa sawit. Selain dapat digunakan untuk menggoreng, minyak zaitun juga digunakan sebagai bahan kosmetik.   

2. Minyak Kacang

Minyak hasil olahan biji kacang tanah ini rasanya pahit jika dipanaskan terlalu lama. Selain itu, selalu ada cita rasa kacang dalam makanan yang digoreng menggunakan minyak kacang. Maka sebaiknya gunakan minyak kacang sebagai dressing dalam salad sayuran atau buah. Mengonsumsi minyak kacang tanpa dipanaskan lebih aman dan nikmat di lidah.

3. Minyak Biji Anggur

Biji bunga anggur dapat digunakan sebagai pengganti minyak goreng untuk diet. Namun sayangnya, produksi anggur di Indonesia tidak cukup tinggi agar bijinya bisa diolah menjadi minyak. Jenis minyak ini banyak ditemukan di Eropa dan Amerika. Karena disanalah produksi anggur melimpah sehingga bijinya bisa diolah menjadi minyak.

4. Minyak Kelapa

Minyak goreng untuk pendamping diet yang berbahan dasar kelapa bukanlah minyak kelapa yang dikenal sebagai minyak rambut. Meskipun ya, minyak kelapa untuk rambut itu juga bisa dikonsumsi dan dijadikan minyak goreng. Namun untuk kepentingan diet, kelapa yang sudah diambil santannya diolah menjadi Virgin Coconut Oil atau dikenak sebagai minyak VCO.

Beberapa resep yang bisa diakses gratis di dunia maya menyebutkan bahwa proses pembuatan VCO bisa dilakukan secara tradisional. Yaitu dengan teknik fermentasi. Minyak goreng untuk diet bernama VCO ini dibuat dari santan yang dihangatkan kemudian dibekukan. Setelah terpisah antara minyak dengan ampas dan airnya, minyak disaring.

Saringan minyak yang bening inilah yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. Bisa dikonsumsi secara langsung digunakan sebagai minyak goreng, atau sebagai minyak oles dan bisa menghaluskan kulit. Proses pembuatannya tanpa dipanaskan sama sekali, sehingga sangat aman dikonsumsi baik orang dewasa maupun ibu hamil.

5. Minyak Alpukat

Minyak alpukat adalah hasil pres daging buah alpukat. Buah alpukat mengandung lemak baik yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Jika buahnya saja bisa menghaluskan kulit dan mencukupi kebutuhan vitamin tubuh, apalagi minyak hasil olahannya? Sayangnya, proses pembuatan minyak alpukattidak bisa dilakukan secara manual atau tradisional.

Pada dasarnya, minyak goreng diet adalah minyak yang beredar di pasaran. Baik itu berasal dari kelapa, kelapa sawit, atau berbagai macam biji-bijian. Yang membedakan antara minyak untuk diet atau tidak hanyalah pada penggunaan dan cara konsumsi. Jika dikonsumsi dengan takaran yang benar, semua minyak tersebut tidak berbahaya bagi tubuh.

Namun faktanya, masyarakat Indonesia yang rata-rata sangat mencintai gorengan membutuhkan minyak goreng untuk diet. Karena setelah megalami kenaikan berat badan akibat penumpukan lemak, dibutuhkan teknik dan bahan memasak yang lebih ramah bagi tubuh. Setidaknya, kehadiran berbagai jenis minyak dari biji-bijian itu sangat membantu.

Bukan hanya kandungan lemak jenuh yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan minyak kelapa sawit. Tapi juga karena harganya yang cukup tinggi, membuat orang tidak sembarangan ketika memasak. Label minyak goreng khusus untuk diet rupanya cukup efektif untuk menurunkan tingkat konsumsi minyak goreng masyarakat.

Jadi, tetap mengonsumsi minyak goreng berbahan dasar kelapa sawit tidak akan menyebabkan kegemukan selama dikonsumsi secara benar. Sementara penggunaan minyak goreng untuk diet tetap direkomendasikan bagi Anda yang ingin menjalani diet ketat.

Tinggalkan komentar