Jamu, Ramuan Tradisional yang Turun Temurun Dipercaya Menjadikan Tubuh Sehat

Jamu, ramuan tradisional yang turun temurun dipercaya menjadikan tubuh sehat. Berbagai cara kita lakukan supaya memiliki tubuh sehat. Baik dengan menjaga pola makan yang baik, cukup istirahat, hingga diimbangi dengan cukup berolahraga. Tubuh yang sehat akan membuat kita bersemangat melakukan berbagai aktivitas. Dengan tubuh yang sehat dan bugar pula lah, kita akan terhindar dari berbagai penyakit. Seberapa penting kita menganggap perlunya menjaga kesehatan tubuh, akan sebanding dengan upaya yang kita lakukan untuk mendapatkan itu.

Banyak keuntungan yang kita dapatkan jika memiliki tubuh sehat. Selain semangat dan terhindar dari berbagai penyakit seperti yang disebutkan di atas, dengan tubuh yang sehat kita akan memiliki etos kerja yang berkali-kali lipat. Dengan tubuh yang sehat pula, kita akan terhindar dari berbagai penyebab stres. Hal ini dikarenakan masalah kesehatan tubuh bisa menjadi salah satu stressor (penyebab stress). Jika stres sudah menjangkiti kita, masalah-masalah tubuh juga bisa muncul.seperti munculnya sakit kepala, hingga masalah lambung.

Sebaliknya, jika tubuh sehat kita mulai memunculkan berbagai gejala masalah kesehatan, ada baiknya jika kita mulai menata kembali gaya hidup sehat. Hal ini karena gaya hidup kita lah yang akan menentukan kualitas kesehatan kita. Jika sudah demikian, supaya tidak semakin buruk, cara terbaik yang bisa kita lakukan adalah dengan konsisten pada gaya hidup sehat.

tubuh sehat
tubuh sehat

Salah satu upaya yang dapat kita lakukan untuk menjaga tubuh supaya tetap sehat dan bugar adalah dengan meminum jamu. Jamu secara turun temurun dianggap sebagai obat yang manjur untuk mengobati berbagai penyakit. Oleh karenanya, hingga saat ini jamu yang diolah secara tradisional masih terus diproduksi dan dikonsumsi oleh masyarakat secara luas.

Pengertian jamu, minuman tradisional yang turun temurun dipercaya menjadikan tubuh sehat. Jamu merupakan ramuan herbal yang dibuat dari berbagai tanaman obat-obatan.  Tanaman obat-obatan tersebut di antaranya ialah kunyit, kencur, sirih, dan lain sebagainya. Sampai sekarang, jamu masih populer dan dipercaya mampu meningkatkan kekebalan tubuh hingga mengobati berbagai permasalahan kesehatan.

Banyak dari kita menganggap bahwa jamu adalah ramuan obat yang tidak memiliki efek samping. Anggapan tersebut membuat tidak sedikit orang bahkan di era modern seperti sekarang lebih memilih untuk mengonsumsi rumuan tradisional ini dibandingkan dengan mengonsumsi obat-obatan konvensional. Oleh karenanya, produksi jamu dan peredaranya masih eksis hingga saat ini. Salah satunya adalah yang biasa dijual oleh ibu-ibu yang menggendong berbagai jenis jamu di punggungnya: jamu gendong.

Penggunaan jamu untuk menjadikan tubuh sehat rupanya sudah dilakukan oleh leluluh-leluhur jauh sebelum kita. Bahkan sejak abad ke tujuh belas di bawah penjajahan Belanda, para dokter berkebangsaan Belanda, Inggris, hingga Jerman tertarik untuk mempelajari jamu. Tidak hanya itu, di antaranya bahkan menulisnya menjadi buku, seperti buku Practical Observations on a Number of Javanese Medication yang ditulis oleh dr. Carl Waitz. Salah satu isi dari buku tersebut adalah membahas mengenai penggantian obat-obatan yang biasa digunakan di Eropa dengan tanaman obat-obatan yang kini banyak disebut sebagai tanaman herbal yang tumbuh di Indonesia.

Penggantian obat-obatan yang lazim digunakan di Eropa dengan tanaman obat-obatan didukung dengan kondisi Indonesia yang memungkinkan tumbuh suburnya tanaman-tanaman obat. Sehingga kita terbiasa menggunakan berbagai tanaman untuk berbagai penyembuhan. Seperti rebusan sirih untuk mengobati gejala-gejala penyakit batuk, rebusan kulit kayu manis untuk mengobati demam persisten, dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, ternyata ada kemungkinan penggunaan jamu sebagai pengobatan telah ada jauh sebelum itu. Yakni dengan ditemukannya fosil peningggalan berupa lumpang, alu, dan pipisan yang terbuat dari batu. Penemuan-penemuan tersebut mengindikasikan penggunaan ramuan untuk menjadikan tubuh sehat telah ada sejak dahulu. Sehingga, tidak salah jika kita menyimpulkan bahwa jamu adalah warisan kebudayaan yang perlu kita lestarikan. Sebab secara praktisnya pun, kebermanfaatannya masih relevan dan bisa kita rasakan hingga sekarang.

Yang lebih perlu lagi kita syukuri, tanaman-tanaman tersebut bukanlah tanaman yang sulit dikembangbiakkan. Hal ini memungkinkan kita untuk menanamnya sendiri, sehingga jika suatu waktu kita memerlukannya untuk dibuat sebagai jamu, tanaman-tanaman ini dapat langsung dipetik sendiri.

Tanaman Obat Sebagai Jamu Membentuk Tubuh Sehat

Tanaman-tanaman obat yang dapat menjadikan tubuh sehat. Di antara tanaman-tanaman obat yang dapat dibuat menjadi jamu atau ramuan herbal adalah sebagai berikut.

Kunyit

Tanaman kunyit atau yang biasa disebut kunir oleh masyarakat Jawa adalah tanaman yang mudah dikenali. Umbi tanaman ini memiliki warna orange-kemerahan dengan aroma yang khas. Tanaman yang memiliki nama latin Curcuma Longa Linn ini biasanya dimanfaatkan bagian umbinya.

Untuk menjadikan tubuh sehat, kita dapat memanfaatkan tanaman yang biasanya digunakan untuk bumbu dapur ini sebagai jamu. Jamu ini dibuat dengan mengambil sari dari kunyit dengan cara memarutnya secara halus atau memblendernya terlebih dahulu. untuk menetralkan rasa kunyit, dapat kita lakukan dengan menambahkan madu.

Kencur

Kencur adalah tanaman yang populer digunakan sebagai jamu. Tanaman berumbi yang dapat tumbuh drngan baik di musim penghujan dan memiliki nama Latin Kaempferia galanga L. ini adalah tanaman yang juga dimanfaatkan umbinya. Berbeda dengan kunyit yang berwarna kemerahan, kencur memiliki warna yang putih kekuningan. Ramuan yang memanfaatkan tanaman ini bahannya dipercaya dapat menyembuhkan perut kembung, pusing karena sakit kepala, dan rasa nyeri.

Tanaman kencur adalah salah satu tanaman yang dapat tumbuh dengan baik ketika musim hujan. Karenanya, banyak dari ibu-ibu yang menanamnya di sekitar rumah, baik dengan pot maupun langsung ditanam di tanah. Selain untuk jamu supaya tubuh sehat, tanaman ini juga dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Di antaranya ialah untuk bumbu sayur bening atau sayur bayam yang menambahkan kencur supaya masakan menjadi lebih sedap.

Jahe

Tanaman yang populer sebagai digunakan sebagai jamu berikutnya adalah jahe. Siapa yang tidak mengenal jahe? Tanaman yang memiliki aroma khas menghangatkan ini biasanya disuguhkan dalam bentuk wedhang jahe dan menjadi wedhang yang paling dicari ketika kita masuk angin, bahkan ketika sedang mabuk kendaraan. Dikenalnya manfaat jahe salah satu dampaknya adalah mudahnya menemukan penjual-penjual jahe, tidak terkecuali warung-warung pinggir jalan yang menjual aneka olahan jahe, seperti wedhang jahe maupun wedhang rondhe yang juga menggunakan jahe sebagai salah satu ciri khasnya.

Jahe memiliki nama latin Zingiber Officinale. Tanaman ini adalah tanaman yang dimanfaatkan umbinya. Ada berbagai jenis tanaman jahe, tapi yang paling diminati untuk dijadikan wedhang supaya tubuh sehat adalah jahe merah dan jahe emprit. Kalau kamu, tim jahe mana yang paling favorit dijadikan wedhang, hehe?

Temulawak

Ketika menyebutkan kunyit, kencur, dan jahe, yang tidak boleh ditinggalkan adalah temulawak. Temulawak atau yang memiliki nama Latin Curcuma zanthorrnhia ini adalah tanaman yang dimanfaatkan umbinya. Sama seperti kunyit, jahe, dan kencur, tanaman ini yang banyak dimanfaatkan adalah rimpangnya untuk kemudian diekstrak menjadi jamu.

Mengonsumsi jamu temu lawak yang dilakukan dengan mengambil sari atau ekstraknya dapat digunakan untuk menambah nafsu makan. Hal inilah yang menyebabkan jamu temulawak banyak dicari oleh para ibu ketika si anak memiliki masalah dengan nafsu makan yang buruk.Temulawak dipercaya efktif untuk menjadi solusi atas masalah tersebut. Jika nafsu makan si anak baik, maka si anak juga akan memiliki tubuh sehat.

Sirih

Selain beberapa tanaman yang biasa dimanfaatkan umbinya, sirih adalah tanaman obat yang juga populer. tanaman ini tumbuh merambat. Biasanya tumbuh pada pagar maupun tanaman-tanaman yang lain. Ciri khas tanaman ini dapat dikenali dengan daunnya yang berbentuk hati.

Pemanfaatan sirih yang paling banyak ialah untuk mencegah perkembangan kuman. Oleh karenanya, sirih sering dijadikan sebagai salah satu komposisi berbagai produk antiseptik. Hal ini disebabkan karena sirih mengandung kavikol yang memiliki daya mematikan kuman bibit penyakit. Maka dari itu, untuk memiliki tubuh sehat, jika diperlukan kita juga harus memiliki ketahanan tubuh terhadap kuman.

Brotowali

Brotowali adalah salah satu tanaman yang dimanfaatkan batangnya. Tanaman ini dipercaya mengandung berbagai khasiat, di antaranya ialah untuk mengobati keluhan rheumatic, meredakan panas, hingga meminimalisir risiko diabetes karena mampu mengurangi kadar gula dalam darah.

Brotowali terkenal dengan rasanya yang pahit, meski begitu, tetap saja banyak orang yang mengonsumsi jamu dari air rebusan brotowali ini supaya ia memiliki tubuh sehat. Tanaman yang biasanya tumbuh liar di sekitar rumah ini biasanya diolah bersama temulawak dan kunir dengan merebusnya sampai mendidih. Ramuan herbal ini dapat diminum setelah dingin.

Asam jawa

Salain tanaman yang dimanfaatkan umbi dan daunnya, asam jawa adalah tanaman yang banyak dimanfaatkan dagung buahnya. Meski begitu, tidak jarang daunnya yang muda atau yang biasa kita sebut dengan sinom ini juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti keperluan memasak bahkan digunakan sebagai bahan pelengkap pembuatan jamu.

Salah satu pemanfaatan tanaman yang memiliki nama latin Tamarindus indica ini adalah dengan dipadukan bersama kunyit dan ramuan-ramuan lain untuk dijadikan jamu gepyokan. Jamu ini biasa diminum oleh ibu-ibu menyusui. Khasiat yang paling utama adalah supaya para ibu yang menyusui tersebut memproduksi asi yang banyak. Jika asi yang dihasilkan ibu baik, maka si anak juga akan memiliki tubuh sehat karena tercukupi kebutuhan asinya.

Demikian adalah beberapa tanaman obat yang sudah tidak asing di sekitar kita. Pengembangbiakannya yang relatif mudah, terutama jika ditanam pada musim hujan tersebut juga memungkinkan kita dapat menanamnya sendiri di rumah. Terlebih lagi, beberapa tanaman dapat tumbuh meski hanya ditutup tanah seperti kunyit, kencur, jahe, dan lain sebagainya. Jika demikian, bukankah sangat menguntungkan jika kita mukai menanam tanaman-tanaman obat ini?

Memiliki tubuh sehat dan bugar adalah keinginan semua orang. Hal tersebut tentu benar. Karena tidak ada yang mau memesan memiliki tubuh yang ringkih dan tidak sehat. Oleh karenanya, harus ada upaya yang kita lakukan untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar. Salah satunya adalah dengan meminum jamu seperti paparan di atas.

Selain beberapa tanaman obat yang biasa digunakan sebagai jamu di atas, inilah beberapa referensi jamu gendong, manfaat, dan cara membuatnya jika kita ingin membuat sendiri di rumah.

Jamu Beras kencur

Beras kencur adalah salah satu ramuan jamu yang paling diminati untuk menjadikan tubuh sehat. Hal ini karena jamu beras kencur tidak terasa pahit. Aroma kencur juga aroma yang enak, sehingga untuk meminumnya, kita tidak perlu sampai harus menutup hidung agar tetap doyan meminumnya.

Jamu beras kencur ini memiliki berbagai khasiat. Di antaranya ialah dipercaya dapat meredakan nyeri, meredakan pusing karena sakit kepala. Selain itu, jamu yang identik berwarna kuning krem tersebut juga dipercaya dapat menambah nafsu makan. Oleh karenanya, jamu ini banyak digemari para ibu sebagai alternatif obat penambah nafsu makan si anak.

Jika ingin membuat jamu beras kencur sendiri supaya tubuh sehat, dapat dilakukan dengan mudah yakni dengan terlebih dahulu menyiapkan bahan-bahan. Bahan-bahan ynag kita butuhkan untuk membuat jamu beras kencur adalah kencur, beras putih, asam jawa, gula dan air.

Langkah pertama yang kita lakukan adalah merendam beras selama satu jam. Beras yang telah direndam tersebut ditiriskan supaya airnya habis, lalu rebuslah asam jawa secukupnya, gula pasir, gula aren, dan jahe hingga air meletup-letup. Setelah itu, potong kecil-kecil kencur yang telah dibersihkan dan blenderlah beras, kencur, dan juga air rebusan gula yang telah dingin hingga halus. Langkah terakhir adalah dengan menyaringnya sehingga ampas beras kencur telah habis, dan beras kencur siap untuk disajikan.

Jamu kunir asem atau jamu kunyit asem

Kunir asem, atau kunyit asem adalah olahan jamu berikutnya yang juga digemari. Sedikit rasa getir pada kunyit dapat dinetralkan dengan penambahan asem jawa. Karenanya, minuman kunir asem ini bukan lagi minuman yang menjadikan tubuh sehat dengan citarasa yang pahit di lidah.

Akan lebih menyenangkan jika kita dapat membuat jamu sendiri, meskipun merepotkan, tapi kita akan lebih menghargai apa-apa yang merupakan hasil dari olahan kita sendiri. Karenanya, jika ingin membuat jamu kunir asem, yang pertama harus kita siapkan adalah bahan-bahannya. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat jamu kunir asem adalah kunir, gula aren, asem jawa, garam, dan tentunya air putih.

Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menghaluskan kunir. Langkah ini dapat kita lakukan dengan memarutnya atau memblendernya. Setelah itu, kunir diambil ekstraknya dengan diperas. Lalu, rebuslah air, gula aren, asam jawa hingga mendidih. Langkah terakhir, yang perlu kita lakukan adalah memasukkan ekstrak kunir sambil terus mengaduknya. Langkah berikutnya adalah mematikan kompor, dan tunggu hingga menjadi dingin. Setelah dingin, saringlah rebusan tersebut supaya tidak ada lagi ampas dan jamu kunir asem siap diminum supaya kita memiliki tubuh sehat.

Kunir asem adalah ramuan yang dipercaya memiliki khasiat. Di anataranya, ialah kunir asem yang jika kita minum secara rutin selama dua minggu berturut-turut dapat memperbaiki penyimpangan kerja ginjal. Selain itu, ramuan ini juga sangat efektif untuk meredakan demam pada ibu hamil.

Jamu Cabe Puyang

Masalah kesehatan yang banyak dikeluhkan oleh kita adalah pegal-pegal. Keluhan ini dapat disebabkan karena berbagai faktor, di antaranya ialah karena kecapekan, kurang tidur, bahkan bisa juga karena hal tersebut merupakan bahasa tubuh kita yang hendak memberitahukan gejala reumathic. Oleh karenanya, tidak sedikit dari kita mamilih untuk meminum berbagai ramuan supaya tubuh sehat kita kembali prima. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi jamu cabe puyang.

Cabe puyang adalah jamu yang dipercaya memiliki khasiat untuk meredakan kesemutan dan pegal linu. Oleh karenanya, jamu yang biasanya dijual oleh ibu-ibu penjual jamu gendong ini biasanya akan langsung diserbu oleh para pekerja laki-laki yang memiliki keluhan dengan penyakit otot dan sendi.  Hal tersebut menandakan khasiat jamu cabe punya efektif untuk mengatasi masalah otot dan sendi yang tidak cukup diredakan dengan krim-krim pereda nyeri atau balsem.

Meskipun repot, demi memiliki tubuh sehat, kita biasa membuat jamu cabe puyang sendiri, yang pertama harus dilakukan adalah menyiapkan bahan-bahan. Bahan-bahan yang diperlukan ialah cabe puyang, temulawak, temu ireng, jahe, kudu, daun adas, pulosari, kunyit, merica, kedawung, keningar, asam jawa, kunci, dan gula aren.

Langkah pembuatan yang harus kita lakukan adalah dengan mencuci semua bahan tersebut untuk memastikannya benar-benar bersih. Lalu, langkah berikutnya adalah dengan menumbuk semua bahan hingga halus. Tambahkan gula dan garam, dan langkah terakhir adalah dengan memberi sedikit air hangat pada jamu yang selesai dihaluskan. Ramuan tersebut diperas untuk mendapatkan sarinya, karena sari tersebutlah yang akan kita konsumsi.

Jamu temulawak

Siapa yang tidak kenal dengan nama tanaman ini. Ya, temulawak. Nama temulawak biasa kita temukan dalam kemasan suplemen makanan penambah nafsu makan. Karenanya, olahan dari tanaman obat ini bukan saja baik dikonsumsi untuk anak-anak saja tapi juga untuk orang dewasa supaya mendapatkan tubuh sehat. Tapi, apakah semua orang sudah tahu jika ternyata tanaman yang dimanfaatkan umbinya ini juga berkhasiat untuk menyembuhkan keluhan pusing, hingga mual-mual karena masuk angin.

Jika ingin mengonsumsi jamu temulawak, yang paling mudah adalah dengan membelinya pada penjual jamu gendong. Akan tetapi, jika ingin membuatnya sendiri, sebenarnya langkah-langkah yang perlu kita lakukan juga tidak sulit. Yang pertama adalah kita harus menyiapkan bahannya. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat jamu temulawak adalah temulawak itu sendiri, kencur, asam jawa, daun pandan dan air putih tentunya.

Langkah berikutnya yang harus kita lakukan adalah adalah dengan membersihkan rimpang temulawak, lalu mengirisnya dan memblender secara bersamaan temulawak, kencur, asam jawa, sampai smua bahan tersebut halus dan tercampur. Setelah itu, rebus air hingga mendidih dengan mencampurkan gula aren. Setelah gula aren mencair dengan sempurna, tambahkan bahan-bahan yang telah dihaluskan tadi. Tunggu hingga mendidih. Setelah itu, yang perlu kita lakukan adalah mematikan kompor dan tunggu hingga dingin. Saring untuk memisahkan ampas dan sarinya. Dan, sari temulawak siap untuk konsumsi supaya kita memiliki tubuh sehat..

Ada berbagai faktor yang menyebabkan jamu diterima oleh masyarakat dan masih tetap dipercaya menjadi minuman yang dapat menjadikan tubuh sehat. Setidaknya, ada empat faktor yakni faktor sosial, faktor ekonomi, faktor pemasaran, dan faktor psikologi. Pemaparan lebih lengkap mengenai faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut.

Faktor sosial

Minum jamu seolah sudah menjadi budaya masyarakat kita. Hal ini dapat terlihat dengan banyaknya orang yang berprofesi sebagai penanam tanaman berbagai jenis obat, pedagang jamu, dan para pengonsumsi jamu termasuk kita-kita. Jamu tidak hanya dikonsumsi ketika sakit, namun juga dikonsumsi untuk mencegah datangnya penyakit. Oleh karenanya, tidak salah jika minum jamu sudah melekat dan membudaya di masyarakat kita.

Kesamaan persepsi pada masyarakat kita mengenai jamu yang manfaatnya dapat menjadikan tubuh sehat memegang peranan yang vital sebagai sebab jamu tetap dikonsumsi secara luas. Masayarakat kita kebanyakan lebih memilih mengonsumsi jamu herbal karena obat-obatan konvensional dianggap terlalu banyak mengandung bahan-bahan kimia buatan.

Selain itu, iklan yang berkembang di masyarakat dengan mengunggulkan khasiat digunakannya tanaman-tanaman obat bahkan untuk obat-obat maupun suplemen makanan rupanya juga turut andil menjadikan jamu sebagai obat murah meriah yang bisa mereka dapatkan.

Faktor ekonomi

Ekonomi adalah faktor yang mempengaruhi banyak hal. Tidak terkecuali, pilihan untuk mengonsumsi jamu untuk mendapatkan tubuh sehat. Jamu menjadi obat murah meriah yang dapat dijangkau oleh masyarakat. Terutama bagi mereka yang termasuk kategori menengah ke bawah. Untuk jamu gendong misalnya, dengan kisaran lima hingga tujuh ribu, kita sudah bisa mendapatkan sebotol beras kencur 500 mL, misalnya. Bahkan jamu juga bisa kita dapatkan secara gratis jika mau menanam dan mengolahnya sendiri. Hal tersebut adalah contoh kecil bagaimana ekonomi mempengaruhi pilihan masyarakat kita dalam mengonsumsi obat.

Katiadaan biaya untuk berobat adalah alasan utama. Hal ini dikarenakan kita memerluka cukup biaya untuk memeriksakan diri ke dokter, belum lagi untuk menebus obatnya. Hal ini lah yang membuat orang merasa enggan untuk pergi ke dokter dan memilih alternatif lain yakni dengan mengonsumsi jamu- jamuan.

Meski jamu telah turun temurun dipercaya sebagai obat yang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, maupun sebagai upaya preventif munculnya gejala-gejala penyakit pada tubuh sehat kita, tidak sedikit dokter atau praktisi kesehatan yang tetap menyarankan untuk mengonsumsi obat-obatan konvensional. Hal ini dikarenakan adanya kemungkinan tanaman-tanaman obat yang diolah secara tradisional itu diolah dengan kurang higienis, atau bahkan dengan takaran yang hanya dikira-kira saja.

Faktor pemasaran jamu

Jamu tradisional dipasarkan dengan berbagai bentuk. Yang paling populer dan dekat dengan kita adalah produk-produk jamu yang dipasarkan oleh penjual jamu gendong. Penjual-penjual ini tersebar ke berbagai desa. Biasanya para penjual ini adalah pekerja yang memang bekerja untuk menjualkan olahan jamu dari rumah prosuksi jamu tradisional.

Bentuk pemasaran jamu tradisional lainnya adalah dalam bentuk kering. Jamu ini dijual dalam kemasan-kemasan plastik. Pengonsumsi jamu herbal untuk mendapatkan tubuh sehat ini hanya tinggal merebus atau bahkan jenis-jenis jamu tertentu pengonsumsi hanya harus menyeduhnya saja. Meski dalam bentuk kering, pemasaran model demikian ini biasanya dilakukan oleh rumah produksi yang memang sudah memiliki izin, dan sudah dicantumkan tanggal akhir pengonsumsian atau tanggal kadaluarsa meskipun dengan kemasan semacam ini sudah sangat tahan lama.

Dengan kemudahan-kemudahan yang ditawarkan tersebut, menjadikan jamu tradisional mudah dijangkau oleh masyarakat kita. Dengan harga yang terjangkau pula, membuat produk jamu herbal ini tetap dicari, tetap dikonsumsi, dan tetap diproduksi hingga sekarang.

Faktor psikologi

Faktor lain yang menjadikan masyarakat memilih jamu sebagai ramuan untuk memperoleh tubuh sehat adalah faktor psikologi. Faktor ini berkaitan dengan prinsip individu dalam masyarakat. Di antaranya, yang paling sering ditemukan adalah adanya rasa mengalami kejumudan atau kapok mengonsumsi obat-obatan konvensional namun tidak kunjung mendapatkan kesembuhan.

Hal tersebut, menjadikan individu tersebut beralih untuk mengonsumsi obat-obatan tradisional, tidak terkecuali dalam bentuk jamu. Alasan lainnya adalah berbenturan dengan faktor ekonomi, bagaimana tidak, jika sudah menghabiskan banyak uang untuk pengobatan namun tidak mendapat hasil yang signifikan, solusi yang akan diambil adalah dengan mencoba pengobatan tradisional.

Demikian adalah paparan mengenai jamu, ramuan tradisional yang turun temurun dipercaya menjadikan tubuh sehat, beberapa contoh tanaman obat dengan berbagai khasiatnya, juga beberapa contoh cara mengolah tanaman tersbeut menjadi jamu.

About Aziza Linda Verra

Check Also

3 Cara Makan Tauge Untuk Kesuburan

Banyak Kandungan Gizinya! Yuk Simak 3 Cara Makan Tauge Untuk Kesuburan

Sayuran yang lebih banyak dikenal sebagai kecambah ini memiliki manfaat yang sangat kaya apabila dikonsumsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *