Informasi Penting Terkait Faktor Resiko dan Ciri Penyakit Diabetes Militus

By

Diabetes adalah salah satu penyakit yang cukup banyak dialami, bahkan tercatat hingga 1,5% pasien ditahun 2018 menurut Riskesdas. Di Indonesia diabetes sering kali disebut dengan penyakit kencing manis, karena gangguan tersebut berhubungan dengan gula darah. Tentu saja angka tersebut cukup besar, mengingat masih banyak orang yang mungkin saja belum bisa di diagnosis dokter. Penyakit diabetes bisa menjadi komplikasi jika tidak terkontrol dan bisa menyebabkan kaki diabetik. Sehingga wajar saja jika banyak orang mencari informasi penting terkait faktor resiko dan ciri penyakit diabetes melitus.

Komplikasi yang terjadi pada kaki diabetik ini bisa berubah menjadi ulkus diabetik atau luka basah yang berujung amputasi. Komplikasi ini disebabkan karena tingginya kadar gula darah yang membuat luka susah untuk menutup atau menjadi kering. Namun tidak semua orang berisiko mengalami penyakit kencing manis ini. Terlebih jika seseorang telah menerapkan gaya hidup sehat, agar gula kadar gula darah tidak berlebihan di atas normal.

Faktor Risiko Diabetes

1. Faktor risiko diabetes Tipe 1

  • Riwayat anggota keluarga ada yang mengalami penyakit diabetes militus Tipe 1, karena resiko penyakit ini juga diduga karena faktor keturunan
  • Mengalami infeksi virus
  • Kebanyakan penyakit diabetes dialami oleh anak dengan usia 4 hingga 7 tahun serta usia anak 10 hingga 14 tahun. Namun bukan berarti usia selain yang disebutkan tidak memiliki resiko munculnya diabetes Tipe 1

2. Faktor resiko diabetes tipe 2

  • Orang dengan gangguan berat badan yang berlebih ataupun obesitas
  • Mempunyai riwayat anggota keluarga yang mengalami penyakit diabetes tipe 2
  • Orang yang tidak banyak bergerak atau kurang aktif sehingga tidak bisa mengontrol berat badan. Hal ini menyebabkan pembakaran glukosa menjadi energi tidak maksimal. Serta bisa juga menyebabkan sel tubuh menjadi lebih sensitif pada insulin.
  • Pertambahan usia yang semakin meningkat dan seringkali penyakit diabetes militus dialami oleh usia lanjut
  • Memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Orang dengan kadar kolesterol dan trigliserida tak stabil karena kadar HDL rendah, namun kadar trigliserida nya tinggi.
  • Wanita dengan gangguan polycystic ovarium syndrome atau PCOS
  • Orang yang berada atau tinggal di kawasan cukup jauh dari garis khatulistiwa. Mereka akan rentan kekurangan vitamin D dari cahaya matahari yang menyebabkan meningkatnya resiko penyakit autoimun
  • Ibu hamil dengan resiko penyakit preeklamsia. Kondisi ini terjadi karena tekanan darah tinggi yang dialami oleh ibu hamil ataupun sesudah melahirkan.
penyakit diabetes militus
penyakit diabetes militus

Faktor lain seperti, konsumsi susu sapi, gluten ataupun sereal di usia yang terlalu dini kurang dari empat bulan.

Ciri-Ciri Penyakit Diabetes yang sering Dialami

1. Berat badan turun secara drastis

Salah satu ciri-ciri penyakit diabetes yang cukup sering dialami yakni penurunan berat badan secara drastis. Meski terkadang penurunan berat badan juga disebabkan oleh faktor usia, asupan nutrisi, hingga jenis kegiatan. Namun pada penderita diabetes melitus, penurunan berat badan terjadi secara drastis tanpa diet ataupun olahraga ekstrem. Ciri ini kerap dialami oleh pasien diabetes Tipe 1, lantaran tubuhnya tak mampu memproduksi insulin untuk mencukupi kebutuhan. Hingga akhirnya tubuh mencari sumber energi lain dari lemak protein ataupun otot.

2. Kulit kering

Orang yang mengidap penyakit diabetes militus sering kali mengeluhkan gangguan kulit yang dialami. Gangguan tersebut diantaranya adalah permukaan kukit kering, gatal, bersisik, hingga terjadi pecah-pecah. Gejala ini terjadi akibat banyaknya cairan yang terbuang lewat urin. Sehingga kulit kehilangan kelembapan alami yang dimiliki dan memunculkan berbagai masalah kulit. Faktor penyebab lainnya yakni karena kurangnya sensitifitas saraf dan sirkulasi darah menjadi terhambat.

3. Mengalami luka yang lama sembuh

Jika seseorang mengalami luka basah dan cenderung sembuh dalam waktu lama, bisa jadi ini merupakan ciri-ciri penyakit diabetes. Bukan hanya sembuh dalam waktu lama, tetapi kadang luka tersebut tidak kunjung mengering. Gangguan ini terjadi karena kadar gula yang tinggi di atas normal. Efeknya pembuluh darah arteri menyempit dan mengeras, sehingga menghambat aliran oksigen dalam darah yang menuju jantung. Dengan kata lain, tubuh kesulitan memenuhi kebutuhan nutrisi dan oksigen yang diperlukan untuk mempercepat penyembuhan luka.

4. Sering buang air kecil

Sering buang air kecil biasanya disebabkan karena suhu dingin, banyak minum, ataupun mengonsumsi minuman yang mengandung kafein. Namun pada penderita penyakit diabetes militus, mereka sering kali mengalami keseringan buang air kecil yang terjadi di malam hari. Tak jarang gejala ini juga akan menyebabkan penderitanya terbangun di malam hari untuk ke toilet. Penyebabnya adalah kadar gula darah tinggi yang membuat kinerja ginjal tidak maksimal dalam melakukan penyerapan. Efeknya, kelebihan gula yang tidak bisa diserap tersebut akan dibuang lewat pembuangan urin.

5. Terjadinya gangguan penglihatan

Ciri-ciri orang yang mengalami penyakit diabetes melitus selanjutnya adalah mengalami gangguan penglihatan. Gejalanya yaitu penglihatan tampak kabur, objek buram dan keruh yang terkadang dialami sejak berusia masih muda. Gangguan penglihatan ini berkaitan dengan tingginya kadar gula darah, sehingga merusak syaraf dan pembuluh darah mata. Bahkan pada kasus yang parah bisa menimbulkan gejala penyakit mata seperti glukoma, katarak, hingga kebutaan permanen.

6. Cepat merasa lapar

Ciri ini berbeda dengan rasa lapar yang dialami oleh orang tanpa diabetes. Pada penderita penyakit diabetes militus, mereka akan mudah merasa lapar meski baru saja makan bahkan dalam jumlah banyak. Hal ini disebabkan karena tubuh gagal merespon atau memproduksi hormon insulin yang dibutuhkan. Akibatnya tubuh akan terus-terusan merasa lapar untuk mencukupi kebutuhan energi. Tentunya hal ini akan menyebabkan kadar gula yang juga samakin meningkat dan memperparah kondisi penyakit.

7. Selalu merasa haus

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, penderita diabetes seringkali mengalami gangguan buang air kecil secara terus-terusan. Untuk mengganti cairan tersebut, tubuh kembali memerlukan asupan cairan. Sehingga penderitanya akan mudah merasa haus meski sudah minum dalam jumlah banyak. Namun cairan ini nantinya juga akan kembali dibuang lewat urin, sehingga mereka akan terus-menerus minum dan buang air kecil berlebihan.

8. Lelah berlebihan

Rasa lelah seringkali dialami ketika seseorang melakukan kegiatan yang terlalu menguras tenaga, kurang asupan nutrisi, ataupun kurangnya jam istirahat. Namun hal berbeda dialami oleh penderita penyakit diabetes militus, di mana rasa lelah tersebut terjadi secara berlebihan. Penyebabnya berkaitan erat dengan kegagalan tubuh dalam memproduksi insulin. Sehingga yang terjadi adalah tubuh mudah merasa capek meski tidak melakukan banyak aktivitas fisik.

Itulah tadi beberapa ciri-ciri penyakit diabetes melitus yang seringkali dialami oleh penderitanya. Meski tidak 100% akurat, setidaknya jika mengalami beberapa ciri di atas Anda bisa lebih waspada. Karena penegakan diagnosis penyakit diabetes hanya bisa diketahui oleh dokter atau orang yang ahli di bidangnya. Segeralah mengunjungi pelayanan kesehatan dan sampaikan gejala yang dialami. Jangan tunggu kondisi makin parah yang justru berisiko mengurangi tingkat kesembuhan yang lebih cepat.

Tinggalkan komentar