Ingin Diet Sehat Cepat? Praktikkan 4 Langkah Berikut Ini

By

sumbersehat.com – Diet sehat cepat dianggap menjadi jalan keluar bagi yang ingin menurunkan berat badan. Cara ini jauh lebih aman, jika dibandingkan dengan diet ketat yang mengharuskan seseorang untuk memangkas atau menghapus nutrisi makanan. Sebab, bagaimanapun juga tubuh memerlukan nutrisi untuk melancarkan proses metabolisme.

Hal ini penting untuk dilakukan, agar usaha yang sudah dijalani dapat memberikan hasil sesuai keinginan tanpa menyakiti tubuh. Di luar sana, ada banyak sekali orang yang berusaha untuk menggeser jarum timbangan ke arah kiri dengan beragam cara. Bahkan, beberapa di antaranya ada yang rela mengeluarkan budget cukup banyak. Lantas, apakah cara tersebut benar-benar efektif?

diet sehat cepat

Aturan Diet Sehat Cepat yang Harus Ditepati

Fakta berkata, diet bukan perkara mahal atau murah sebuah metode yang diterapkan, tetapi kekonsistenan pelakunya. Semahal apapun obat atau treatment yang dilakukan, tanpa adanya komitmen di dalam diri maka akan terancam gagal. Lantas, bagaimana cara untuk diet sehat cepat?

1. Pilih dan Pilah Makanan

Hal pertama yang harus diperhatikan jika ingin menurunkan berat badan adalah memilih dan memilah makanan. Artinya, pelaku diet harus berusaha untuk mencari makanan yang memang dianjurkan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menu diet sehat cepat, seperti:

a. Mencukupi Kebutuhan Kalori Harian

Kalori diperlukan tubuh untuk menghasilkan energi yang digunakan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Tanpa kalori, energi yang dihasilkan tidak akan memenuhi standar, sehingga tubuh menjadi lemas dan tidak berdaya. Kondisi tersebut justru akan mengganggu kesehatan.

Oleh karena itu, sebelum melakukan diet sehat cepat ada baiknya berkonsultasi kepada ahli gizi terlebih dahulu. Selain menentukan menu diet yang tepat, hitunglah kebutuhan kalori harian tubuh. Ingat, kebutuhan tersebut mungkin saja berbeda dengan orang lain, sehingga jangan menyamakan keadaan.

Hasil dari konsultasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai patokan untuk menyusun menu harian. Adapun aturan pembagian porsi menu makanan, yaitu:

  • Karbohidrat sebesar 60-75% kkal (1gram karbohidrat setara dengan 4 kalori)
  • Protein sebesar 10-15% kkal (1gram protein setara dengan 4 kalori)
  • Lemak sebesar 10-25% kkal (1gram lemak setara dengan 9 kalori)

Perlu diingat, tubuh tidak hanya memerlukan ketiga nutrisi di atas saja. Masih banyak nutrisi lainnya yang diperlukan, seperti zat besi, magnesium, vitamin, fosfor, natrium, dan lain-lain. Sementara untuk mencukupinya, pelaku diet sehat cepat dapat mengonsumsi makanan lain atau camilan. Baca juga 13 Nutrisi Diet Herbalife yang Baik untuk Tubuh, Masih Ragu?

b. Hindari Makanan Dalam Kemasan

Saat ingin melakukan diet sehat cepat, usahakan untuk menghindari makanan di dalam kemasan. Sebab, makanan yang sudah mengalami proses pengolahan yang panjang, biasanya mengandung karbohidrat olahan. Kandungan tersebut tidak baik untuk tubuh, karena dapat menimbun lemak. Selain itu, makanan kemasan juga tinggi gula dan garam. Masih berpikir untuk mengonsumsinya?

c. Hindari Makanan Pemicu Gas

Jenis makanan yang harus dihindari selanjutnya adalah makanan yang dapat memicu gas. Sebab, gas tersebut akan memenuhi perut sehingga terasa sesak dan kembung. Beberapa makanan yang dapat membentuk gas, yaitu permen karet, minuman bersoda (termasuk soda diet), maupun sayuran silang.

d. Hindari Sayuran Bertepung

Sayuran adalah salah satu jenis makanan yang sangat dianjurkan dalam metode diet sehat cepat. Hal ini dikarenakan sayur kaya akan serat yang sangat baik bagi tubuh. Selain melancarkan pencernaan, serat juga membuat perut terasa kenyang lebih lama. Sebab, serat memerlukan waktu cukup lama untuk dapat terurai secara sempurna.

Meski demikian, jangan sampai salah membedakan antara sayuran bertepung dengan non-tepung. Sayuran bertepung adalah jenis sayuran yang juga mengandung karbohidrat di dalamnya atau yang biasa disebut juga dengan pati. Kandungan tersebut perlu dihindari, karena asupan karbohidrat harian menjadi berlipat ganda.

Perbedaan keduanya terletak pada indeks glikemik. Sayuran bertepung memiliki indeks glikemik yang jauh lebih tinggi, sehingga dapat memicu kenaikan berat badan. Oleh karena itu, jika ingin diet sehat cepat yang dijalani berhasil, maka segera batasi penggunaan sayuran bertepung. Beberapa di antaranya, yaitu jagung, kacang polong, kentang, lobak, ubi jalar, talas, dan lain-lain.

Manfaatkan Rempah-rempah

Terlahir sebagai warga negara Indonesia merupakan anugerah tersendiri. Pasalnya, negara ini memiliki beragam jenis tanaman yang dapat digunakan dalam berbagai keperluan. Selain aneka buah dan sayuran, Indonesia juga kaya akan rempah-rempah dengan cita rasa yang berbeda-beda.

Hal ini tentu sangat memengaruhi keberhasilan diet sehat cepat yang dilakoni. Dari rempah-rempah tersebut, pelaku diet dapat meminimalisir penggunaan garam dan gula. Kedua bahan makanan ini merupakan musuh bagi siapa pun yang sedang berusaha untuk menurunkan berat badan. Sebab, garam memiliki kemampuan pengikat air yang sangat baik, sehingga tubuh akan kelebihan cairan.

Meski keadaan ini tidak bersifat permanen, tetapi pelaku diet perlu melakukan usaha lebih untuk meluruhkannya. Sementara gula mengandung kalori yang cukup tinggi, sehingga pelaku diet harus memangkas jumlah asupan makanan yang masuk. Jika hal ini terjadi, maka bukan tidak mungkin tubuh justru akan kekurangan nutrisi.

Penuhi Kebutuhan Cairan

Meski penggunaan garam harus dibatasi karena sifatnya yang dapat mengikat air, bukan berarti asupan cairan juga harus dikurangi. Bagaimanapun juga tubuh memerlukan air untuk dapat menjalankan fungsinya masing-masing. Oleh karena itu, pastikan untuk tetap minum air putih sebanyak 8 gelas per hari.

Takaran tersebut boleh dinaikkan, jika pelaku diet sehat cepat melakukan olahraga. Sesuaikan saja dengan jenis olahraga yang dijalani, semakin banyak mengeluarkan keringat maka semakin banyak juga cairan yang dibutuhkan. Selain melancarkan pencernaan, minum cukup air putih juga dapat menghindari dehidrasi.

Saat dehidrasi, keseimbangan hormon pengatur rasa lapar dan kenyang akan terganggu, sehingga kesalahan dalam penyampaian informasi mungkin saja terjadi. Rasa haus dirasakan sering dianggap sebagai rasa lapar, sehingga pelaku diet memilih untuk kembali makan. Hal ini tentu cukup berisiko, terutama saat makannya berada di luar jadwal.

Olahraga Rutin

Jika dalam dunia kesehatan olahraga merupakan kewajiban, maka dalam dunia diet sehat cepat olahraga adalah kebutuhan. Memang, ada beberapa metode diet yang tidak mengharuskan seseorang untuk berolahraga. Percayalah, soal hasil tentu akan jauh berbeda dengan seseorang yang memasukkan olahraga ke dalam metodi dietnya.

Sebab, tubuh memerlukan cara untuk membakar timbunan lemak. Tanpa olahraga, proses tersebut akan berlangsung lebih lama. Selain itu, tubuh yang tiba-tiba gemuk akan terlihat kendur dan kurang menarik. Berbeda jika proses diet diselingi dengan olahraga, maka tubuh akan tetap kencang tanpa gelambir.

Berolahraga untuk diet sehat cepat tidak harus dilakukan di pusat kebugaran atau gym. Lebih baik berolahraga sendiri di rumah tetapi dilakukan secara rutin, daripada datang ke pusat kebugaran tetapi satu minggu sekali. Bagi orang dewasa, porsi olahraga yang dianjurkan adalah 75 menit untuk intensitas tinggi atau 150 menit untuk intensitas sedang.

Porsi tersebut boleh dipecah ke dalam beberapa sesi latihan, baik setiap hari maupun 2 hari sekali. Selain terasa lebih ringan, pembagian sesi juga bermanfaat untuk melatih otot agar lebih terbiasa, sehingga meminimalisir terjadinya cedera. Tak perlu lama-lama, cukup 30 menit per hari.

Bagaimana, cara untuk diet sehat cepat tidak seribet yang ada dibayangan, kan? Memang, karena diet adalah tentang gaya hidup yang harus diubah bukan pemaksaan. Semoga tulisan ini dapat memberikan gambaran bagi yang sedang menjalani diet ketat nan menyiksa.

Tinggalkan komentar