Kenalilah Diabetes Melitus, Ciri-ciri, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Kenalilah diabetes melitus, ciri-rici, gejala, dan cara menanganinya agar kehidupan sehat Anda tidak dihantui atau diganggu oleh jenis penyakit yang satu ini. Diabetes ini merupakan salah satu jenis penyakit kronis dengan tanda-tanda yang dialami yaitu kadar glukosa meninggi. Glukosa itu sendiri merupakan suatu sumber energi yang paling utama bagi sel tubuh yang dimiliki oleh manusia.

Jika glukosa sudah menumpuk di dalam darah karena tidak terserap oleh sel tubuh dengan baik, maka otomatis hal ini akan menyebabkan berbagai gangguan pada organ tubuh Anda. Ketika Kontrolah diabetes dengan baik, agar tidak menimbulkan banyak komplikasi sehingga tidak dapat membahayakan nyawa penderitanya.

diabetes melitus
diabetes melitus

Insulin yang dihasilkan oleh pankreas dan terletak tepat di belakang lambung ini akan mengendalikan kadar gula yang dimiliki. Sedangkan pankreas tidak akan berfungsi dan memproduksi insulin yang sesuai dengan kebutuhan tubuh apabila seseorang itu menderita diabetes melitus. Sehingga sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan juga mengolah gukosa menjadi energi karena tidak memiliki insulin.

Untuk mengetahuinya, kenalilah ciri-ciri dan gejala yang terjadi pada seorang penderita dibetes melitus di bawah ini.

Memiliki luka yang lama untuk dipulihkan dan sering terjadi infeksi

Penderita diabetes tipe 2 ini akan mengalami kesulitan dalam proses penyembuhan luka yang dimilikinya. Hal ini dipengaruhi oleh kemampuan tubuhnya yang lemah dalam menyembuhkan atau melawan suatu infeksi. Jika luka tersebut tidak sembuh dalam waktu berminggu-minggu, maka segeralah periksakan kepada dokter agar dapat diketahui penyebab dan jenis penyakitnya.

Memiliki pandangan yang kabur

Gejala selanjutnya yang dialami oleh penderita diabetes melitus ini adalah pandangan yang sering kabur. Hal ini disebabkan oleh tingginya gula darah sehingga mengambil cairan dari dalam tubuh, termasuk cairan dalam lensa mata. Jika sudah begini, maka penderita akan mengalami dehidrasi dan akan kehilangan berkonsentrasi pada penglihatan secara total. Oleh karena itu, penderita harus dirawat secara intens jika mengalami gejala seperti ini.

Mengalami penurunan berat badan

Berat badan juga termasuk ke dalam gejala diabetes melitus. Hal ini ditandai dengan nafsu makan yang tetap meningkat tetapi berat badannya turun sangat drastis. Penyebab dari turunnya berat badan secara drastis ini adalah adanya gangguan yang dialami oleh kemampuan metabolisme sehingga tubuh akan menggunakan apa saja untuk memprosesnya. Sebagai contohnya adalah otot dan juga lemak dan akhirnya penderita akan tampak kurus.

Mengalami banyak buang air kecil

Gejala selanjutnya dari diabetes melitus adalah seringnya buang air kecil dalam volume yang dan waktu yang tidak normal. Jika Anda atau siapa pun mengalami hal tersebut, maka segeralah memeriksakannya ke dokter sebab hal tersebut membutuhkan penanganan yang lebih lanjut.

Merasa cepat lapar

Gejala yang lainnya adalah adanya poliphagia atau sebuah kondisi ketika seseorang mengalami rasa lapar yang berlebihan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya insulin yang berguna untuk memasukkan gula ke dalam sel dan membuat otot dan juga organ tubuh melemah karena tubuh kehabisan energi. Sel otak akan berasumsi bahwa hal tersebut disebabkan oleh tubuh yang kekurangan makanan sehingga otak mengirimkan sinyal lapar agar meningkatkan asupan makanan yang dikonsumsinya.

Diabetes melitus ini biasanya menunjukkan gejala yang berkembang dan juga bertahap. Hal ini disebabkan oleh diabetes seringnya tidak terdiagnosis di awal kemunculannya sehingga bagi para penderita memerlukan pemeriksaan rutin yang harus dijalani. Di antara orang yang rentan terkena penyakit ini adalah orang dengan usia di atas 45 tahun, wanita dengan pengalaman diabetes saat hamil, orang dengan indeks masa tubuh di atas 24, dan juga orang yang telah didiagnosis menderita diabetes.

Untuk langkah walanya adalah penderita harus mengetes gula darah karena hal tersebut adalah hal yang diharuskan. Seletlah hasil didapatkan, maka dokter akan mengarahkan atau mengajurkan pada penanganan selanjutnya. Di atas telah dipaparkan mengenai ciri-ciri dan gejala yang dialami oleh penderita diabetes. Lalu, simaklah cara untuk mengobati penyakitnya di bawah ini.

Mengonsumsi buah naga

Buah naga dipercaya mampu memberikan solusi bagi penderita diabetes melitus. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya dalam mengikat sebagian gula yang masuk ke dalam aliran darah dan juga membuangnya bersama feses karena kandungan serat di dalamnya.

Mengonsumsi buah stroberi dan kiwi

Selain buah naga, terdapt juga buah stroberi dan kiwi yang mampu membantu menyembuhkan penyakit diabetes melitus ini. Kandungan antosianin yang terdapat dalam kedua buah ini mampu mencegah terjadinya komplikasi yang timbul akibat diabetes melitus ini. Serat dan kalium yang tinggi yang terdapat dalam buah kiwi ini juga baik untuk mengatasi hipertensi yang dialami penderita diabetes melitus.

Mengonsumsi buah anggur

Buah anggur juga sangat baik untuk penderita diabetes melitus karena banyak sekali resveratol, antosianin, dan kalium yang terkandung di dalamnya. Ketiga kandungan tersebut dipercaya mampu membantu meningkatkan hormon insulin, memperbaiki masalah resistensi insulin dan mineral kalium berfungsi untuk menangani hipertensi yang menjadi salah satu komplikasi dari penyakit diabetes.

Mengonsumsi buah apel dan jeruk

Buah jeruk ini dipercaya mampu menurunkan kadar gula darah yang terdapat di dalam tubuh. Selain rasanya yang memberikan kesegaran, buah ini pun dapat mencegah terjadinya lonjakan yang terjadi di dalam gula darah secara cepat. Buah apel juga memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga sangat baik untuk pengontrolan penyerapan glukosa yang terjadi pada usus. Oleh karena itu, kedua buah ini sangat cocok untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus.

Mengonsumsi tomat

Tomat juga berperan aktif dalam menyembuhkan diabetes melitus. Kalium dan indeks glikemik yang terkandung di dalamnya dapat berkombinasi untuk digunakan sebagai alternatif makanan selingan bagi penderita diabetes, hipertensi, dan juga kanker.

Mengonsumsi kembang kol dan wortel

Kandungan senyawa indoles dan serat di dalamnya dapat mengurangi efek dari obesitas. Hal tersebut sangat penting karena obesitas adalah salah satu dari sekian banyak faktor yang memicu terjadinya penyakit diabetes melitus. Selain kembang kol, terdapat juga wortel yang mengandung pektin atau serat larut air. Hal ini bermanfaat untuk pencegahan komplikasi akibat diabetes yang mungkin saja terjadi. Kalium tinggi yang terkandung di dalamnya pun dapat dijadikan sebagai terapi untuk penyakit diabetes yang diikuti hipertensi.

Mengonsumsi brokoli dan buncis

Sayuran lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk penderita diabetes melitus adalah brokoli dan buncis. Buncis yang mengandung  beta-sitosterol dan stigmasterol ini dapat meningkatkan hormon insulin dalam proses produksi. Dengan demikian, produksi hormon insulin pun dapat meningkat dan menurunkan kadar gula dalam darah. Sedangkan brokoli ini memiliki serat yang dapat dimanfaatkan untuk mencegah kenaikan gula darah dengan sangat cepat. Hal ini pun berperan dalam penahanan komplikasi yang terjadi akibat penyakit diabetes melitus ini.

Dari hal tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa diabetes melitus ini merupakan penyakit yang berbahaya. Hal tersebut telah dibuktikan oleh beberapa orang yang tidak mampu dalam melawan penyakit tersebut. Hal yang harus Anda lakukan adalah tetap menjaga pola makan dan juga pola hidu yang sehat agar terhidndar dari penyakit berbahaya seperti ini.

About Aziza Linda Verra

Check Also

olahraga sehat pagi hari

7 Daftar Olahraga Sehat Pagi Hari Untuk Usia 50 Tahun ke Atas

7 Daftar Olahraga Sehat Pagi Hari Untuk Usia 50 Tahun ke Atas – Menimbang apa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *