Lakukan 4 Macam Diet Sehat Saat Pandemi

By

Lakukan 4 Macam Diet Sehat Saat PandemiDiet sangat penting dilakukan. Pandemi telah mengubah kebiasaan dan pola hidup manusia, sehingga pola makan cenderung ikut berubah. Hal ini karena keadaan pandemi membuat banyak orang bekerja di rumah, pergerakan manusia dibatasi, dan keadaan new normal belum mampu mengembalikan aktivitas kita seperti sedia kala. Sekolah masih belum diizinkan untuk dilakukan secara tatap muka. Kapasitas transportasi juga masih dibatasi. Jika diet tidak dilakukan, pola makan yang tidak terkendali akan menyebabkan kualitas kesehatan menurun.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diet adalah makanan khusus untuk kesehatan yang biasanya disarankan oleh dokter. Namun menurut para dokter, diet sehat adalah tentang bagaimana mengatur pola makan, termasuk bagaimana mengatur jenis makanan untuk dikonsumsi sehingga kebutuhan tubuh terpenuhi. Hal ini ditandai dengan organ tubuh yang berfungsi dengan baik, berat badan cenderung ideal, sehingga tubuh lebih sehat dan tidak mudah diserang penyakit.

Diet sehat saat pandemi
Diet sehat saat pandemi

Diet sehat saat pandemi bisa dilakukan dengan cara sederhana dan mudah dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Pandemi ini di satu sisi memudahkan kita untuk memilih dan memilah makanan sehingga tidak mudah tergiur dengan berbagai jenis makanan yang justru merusak kesehatan. Karena sesungguhnya diet bukan hanya tentang bagaimana menurunkan berat badan, namun juga tentang mengatur pola makan dan pola hidup.

Diet bagi orang yang sudah terlalu banyak makan makanan berlemak dapat disebut diet lemak, begitu juga bagi orang yang terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat, bisa disebut diet karbo. Pola diet yang ditawarkan saat ini sangat beragam. Kita perlu selektif memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan tubuh agar tidak terjadi kesalahan, bukannya mendapat berat badan ideal dan tubuh yang sehat. Diet yang salah dapat mengakibatkan tubuh mengalami malnutrisi atau biasa disebut kekurangan gizi.

Siapa saja yang perlu melakukan diet sehat saat pandemi?

Diet sehat saat pandemi seperti saat ini perlu dilakukan oleh setiap orang. Karena pola makan dan pola hidup yang sehat akan meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh seseorang, sehingga jika diserang oleh virus baru semacam Covid-19 akan lebih kuat menghadapinya. Apalagi jenis virus baru ini belum ditemukan obat yang menyembuhkannya, namun secara alami dapat dilawan oleh tubuh menggunakan sistem imun.

Bayangkan jika setiap orang tetap makan apa yang diinginkan, asupan makanan sembarangan, tidak teratur dan tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh. Maka dapat dipastikan setiap orang mudah sakit karena ketidakseimbangan yang dialami oleh tubuh. Keadaan ini akan berakibat fatal dengan menurunnya kualitas kesehatan secara global dan fasilitas kesehatan akan lebih kuwalahan menangani orang sakit.

Bagaimana melakukan diet sehat saat pandemi?

Diet sehat saat pandemi dapat dilakukan di rumah dengan praktis. Poin yang harus diperhatikan adalah keseimbangan gizi, meliputi karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin. Kita perlu mengetahui komposisi dan sumber makanan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi harian tubuh. Pemilihan jenis makanan dan porsi yang kurang tepat akan mengganggu sistem metabolisme tubuh dalam mencerna makanan.

Karbohidrat

Makanan yang mengandung karbohidrat selama ini dianggap sebagai makanan pokok, yaitu: nasi, tepung, sereal, biji-bijian. Anggapan ini benar, namun tidak semuanya sehat untuk dikonsumsi. Makanan berkarbohidrat mengandung indeks glikemik (IG) yang dapat mempengaruhi gula darah dalam tubuh. Semakin tinggi nilai IG, semakin tinggi risiko kandungan gula darah dalam tubuh, dan ini dapat memicu penyakit diabetes.

Jika kita ingin melakukan diet sehat saat pandemi, maka sebaiknya memilih karbohidrat dengan IG rendah dan menghindari karbohidrat dengan IG tinggi. Menurut anjuran WHO, konsumsi karbohidrat sebanyak 180 gr sereal adalah sama dengan 3 mangkok nasi tidak penuh atau setara dengan 1 mangkok penuh nasi. Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan IG tinggi seperti kue tart, cake, bakery, yang komposisi terbesarnya hanyalah pati.

Protein

Makanan yang mengandung protein hewani diantaranya adalah telur dan daging ikan, termasuk udang dan hewan laut lainnya. Sedangkan untuk protein nabati banyak terkandung dalam biji-bijian seperti kedelai dan kacang hijau. Bahan pangan olahan yang mudah didapati di sekitar rumah mengandung protein adalah tahu dan tempe. Sangat ekonomis dalam ukuran rumah tangga dan mudah didapat, kan? Porsi yag dianjurkan WHO untuk protein adalah 160 gr per hari.

Lemak

Otak kita membutuhkan lebih banyak lemak dibandingkan dengan organ lain. Sebanyak 20% otak kita membutuhkan asam lemak esensial omega-3 dan omega-6 yang banyak terdapat pada kedelai dan kuaci. Diet sehat saat pandemi menganjurkan kita untuk mengonsumsi 160 gr protein dan lemak per hari. Porsi ini sesungguhnya tidak banyak, sehingga kita perlu hati-hati jika berlebihan.

Vitamin dan mineral

Vitamin dan mineral memegang peran penting dalam fungsi pencernaan, sehingga meskipun sedikit sangat wajib dipenuhi. Kedua jenis kebutuhan tubuh ini juga berperan penting untuk melindungi kesehatan mental. Karena vitamin dan mineral inilah yang dapat membantu mengubah karbohidrat menjadi glukosa, asam lemak menjadi sel-sel otak yang sehat, dan asam amino menjadi neurotransmitter.

Beberapa mikronutrien yang dibutuhkan tubuh selama menjalani diet sehat saat pandemi diantaranya adalah: vitamin B mulai dari B1, B3, B5, dan B6 yang banyak terdapat pada biji-bijian dan sayuran. Vitamin B9 banyak terdapat pada sayuran hijau dan vitamin B12 banyak terdapat pada daging, ikan, susu, dan produk turunan telur. Vitamin C banyak terdapat pada sayur dan buah, jika kekurangan dapat menyebabkan depresi. Vitamin E terdapat pada biji-bijian dan kacang-kacangan yang jika kekurangan menyebabkan penurunan kemampuan koordinasi dan keseimbangan.

Kekurangan magnesium dan selenium dapat menyebabkan perasaan mudah tersinggung, insomnia dan depresi. Kedua mikronutrien ini banyak terdapat pada sayuran hijau, kacang-kacangan, hati, ikan, bawang putih dan kuaci. Zinc dan kalsium dapat diperoleh dari kacang-kacangan, ikan, dan susu. Kekurangan kedua zat ini dapat menyebabkan kebingungan, blank mind, depresi, kehilangan motivasi dan penurunan fungsi kognitif.

Simak juga artikel lainnya disini.

Iodium adalah mikronutrien yang banyak terdapat pada garam. Kekurangan zat ini dapat menyebabkan keterbelakangan mental pada anak dan penyakit gondok. Mineral lain yang sangat dibutuhkan tubuh ketika diet sehat saat pandemi adalah zat besi, yang banyak terdapat pada bayam dan daging. Kebutuhan zat besi yang terpenuhi dapat meningkatkan daya ingat.

Dengan pola makan sehat dan asupan gizi seimbang, kita tidak hanya berupaya mengatur supaya sehat secara fisik, tapi juga secara mental. Karena makanan menghasilkan berbagai enzim yang sangat berpengaruh terhadap perasaan dan suasana hati. Misalkan asupan iodium terlalu tinggi namun kekurangan zat besi, dapat menyebabkan tekanan darah naik dan perasaan cenderung labil.

Selain mengatur pola makan, tentu kita juga perlu mengatur pola hidup dalam rangka melaksanakan program diet sehat saat pandemi. Pola hidup yang sehat dapat dilakukan dengan mengatur waktu tidur sesuai kebutuhan tubuh, olahraga teratur, berinteraksi sosial baik melalui media elektronik maupun secara langsung, tentu dengan tetap harus mematuhi protokol kesehatan.

Tinggalkan komentar