Yang Harus Dihindari saat Menjalani Diet Sehat Ibu Menyusui

By

Yang Harus Dihindari saat Menjalani Diet Sehat Ibu Menyusui – Menjadi ibu adalah sebuah kebanggaan bagi seorang wanita. Kehadiran bayi mungil yang telah menyatu dengan tubuhnya selama kurang lebih sembilan bulan sepuluh hari merupakan kebahagiaan yang membayar lunas rasa sakit dan lemah yang dirasakan sebelumnya. Namun, teror di depan mata kemudian membayangi ketika melihat angka di alat penimbang badan yang bertambah drastis dari sebelum hamil dan melahirkan.

Obesitas atau kegemukan telah menjadi hal sensitif untuk sebagian besar wanita. Sehingga, beberapa ibu yang baru melahirkan mungkin akan merasa harus segera melakukan diet agar bentuk badannya segera kembali seperti semula sebelum hamil dan melahirkan. Namun, sudah tepatkah pilihan itu, sementara di saat yang sama ibu harus menyusui bayi yang baru saja dilahirkan. Ibu menyusui akan banyak membutuhkan asupan makanan yang baik, sebab sebagian nutrisi yang ada dalam tubuh akan diubah menjadi ASI yang dibutuhkan oleh bayi tersebut.

diet sehat ibu menyusui
diet sehat ibu menyusui

Banyak hal yang perlu dipertimbangkan saat menjalani diet sehat ibu menyusui, seperti usia bayi yang masih sangat tergantung dengan ASI, serta nutrisi terbaik yang harus dikonsumsi untuk menjaga kualitas ASI sekaligus menjaga kesehatan ibu menyusui yang rentan mengalami sakit baik fisik maupun psikologis. Dengan kata lain, jika dinalar maka ibu menyusui justru membutuhkan asupan makanan yang lebih daripada orang lain.

Waktu terbaik untuk melakukan diet sehat ibu menyusui

Pada enam bulan pertama kelahirannya, bayi akan sangat tergantung pada asupan air susu dari ibunya. Pada usia ini, bayi belum dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman selain ASI. Sebaiknya pikirkan kembali jika ingin melakukan diet pada usia ini. Sebab, pada saat ini kebutuhan nutrisi justru sedang banyak-banyaknya. Keputusan untuk menjalani diet akan sangat mempengaruhi pertumbuhan bayi.

Diet sehat ibu menyusui dapat dilakukan setelah bayi mulai bisa makan makanan lain dan sudah tidak terlalu bergantung pada ASI. Masa MP-ASI (makanan pendamping ASI) pada bayi sebenarnya adalah masa pengenalan makanan. Sehingga, bayi masih sangat bergantung pada ASI karena jumlah makanan yang mereka telan bisa jadi belum memenuhi kebutuhan gizi mereka. Untuk itu, sebaiknya tunggu hingga bayi sudah benar-benar bisa menelan makanan dengan baik dan memiliki pola makan yang teratur.

Yang harus dihindari saat diet sehat ibu menyusui

Tanpa diet pun, sebenarnya ibu telah membakar sebanyak 200 sampai dengan 500 kalori dalam tubuh. Itu artinya, menyusui dapat menurunkan berat badan ibu secara alami, apalagi jika dilakukan hingga usia bayi enam bulan atau lebih. Namun, sebagian ibu mungkin belum puas dengan penurunan berat badan tersebut. Untuk itu, jika ibu tetap ingin menjalankan diet, sebaiknya hindari hal-hal berikut agar tidak mengganggu pertumbuhan bayi karena kekurangan asupan ASI :

Membatasi konsumsi makanan

Membatasi konsumsi makanan akan berakibat pada menurunnya produksi ASI. Saat melakukan diet sehat ibu menyusui, dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan setidaknya 1500 sampai dengan 1800 kalori per hari. Sebaiknya lakukan pembatasan konsumsi makanan secara bertahap. Sebab, penurunan konsumsi makanan secara tiba-tiba akan membuat tubuh menganggap hal itu sebagai sinyal kelaparan, sehingga secara otomatis tubuh akan mengurangi produksi ASI.

Melakukan diet segera setelah melahirkan

Selama enam bulan pertama usia bayi, tidak dianjurkan untuk memberi makan dan minum kecuali ASI. Sebaiknya tunggu hingga bayi mulai bisa makan dengan porsi sesuai usia pertumbuhannya. Selain itu, kondisi ibu yang lemah karena banyak mengeluarkan darah baik saat melahirkan maupun karena sedang mengalami masa nifas menyebabkan ibu butuh banyak asupan makanan untuk mempercepat pemulihan.

Mengkonsumsi suplemen penurun berat badan

Dalam menjalani diet sehat ibu menyusui, tidak dianjurkan mengkonsumsi obat maupun suplemen pelangsing, termasuk produk herbal dan jamu-jamuan tanpa resep dokter. Karena, dikhawatirkan obat-obatan tersebut akan mempengaruhi ASI yang diminum bayi. Apalagi, saat ini kebanyakan obat-obat pelangsing yang beredar bersifat diuretik yang menyebabkan sering buang air kecil, dan juga pencahar yang menyebabkan sering buang air besar. Dampaknya, ibu bisa mengalami dehidrasi, padahal cairan dalam tubuh sangat dibutuhkan untuk produksi ASI.

Mengkonsumsi kafein dan alkohol

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kafein efektif untuk menurunkan berat badan. Kafein ini bisa berasal dari teh, kopi, maupun cokelat. Teorinya, kafein akan meningkatkan kecepatan metabolisme dalam tubuh sehingga dapat mempercepat pembakaran lemak. Namun, kafein tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibuĀ  hamil dan menyusui. Sebab, sebagian kecil kafein yang dikonsumsi akan tercampur dengan ASI yang dikonsumsi bayi. Padahal, bayi belum mampu mencerna kafein karena organ pencernaannya yang belum sempurna.

Sedangkan alkohol, dalam kondisi sehat saja tidak disarankan dikonsumsi, apalagi bagi ibu hamil dan menyusui. Sebagaimana kafein, sedikit dari alkohol akan tercampur dengan ASI bayi. Jika untuk orang dewasa saja konsumsi alkohol sangat dibatasi bahkan dilarang, apalagi untuk bayi yang seluruh organ tubuhnya masih dalam tahap perkembangan. Lagipula, aromanya tidak disukai bayi, sehingga bayi akan malas untuk menyusu. Sehingga, alkohol sangat tidak disarankan untuk diet sehat ibu menyusui.

Malas olah raga

Ibu menyusui rentan mengalami anemia setelah mengeluarkan banyak darah ketika melahirkan. Istirahat secukupnya dan konsumsi makanan bergizi penting dilakukan untuk mempercepat pemulihan. Apalagi ada luka pasca melahirkan yang dikhawatirkan akan kembali terbuka jika ibu menyusui terlalu banyak melakukan aktivitas. Namun, bukan berarti ibu menyusui tidak boleh melakukan aktivitas. Justru disarankan bagi ibu pasca melahirkan untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur, tapi tentu saja bukan aktivitas yang berat.

Olah raga ringan penting dilakukan selama menjalani diet sehat ibu menyusui untuk menjaga kebugaran tubuh. Meskipun tubuh masih lemas setelah melahirkan, lakukan olah raga ringan seperti jalan-jalan dan stretching. Olah raga dapat mempercepat pembakaran kalori dalam tubuh, sehingga mencegah penumpukan lemak yang berlebih. Selain itu, melakukan aktivitas seperti olah raga diyakini dapat mengurangi depresi ibu pasca melahirkan yang sering disebut baby blues.

Perhatikan juga artikel lainnya disini.

Pada dasarnya, ibu menyusui tidak perlu melakukan diet ketat. Jika pun dilakukan, maka akan lebih baik jika terlebih dahulu mengkonsultasikannya dengan dokter atau ahli gizi agar baik ibu maupun bayi tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan dan meminimalisir efek samping yang bisa ditimbulkan. Tak dipungkiri, bagi sebagian wanita masalah berat badan adalah masalah yang sensitif. Namun, jika ibu menyusui terlalu bersedih memikirkannya malah dikhawatirkan akan berdampak pula pada penurunan produksi ASI. Sebab, suasana hati yang bahagia adalah booster terbaik agar ASI melimpah.

Sebaliknya, untuk diet sehat ibu menyusui ini sebaiknya pilih makanan yang sehat dan diolah dengan cara yang sehat seperti mengukus dan tidak menggorengnya. Cari makanan pengganti untuk makanan yang berisiko meningkatkan berat badan seperti karbohidrat, alihkan kepada makanan yang tinggi protein. Selain itu, sering-seringlah menyusui bayi. Karena, proses menyusui dapat membakar kalori dalam tubuh secara alami.

Tinggalkan komentar