Obesitas Memicu Penyakit! Lakukan 4 Diet Sehat untuk Mengurangi Obesitas

Obesitas Memicu Penyakit! Lakukan 4 Diet Sehat untuk Mengurangi Obesitas – Obesitas adalah suatu kondisi kelebihan berat badan yang terjadi pada seseorang akibat lemak tubuh yang terlalu banyak. Kondisi ini dapat terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara kalori yang masuk ke dalam tubuh dengan kalori yang dikeluarkan oleh tubuh sehingga kalori ini menumpuk di dalam tubuh dalam bentuk lemak. Kondisi ini bebeda dengan overweight yang merupakan istilah kelebihan berat badan yang bisa terjadi akibat air, atau massa otot dan tulang yang berlebih seperti yang terjadi pada binaragawan.

Obesitas sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan berbagai penyakit yang berujung pada kematian. Obesitas dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, dengan cara meningkatkan peluang penyebab penyakit ini seperti tekanan darah tinggi, kadar trigliserida tinggi, kadar kolesterol HDL rendah, dan kadar gula tinggi. Beberapa penyakit kanker juga disebabkan oleh kelebihan berat badan. Jumlah kematian penderita obesitas dengan penyakit penyerta tersebut lebih banyak bila dibandingkan dengan penderita penyakit penyerta dengan berat badan normal.

diet sehat untuk mengurangi obesitas
diet sehat untuk mengurangi obesitas

Beberapa masalah akibat obesitas sehingga Diet Sehat untuk Mengurangi Obesitas:

Meningkatkan resiko penyakit jantung

Kelebihan berat badan (obesitas) meningkatkan faktor penyebab penyakit jantung seperti hipertensi, kelainan kolesterol, dan diabetes tipe 2. Tekanan darah tinggi (hipertensi) akan mengiritasi plak di arteri dan menyebabkan pembuluh darah pecah sehingga memicu serangan jantung. Oleh karena itu diet sehat untuk mengurangi obesitas sangat disarankan bagi penderita obesitas.

Meningkatkan resiko mengalami gangguan tidur (sleep apnea)

Lemak yang menumpuk di perut dapat menghalangi paru-paru sehingga paru-paru akan bekerja lebih berat. Hal ini akan mengakibatkan gangguan pernapasan karena jalan napas penderita obesitas dapat mengalami sumbatan sebagian maupun total dan akan terjadi secara berulang pada saat tidur. Kondisi sleep apnea sangat mengganggu karena mengakibatkan kondisi tidur yang tidak nyaman dan tidak nyenyak bagi penderitanya.

Penderita obesitas yang mengalami sleep apnea memiliki resiko mengalami stress karena mengalami penurunan kualitas tidur, dan ini akan memicu faktor resiko terhadap penyakit lain seperti hipertensi, diabetes tipe 2, kelainan kolesterol terutama tingginya kadar trigliserida, dan penyakit jantung. Untuk mengatas gangguan ini penderita obesitas harus berupaya mengurangi berat badannya dengan beraktifitas sehat dan melakukan diet sehat untuk mengurangi obesitas.

Meningkatkan komplikasi jantung

Obesitas dapat meningkatkan gangguan detak jantung yang dapat memicu pembentukan gumpalan-gumpalan darah atau bekuan darah. Jika gumpalan ini pecah dan menyumbat di bagian pembuluh darah yang menyempit, maka dapat menyebabkan serangan jantung maupun stroke. Tumpukan lemak yang berlebih dapat membuat jantung menjadi semakin stress khususnya selama fase relaksasi atau diastol. Hal ini akan memicu terjadinya gagal jantung.

Menyebabkan gangguan kesuburan

Obesitas dapat menyebabkan gangguan kesuburan pada pria dan wanita. Pada pria, pola makan yang mengkonsumsi lemak tinggi menyebabkan peningkatan lemak di area skrotum yang bisa meningkatkan suhu testis. Peningkatan suhu ini berdampak negatif pada sperma yaitu rendahnya konsentrasi sperma, penurunan mobilitas sperma, dan peningkatan jumlah sperma abnormal. Kelebihan lemak ini juga menyebabkan perubahan hormon testosteron dan dapat merusak produksi sperma. Segera lakukan diet sehat untuk mengurangi obesitas.

Pada wanita yang mengalami obesitas, kandungan lemak berlebih di dalam tubuh akan meningkatkan produksi hormon estrogen. Hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan hormonal dan dapat mengganggu siklus haid. Wanita obesitas biasanya mengkonsumsi lemak dan karbohidrat serta gula secara berlebih. Akibat mengkonsumsi makanan tinggi lemak maka tubuh akan memproduksi hormon leptin secara berlebihan, sedangkan terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat dan gula akan menyebabkan tubuh mengalami resisten terhadap hormon insulin.

Produksi leptin yang berlebih dan resistensi terhadap hormon insulin akan mengganggu sistem reproduksi. Kondisi ini dapat mengganggu ovarium untuk menghasilkan telur yang mengakibatkan sulit hamil. Bahkan jika wanita obesitas mengalami kehamilan, beberapa kasus menunjukkan keadaan yang beresiko bagi kesehatan janin. Hal ini disebabkan karena mereka biasanya memiliki kualitas telur yang kurang baik, mengalami gangguan saat pembentukan sel telur yang sudah dibuahi, maupun gangguan fungsi hormon. Namun dengan melakukan diet sehat untuk mengurangi obesitas, kondisi tubuh akan bisa normal kembali.

Setelah mengetahui beberapa dampak buruk akibat obesitas, maka upaya pencegahan bisa dilakukan untuk mengurangi lemak berlebih di dalam tubuh. Salah satunya adalah dengan melakukan diet.

Berikut beberapa cara diet yang bisa anda lakukan:

Hindari makanan yang mengandung lemak trans

Lemak trans adalah lemak jenuh yang biasanya dihasilkan dari hewani seperti daging sapi dan kambing, susu, dan keju. Lemak ini meningkatkan kadar kolesterol jahat (HDL) dan trigliserida dalam darah. Dalam menjalankan diet sehat untuk mengurangi obesitas, hindari makanan olahan yang mengandung lemak trans seperti aneka gorengan, keripik dan popcorn yang dalam proses pembuatannya menggunakan minyak trans. Margarin dan mentega juga termasuk bahan makanan yang harus dihindari, hal ini berarti termasuk menghindari makanan yang bahan-bahannya mengandung margarin atau mentega.

Perbanyak makanan yang mengandung lemak sehat

Konsumsilah lemak sehat yaitu lemak tak jenuh (terutama yang mengandung omega-3 dan omega-6) untuk mencukupi kebutuhan lemak tubuh. Lemak ini sangat baik untuk tubuh dan juga untuk program diet karena dapat membuat anda merasa kenyang lebih lama. Lemak tak jenuh dapat anda temukan di dalam alpukat, kacang-kacangan, ikan salmon, ikan tuna, ikan tongkol, minyak zaitun, minyak canola, dan minyak biji bunga matahari.

Hindari makanan dan minuman dengan kandungan gula yang tinggi

Makanan tinggi karbohidrat harus dihindari saat menjalankan diet sehat untuk mengurangi obesitas karena di dalam tubuh, karbohidrat langsung diubah menjadi gula darah. Hindari juga makanan dan minuman dengan pemanis buatan. Makanan dan minuman yang harus dihindari di antaranya adalah roti putih, nasi putih, makanan kemasan, selai, sirup, saus tomat pabrikan, soft drink, kue, puding, es krim, permen, makanan serta minuman lain yang menggunakan pemanis di dalam pengolahannya.  

Simak juga artikel lainnya disini.

 Konsumsi makanan tinggi protein

Mengkonsumsi makanan tinggi protein terutama di saat sarapan akan membuat anda merasa kenyang sehingga menghindari keinginan untuk memakan camilan secara berlebihan. Saat protein masuk ke dalam tubuh dan diproses, bersamaan dengan ini terjadi pembakaran kalori. Semakin banyak protein yang dikonsumsi maka akan semakin tinggi proses pembakaran kalori. Tambahkan telur, susu rendah lemak, kacang-kacangan, dan dada ayam tanpa kulit sebagai pengganti lemak dan karbohidrat dalam menu makan anda.

Demikianlah beberapa diet sehat untuk mengurangi obesitas yang dapat kita lakukan. Jangan lupa untuk selalu menambahkan makanan kaya serat seperti sayur dan buah-buahan di dalam menu makanan anda. Minum air putih minimal 8 gelas sehari sangat disarankan untuk proses detoksifikasi tubuh dan mencegah dehidrasi. Rajin berolahraga, berpikir positif, sering bersosialisasi, dan lakukan aktifitas yang positif untuk menghindari stress, karena stress dapat menjadi pemicu obesitas dan penyakit yang menyertainya.

 

 

 

 

 

About Aziza Linda Verra

Check Also

olahraga sehat untuk diet

8 Kesalahan yang Umum Dilakukan Saat Olahraga Sehat untuk Diet

8 Kesalahan yang Umum Dilakukan Saat Olahraga Sehat untuk Diet – Setiap orang pasti sudah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *