Kebiasaan Yang Jarang Diperhatikan Namun Sangat Mempengaruhi Kesehatan Jasmani Dan Rohani

Imbauan untuk tetap di rumah saja selama wabah Covid-19 ternyata membuat banyak pola hidup yang harus diubah demi beradatasi dengan pandemic ini. Salah satunya adalah work from home, school from home dan banyak hal lainnya. Beberapa hal yang luput dari perhatian ternyata memengaruhi kondisi kesehatan baik jasmani maupun rohani. Banyak kebiasaan yang jarang diperhatikan namun sangat mempengaruhi kesehatan jasmani dan rohani. Misalnya, beberapa kebiasaan yang akan diulas berikut ini.

Kebiasaan yang perlu diperhatikan

1. Sedentary Life

Pola hidup sedentary ini memang rentan memicu banyak penyakit, mulai dari penyakit degeneratif hingga masalah kulit yang memengaruhi penampilan dan juga kesehatan secara jangka panjang. Pola hidup ini dapat memengaruhikesehatan, lantaran tubuh banyak difokuskan pada satu aktifitas saja. Padahal, secara ilmiah tubuh yang kurang gerak dapat menyebabkan beragam gejala penyakit. Mulai dari penyakit yang ringan seperti tanda-tanda penuaan dini pada kulit hingga penyakit berat seperti hipertensi dan jantung.

kesehatan jasmani dan rohani
kesehatan jasmani dan rohani

Coba bayangkan saja, dalam aktifitas sehari-hari dengan adanya imbauan untuk tetap di rumah saja ini, berapa banyak aktifitas fisik yang dilakukan oleh tubuh selama satu hari. Mungkin, kegiatan hanya berputar pada aktifitas kegiatan domestik, seperti bersih-bersih, menjemur baju dan lainnya. Namun, untuk olah raga yang menggerakan tubuh secara total, jumlahnya sangat kurang. Oleh karena itu, pola hidup sedentary ini dapat memengaruhi kesehatan jasmani dan rohani.

Beberapa pengaruh terhadap jasmani misalnya adalah, tubuh jadi meningkat kadar asupan kalori dan kalori yang keluar jumlahnya tidak balance. Sehingga, berat badan naik dan berisiko secara jangka panjang. Sering duduk di depan layar televisi atau komputer personal dalam jangka waktu panjang juga dapat mengakibatkan nyeri di tubuh bagian leher, bahu dan punggung. Sehingga, harus segera diatasi agar tidak menjadi penyakit serius dalam jangka panjang.

Pengaruh lain secara rohani misalnya adalah, kebosanan dan mudah stress. Bayangkan saja, otak sebagai pusat koordinasi tubuh yang mengatur beragam aktifitas tubuh baik fisik maupun fungsi fisiologis, dapat terganggu kinerjanya akibat stress. Dengan adanya stress, maka fungsi hormonal tubuh dapat terganggu yang dapat mengakibatkan kacaunya perasaan. Seolah-olah, ingin marah namun tidak tahu kenapa. Bosan namun tidak tahu mau apa. Sangat mengganggu sekali bukan, efek sedentary life ini pada kesehatan jasmani dan rohani?

Jadi, segera tangani pola sedentary life ini secara benar, agar aktifitas seperti work from home, school from home dan lainnya dapat berjalan dengan baik tanpa menyebabkan gangguan dalam jangka panjang. Cara termudah untuk mencegah efek buruk pola hidup ini, bisa dilakukan dengan banyak-banyak melakukan peregangan seperti plank dua menit sebelum mulai bekerja, lalu pada siang hari melakukan jalan di tempat ditemani iringan musik yang asyik, serta banyak melibatkan anggota keluarga agar suasana fun dan hangatnya dapat menekan kadar stress yang bisa muncul kapan saja.

2. Posisi dan Jam Tidur

Tidak menyangka jika posisi tidur dapat memengaruhi kesehatan jasmani dan rohani? Coba ingat-ingat, apakah pernah ketika bangun tidur tubuh rasanya malah capek dan tidak bersemangat. Alih-alih merasa segar dengan penuh semangat, yang ada malah merasa tidak nyaman, masih mengantuk dan tidak siap menghadapi hari. Jika pernah mengalami hal tersebut, coba ingat-ingat lagi, bagaimana posisi tidur dan jam tidurnya tadi malam. Karena, kedua hal tersebut juga berperan terhadap kondisi tubuh dan perasaan ketika bangun dari tidur.                         .            

Karena, secara alamiah tubuh membutuhkan waktu istirahat total untuk membiarkan sel-sel beregenerasi sehingga semua fungsi organ tubuh bisa normal. Salah satu komponen regenerasi sel yang penting adalah kehadiran hormon melatonin yang kinerjanya optimal di malam hari. Oleh karena itu, jika begadang hingga pagi, lalu tidur. Maka, hormon ini tidak optimal kinerjanya. Akibatnya, tubuh masih terasa lemas dan tidak bersemangat.

Posisi tidur yang disarankan adalah telentang atau miring ke samping. Jika tidur dalam posisi duduk, tengkurap dan posisi lain yang berpotensi membuat tubuh tidak nyaman, akibatnya pada saat bangun akan terasa pegal-pegal. Selain itu, posisi tidur yang salah juga menyebabkan risiko buruk pada kesehatan jasmani dan rohani dalam jangka panjang. Misalnya, dengan tidur tengkurap, seseorang dapat mengalami mimpi buruk yang berakibat pada mood ketika bangun. Akibatnya, jadi uring-uringan dan stress sendiri. Posisi tengkurap ini juga rentan dalam risiko sesak napas serta gangguan pernapasan lain.

3. Minum Tidak Proporsional

Terdengar remeh sekali bukan? Hanya minum? Hai, hai! Sadar nggak sih kalau komposisi tubuh sebagian besar adalah air. Proses metabolisme tubuh juga menggunakan air dalam proses pemecahan makanan menjadi energi. Kebayangkan bagaimana jika dalam keseharian pola minumnya kalau masih sembarangan? Nggak memenuhi kebutuhan dasar tubuh? Padahal, minimal dalam sehari harus dua sampai tiga liter air yang harus masuk.

Air kebutuhan dasar tubuh. Komposisi sel-sel di dalam tubuh juga sebagaian besar adalah air. Misalnya, bagian sel yang bernama sitoplasma. Jika sel-sel tubuh kekurangan air, maka proses metabolisme pun terganggu. Imbasnya, fungsi organ tidak maksimal demikian juga hormonal. Misalnya saja, secara kasat mata akan terlihat kuyu, kulit bisa terlihat kusam, kering dan tampak lebih tua dari usia sebenarnya. Jangan tunggu haus untuk minum, karena haus adalah pertanda jika tubuh  sudah dehidrasi. Jadi jangan sembarangan lagi ya minumnya, demi menjaga kesehatan jasmani dan rohani.

4. Makan Tidak Teratur

Banyak orang menyangka, jika makan yang teratur adalah makan yang selama satu hari tiga kali makannya. Namun, tidak peduli jam berapa saja ketika makan. Nah, hal ini masih belum bisa dikatakan sebagai makan yang teratur. Lantaran, jam makan yang masih berantakan. Karena makan pada hakikatnya adalah, memberikan tubuh sumber energi yang dapat diproses dalam siklus metabolisme untuk menjadi energi. Energi ini digunakan tubuh untuk beraktifitas. Seperti, bergerak, berpikir, bernapas dan lainnya. Namun, tubuh bukanlah mesin giling yang siap giling kapan saja asal dihidupkan. Sebab, tubuh punya jam biologis yang harus ditaati demi kesehatan diri.

Jam biologis tubuh, bukan setting-an secara instan. Ada proses jangka panjang untuk menjadikannya sebuah pola yang teratur dan baik. Misalnya saja, dalam kasus makan teratur. Dalam lambung ada zat asam yang jumlahnya akan bertambah ketika masuk jam makan. Biasanya, timbul rasa lapar dan melilit jika tidak kunjung makan. Sehingga, ketika jam makannya berantakan dan tidak tertib, maka tubuh kebingungan. Sebab, ada fase ketika asam lambung tidak banyak, eh malah makanan masuk. Namun, saat asam lambung diproduksi banyak, tidak ada makanan yang masuk. Akibatnya, gangguan kesehatan jasmani dan rohani pun muncul. Seperti, perut sakit,tidak nyaman dan lainnya.

Demikian ulasan beberapa hal yang terlihat remeh dan banyak disepelekan, nyatanya memiliki pengaruh besar pada kondisikesehatan jasmani dan rohani. Jadi, mulailah kenali diri sendiri, kenali tanda-tanda yang tubuh berikan. Dengarkan apa yang tubuh minta dan inginkan. Jangan abai. Karena pertanda sekecil apapun, itu merupakan respon tubuh untuk membuat sadar bahwa ada yang tidak beres di dalam tubuh. Salam bahagia dan jangan lupa untuk tetap jaga kesehatan.

About Aziza Linda Verra

Check Also

tips sehat hari ini

9 Tips Sehat Hari Ini, Langkah Sehat di Tahun 2021

sumbersehat – Tips sehat hari ini yang wajib Anda ketahui adalah langkah yang mudah diikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *