Menyeimbangkan Kesehatan Jasmani dan Rohani Agar Hidup Bahagia

By

Berikut adalah kiat menyeimbangkan kesehatan jasmani dan rohani agar hidup bahagia. Kesehatan adalah hal nomor satu yang wajib kita jaga. Kesehatan, dalam hal ini bukan hanya kesehatan jasmani, akan tetapi juga kesehatan rohani. Jika kita mampu memelihara kesehatan jasmani dan rohani, cita-cita semua orang untuk mendapat pengalaman hidup yang tenang dan membahagiakan bukan lagi hal yang sulit.

Untuk mengetahui apakah kita sehat secara jasmani dan rohani dapat kita identifikasi mandiri dengan memperhatikan ciri sehat jasmani dan ciri sehat rohani. Ciri sehat secara fisik dapat dilihat dari penampilan yang bersih, aktif dan bersemangat ketika beraktivitas, tidak mudah emosi, dan lain sebagainya. Sedangkan ciri sehat jasmani dapat dilihat dari aura jiwa yang tenang, tidak mudah stres, pandai bergaul, dan lain sebagainya. Jika berpatokan pada indikator-indikator yang telah disebutkan, apakah kita sudah merasa sehat secara jasmani dan rohani?

kesehatan jasmani dan rohani
kesehatan jasmani dan rohani

Menyeimbangkan keduanya yakni menyeimbangkan kesehatan jasmani dan rohani tidak dapat dikatakan sebagai hal yang mudah, sebaliknya juga tidak dapat dikatakan sebagai hal yang sulit. Hal ini dikarenakan seringkali yang ada pada kenyataan, kita sudah tahu bagaimana idealnya cara untuk menyeimbangkan keduanya, tapi kita kesulitan memulai dan membangun komitmen untuk melakukannya secara terus menerus.

Upaya menjaga kesehatan jasmani dan rohani

Hal-hal berikut ini adalah upaya-upaya yang dapat kita lakukan untuk mencapai tubuh yang sehat secara jasmani dan rohani. Keberhasilan kita mencapainya, akan membawa kita menjadi diri yang tidak mudah tumbang, dan menjadi jiwa-jiwa yang teguh. Kondisi sehat secara jasmani dan rohani biasa dianggap sebagai kondiri tubuh yang sehat secara lahir dan batin. Karenanya, bukan hanya kesehatan jasmani saja yang kita jaga, tapi kesehatan rohani juga harus kita jaga.

Mencukupi kebutuhan gizi tubuh

Mengingat sangat penting untuk kita menjaga kesehatan jasmani dan rohani, yang tidak boleh kita lewatkan adalah upaya kita memenuhi kebutuhan gizi tubuh. Kesalahan mendasar yang sering kita temukan adalah adanya pemahaman bahwa makanan bergizi baik ada pada makanan yang enak. Pemahaman itu tidak sepenuhnya benar, namun juga tidak sepenuhnya salah. Jika makanan terasa enak karena banyaknya tambahan bahan buatan yang justru merusak tubuh, apa masih tetap akan dikonsumsi?

Gizi baik bisa didapatkan dari bahan makanan yang ditanam/dipelihara secara organik, diolah dengan cara yang benar, dan dikonsumsi dengan porsi yang cukup. Ketercukupan gizi yang diterima tubuh akan berbanding lurus dengan ketahanan tubuh mencegah munculnya berbagai penyakit yang diakibatkan karena kekurangan gizi.

Memperhatikan kebersihan lingkungan

Lingkungan yang tidak sehat akan memberikan dampak buruk, di antaranya yakni menjadi sarang tumbuhnya kuman dan bakteri yang akan menjadi bibit penyakit, membuat kita mudah stres karena tidak sedap dipandang, dan lain sebagainya. Jika gejala-gejala lingkungan tidak sehat tersebut ada lingkungan kita, yang perlu kita lakukan untuk memperolah kesehatan jasmani dan rohani adalah dengan mulai membersihkannya.

Barangkali kita pun sudah tidak asing dengan adanya ungkapan “kebersihan sebagian dari iman” yang biasa dijadikan sebagai slogan oleh orang-orang yang mengampanyekan kebersihan lingkungan. Hal tersebut dapat dipahami bahwa jika kita menjaga kebersihan berarti kita turut menjaga iman pula. Maka dari itu, sangat penting untuk kita memerhatikan kebersihan lingkungan. Dapat dilakukan dengan memperhatikan kebersihan diri, tempat yang kita tinggali, dan tempat-tempat yang terjangkau oleh kita.

Mampu mengotrol diri

Dalam  upaya menyeimbangkan kesehatan jasmani dan rohani mengontrol diri sama sukarnya dengan menjaga pola makan. Jika kita terbiasa sarapan pagi misalnya, suatu ketika kita memiliki kesibukan di kantor yang mengharuskan kita berangkat lebih awal. Kita tidak memiliki waktu untuk sarapan dan meminum beberapa gelas air putih supaya bugar. Begitu pula dengan mengontrol diri.

Beberapa orang yang memiliki gangguan cemas dan mudah panik adalah orang-orang yang akan kesulitan untuk mengontrol diri. Hal ini karena dalam hal apa pun dan dengan kondisi yang tidak terduga-duga atau sama sekali tidak direncanakan dapat membuatnya gelagapan sehingga stres yang justru mengendalikannya.Oleh karena itu, kontrol diri perlu dilatih dengan sikap-sikap positif seperti ramah tamah, suka tersenyum, dan lain sebagainya.

Berpikir positif

Selain kontrol diri, yang perlu kita biasakan adalah berpikir positif (positive thingking). Seperti yang kita ketahui bersama, pada hakikatnya untuk mencapai tubuh sehat jasmani dan rohani kita harus mampu olah rasa, olah raga, dan olah pikir. Olah rasa supaya emosi kita terjaga, olahraga supaya tubuh kita tetap prima, serta dengan terus berpikir positif, kita telah mengupayakan diri untuk mengoptimalkan kesehatan jasmani dan rohani.

Menstabilkan emosi

Menata mood dan menstabilkan emosi bukanlah hal yang mudah. Ada-ada saja hal yang dapat membuat mood menjadi buruk yang pada akhirnya mengakibatkan emosi kita tidak tertata. Jika sudah demikian, kita akan kesulitan untuk mengendalikan diri. Hal demikian itulah yang kemudian berkamuflase menjadi satu dari sekian stressor yang menyebabkan kita bermasalah dengan kesehatan jiwa.

Maka dari itu, yang perlu kita lakukan adalah tetap tenang, tidak perlu gegabah, dan membersihkan pikiran buruk. Dengan demikian, secara tidak langsung kita telah berusaha untuk menata emosi menuju titik stabil. Emosi yang stabil akan tercermin dari aktivitas-aktivitas kita yang bersemangat, dan tidak mudah terpancing untuk meluapkan kemaran pada kesalahan-kesalahan sepele orang lain maupun kegagalan yang kita lakukan sendiri. Jadi, masihkah menyeimbangkan kesehatan jasmani dan rohani hanya cita-cita belaka?

Memperkuat spiritualitas diri 

Spriritualitas nyatanya memegang peranan yang cukup vital untuk menyeimbangkan kesehatan jasmani dan rohani. Perenungan atau kontemplasi yang dilakukan secara berkala dengan hati yang jernih dalam waktu yang berkepanjangan akan membuat jiwa kita menjadi tenang. Ketenangan inilah yang dapat membuat kita menjadi diri yang positif dan menghindarkan diri dari penyakit jiwa.

Hal ini berdasar pada kebenaran umum yang sudah tidak asing pada kehidupan kita bahwa kesehatan jiwa berpengaruh pada kesehatan tubuh, berlaku pula sebaliknya. Di mana dalam jiwa yang sehat akan terdapat tubuh yang sehat pula. Karenanya, ketenangan yang didapatkan dari kegiatan-kegiatan spiritual akan menjadi sumber untuk memperoleh kesehatan tubuh sebagai langkah untuk mendapatkan kesehatan jasmani dan rohani.

Demikian adalah upaya-upaya yang dapat kita lakukan untuk menyeimbangkan kesehatan jasmani dan rohani. Bukankah upaya tersebut adalah upaya yang sudah kita kenali? Ya. Seperti yang sudah disebutkan di atas, kondisi ideal dengan menyeimbangkan keduanya bukan menjadi rahasia lagi, tapi memang sukar sekali untuk dibiasakan. Selalu ada factor-faktor yang menjadi penghalang kita memulai hal-hal baik.

Jika dalam proses membangun komitmen untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani serta mengupayakan menyeimbangkan keduanya kita telah mendapatkan manfaat baik untuk diri kita sendiri maupun orang-orang sekitar kita, apalagi yang kita tunggu jika bisa mulai melakukannya sekarang? Hidup bahagia adalah tanggung jawab kita sendiri, dan kewajiban kita adalah mengupayakannya.

Tinggalkan komentar