Daftar Obat Asam Lambung yang Dijual Bebas dan Menggunakan Resep

By

Daftar Obat Asam Lambung yang Dijual Bebas dan Menggunakan Resep – Penyakit maag atau asam lambung seringkali dialami oleh banyak orang akibat produksi asam lambung yang meningkat. Sebenarnya tubuh memproduksi asam lambung yang berfungsi untuk mencerna makanan, serta mencegah terjadinya infeksi bakteri pada saluran pencernaan. Namun jika produksi asam lambung tersebut berlebihan, kondisi ini dapat menyebabkan gejala maag.

Penyebab munculnya penyakit maag ini beragam, mulai dari kebiasaan makan yang salah, hingga kondisi medis. Misalnya saja kondisi kesehatan seperti riwayat gastritis atau GERD. Beberapa pakar kesehatan bahkan meyakini jika penyakit asam lambung juga disebabkan oleh tingkat stres yang tinggi. Efek dari penyakit maag ini bisa mengakibatkan rasa nyeri di dada maupun ulu hati. Ada banyak obat yang tersedia di apotek untuk mengatasi sakit asam lambung yang anda derita.

Daftar Obat Asam Lambung

  1. Proton pump inhibitor (PPI)

Obat asam lambung yang pertama adalah jenis obat PPI yang memiliki fungsi menurunkan asam lambung dalam sistem pencernaan. Sistem kerjanya yaitu dengan menghambat kinerja sel tubuh yang bertugas memproduksi asam lambung supaya tidak berlebihan. Selain itu, PPI juga bertugas untuk mencegah terjadinya kerusakan pada organ lambung. Dokter biasanya akan meresepkan obat ini untuk dikonsumsi selama 4 hingga 8 minggu. Namun sebaiknya berhati-hatilah dalam mengonsumsi obat PPI.

obat asam lambung
obat asam lambung

Karena obat ini bisa menimbulkan reaksi negatif atau efek samping pada tubuh. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi seperti ruam-ruam di kulit, tidak enak badan, pusing serta sakit kepala. Efek samping lainnya yaitu terjadi gangguan pencernaan sembelit, sakit perut, dan juga diare. Beberapa obat PPI yang biasa diresepkan dokter seperti lansoprazole, omeprazole, pantoprazole, esomeprazole, dan juga rabeprazole.

  1. Antasida

Jenis obat asam lambung lain yang ada di apotek yaitu antasida. Obat ini sudah sangat umum dikonsumsi oleh penderita maag meski tanpa resep dokter. Sistem kerja antasida yaitu dengan menetralkan asam lambung dalam jangka waktu cukup cepat. Sehingga rasa sakit dan nyeri akibat gejala asam lambung bisa segera diatasi.

Perlu anda tahu, beberapa obat maag antasida memiliki kandungan alginate yang berfungsi melindungi dinding organ lambung. Sebaiknya konsumsi obat maag dengan alginate ini sesudah makan. Sementara untuk obat maag tanpa alginate bisa anda konsumsi sebelum tidur malam, serta sesudah atau ketika anda tengah makan.

Penggunaan obat asam lambung antasida ini hanya ditujukan untuk meredakan gejala nyeri pada asam lambung. Sementara jika menginginkan pengobatan asam lambung, anda perlu mendapatkan obat lain dari dokter. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi adalah gangguan pencernaan seperti kram, sering buang angin, diare, sembelit, serta kondisi badan yang tidak fit.

  1. Promag

Obat Promag adalah salah satu obat maag yang sangat terkenal dan biasa menjadi pilihan masyarakat dalam mengatasi gejala asam lambung. Hal ini dikarenakan produknya mudah diperoleh di toko obat, warung, ataupun apotek besar. Dari segi rasa, obat ini tidaklah pahit dan bisa dikonsumsi dengan cara dikunyah. Kandungan yang terdapat di dalam Promag seperti hydrotalcit, simetikon, dan juga magnesium hidroksida.

Bahan-bahan tersebut efektif untuk menurunkan asam lambung menjadi lebih netral. Untuk pemakaiannya, Promag bisa dikonsumsi sebelum maupun setelah makan. Selain itu, Promag juga dapat dikonsumsi kapanpun ketika gejala maag mendadak muncul. Meski bagitu, obat asam lambung Promag juga memiliki efek samping seperti diare, mual, sembelit, dan juga muntah.

  1. Mylanta

Selain Promag, Mylanta juga manjadi obat maag yang banyak digunakan oleh masyarakat. Obat maag ini tersedia dalam bentuk sirup maupun tablet yang bisa anda sesuaikan dengan kebutuhan. Kombinasi bahan aktif yang terkandung di dalamnya seperti magnesium hidroksida, simetikon, serta aluminium hidroksida.

Bahan-bahan zat tersebut mampu menetralkan asam lambung yang mengalami peningkatan. Dengan konsumsi obat asam lambung ini saat gejala muncul bisa mengurangi nyeri maag yang terjadi. Meski jarang terjadi, tapi beberapa orang mengalami efek samping seperti mual, sembelit, diare dan juga mengalami sakit kepala.

  1. H -2 receptor blockers

Obat histamin -2 atau H -2 receptor blockers memiliki sistem kerja dengan mengurangi produksi asam lambung yang berlebih. Karena meningkatnya asam lambung menjadi penyebab terjadinya sakit maag. Beberapa contoh obat maag H- 2 receptor blockers meliputi cimetidine (Tagamet®), famotidine (Pepcid®), nizatidine (Axid AR®) dan juga ranitidine (Zantac®). Namun oerlu diketahui, efek kerja obat H -2 receptor blockers tidaklah secepat obat-obatan antasida.

Meski begitu, obat-obatan H -2 receptor blockers mampu bertahan lama di tubuh. Hal ini menyebabkan obat histamin -2 efektif dalam mengurangi gejala maag yang dialami. Biasanya reaksi penurunan produksi asam lambung akan terjadi sekitar 12 jam sesudah anda mengonsumsi obat ini. Di pasaran tersedia 2 pilihan dosis obat asam lambung histamin H-2.

Pilihan pertama adalah obat dengan dosis rendah yang dijual bebas di apotek. Dan yang kedua adalah histamin -2 dengan dosis tinggi yang harus menggunakan resep dokter. Obat ini lebih baik dikonsumsi 30 menit makan agar mampu menekan produksi asam dengan efektif. Selain itu, bisa juga dikonsumsi malam hari sebelum tidur.

  1. Obat Baclofen (Lioresal®)

Obat Baclofen (Lioresal®) memiliki fungsi dalam memperkuat sfingter esofagus bagian bawah. Sehingga sistem atau mekanisme kerja obat asam lambung ini adalah dengan meregangkan otot dan sebagai antispastik untuk bagian kerongkongan bagian bawah. Tujuannya adalah supaya bagian tersebut tidak mudah mengendur dan tidak terlalu sering berelaksasi.

Karena kondisi ini menyebabkan asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan saat relaksasi. Sehingga yang terjadi adalah munculnya sensasi panas atau nyeri di dada maupun ulu hati. Kondisi maag ini juga dikenal dengan gejala heartburn yang biasa terjadi pada penderita GERD. Namun obat ini bisa menyebabkan efek samping yang tidak membahayakan, seperti kelelahan dan rasa mual. Simak obat ampuh lainnya disini.

  1. Penghalang histamin atau H – 2

Fungsi obat asam lambung ini adalah mengurangi jumlah produksi asam lambung pada tubuh agar tidak berlebihan dan mengakibatkan naik ke kerongkongan. Fungsi lainnya yaitu mengurangi rasa nyeri akibat gejala asam lambung yang terjadi. Konsumsi obat ini jarang atau bahkan tidak akan mengakibatkan terjadinya reaksi efek samping pada tubuh.

Bagi beberapa orang yang merasakan efek samping, gejala yang muncul seperti merasa lelah, diare, sakit kepala, ruam kulit, serta kepala pusing. Beberapa obat maag sebagai penghalang histamin yang biasa diresepkan seperti adalah nizatidine, cimetidine, ranitidine, dan juga famotidine.

Beberapa orang memang seringkali bingung dalam memilih obat asam lambung yang efektif meredakan gejala dan mengobati maag. Padahal untuk memilih obat yang tepat tergantung dari kondisi dan penyebabnya. Memilih obat maag yang dijual bebas di apotek bisa menjadi pilihan jika gejala maag muncul mendadak. Namun jika sudah lebih dari 2 minggu konsumsi gejala tidak mereda, sebaiknya konsultasikan diri ke dokter.

Tinggalkan komentar