4 Ciri-Ciri Bayi Alergi ASI Dan Cara Mencegahnya Paling Mudah, Ibu-Ibu Wajib Baca

By

Tentunya semua ibu-ibu atau orang tahu akan khawatir terhadap buah hatinya jika terjadi apa-apa. Termasuk juga jika si buah hati yang mengalami alergi ASI yang diberikan oleh ibu. Untuk mengetahui hal itu, maka seorang ibu wajib tahu apa saja ciri-ciri bayi alergi asi. Agar bisa mengetahui penanganan yang tepat.

Biasanya, orang tua yang baru memiliki buah hati akan sering menduga-duga jika melihat wajah bayinya yang memerah dan ruam dikatakan sebagai akibat dari alergi ASI. Namun, nyatanya tidak demikian. Keadaan ini terjadi akibat reaksi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh si ibu ketika masih menyusui buah hatinya.

Ciri-Ciri Bayi Alergi ASI

Jika berbicara tentang masalah alergi ASI pada bayi masih sedikit terjadi. Sekitar 2-3% bayi akan mengalami alergi ASI yang diberikan ibunya menurut America Academy of Pediatrics. Namun ibu-ibu atau para orang tua tetap harus menjaga buah hatinya. Dan jangan sekali-kali meremehkan semua ini. Berikut akan diulas lebih lengkap tentang ciri-ciri bayi yang mengalami alergi ASI.

1. Kulit memerah atau ruam

Ciri-ciri bayi alergi asi yang pertama adalah kulitnya memerah. Ruam atau kulit memerah bisa jadi gejala awal seorang bayi sedang mengalami alergi terhadap ASI eksklusif yang diberikan oleh ibunya. Namun jangan dulu menduga-duga, sebab ruam ini berbeda dengan ruam biasanya.

Ruam atau kulit memerah yang dialami jika seorang buah hati mengalami alergi ASI disertai dengan kondisi kulit mengelupas atau kulit lengket. Penting untuk diketahui, bahwa reaksi ini terjadi akibat seafood yang sudah dikonsumsi oleh ibu menyusui dan reaksi  tubuh bayi terhadap protein makanan laut yang kurang baik pada tubuh si kecil.

2. Gumoh

Ciri-ciri bayi alergi asi  yang kedua gumoh. Kondisi kedua jika si kecil mengalami alergi ASI adalah gumoh. Di mana kondisi  gumoh ini terjadi ketika bayi sudah kekenyangan setelah diberikan asupan ASI oleh si ibu. Apabila orang tua melihat keadaan gumoh si kecil yang tidak wajar atau berlebihan, bisa saja ini menjadi tanda bahwa air susu tercampur dengan asam lambung dan masuk ke saluran pernapasan si bayi, hingga pada akhirnya mengakibatkan si kecil sulit dalam melakukan pernapasan. Apabila kondisi seperti ini terjadi pada buah hati kamu, segeralah ambil tindakan untuk mengajak si buah hati ke dokter atau rumah sakit agar mendapatkan perawatan yang tepat. Dan juga berguna untuk menghindari kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi pada buah hati kesayanganmu.

3. Diare

Ciri-ciri bayi alergi asi  yang ketiga, diare. Apabila si bayi mengalami alergi ASI adalah diare. Bahkan, keadaan diare ini bisa terjadi secara tiba-tiba ketika bayi baru lahir dan baru pertama kali di berikan ASI oleh si ibu.

Kondisi seperti ini diakibatkan oleh keadaan di mana sistem pencernaan si buah hati yang tidak memiliki kemampuan untuk menerima beberapa asupan protein dan beberapa kadar laktosa dari dalam ASI si ibu. Kondisi diare pada bayi merupakan permasalah yang sangat berbaya, jika bayi kamu demikian, segeralah bawa ke rumah sakit atau dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.

4. Sesak napas atau napas yang berbunyi

Ciri-ciri bayi alergi asi ke empat sesak nafas. Keadaan terakhir jika bayi kamu mengalami alergi ASI adalah adanya kondisi sesak napas pada bayi atau napas yang berbunyi. Masalah ini bisa terjadi secara tiba-tiba saat bayi telah selesai menerima asupan ASI dari si ibu. Kendati ciri ini mirip dengan gejala asma yang dialami oleh si kecil, namun ini bukan menjadi acuan kamu. Alangkah baiknya untuk segera memeriksakan buah hati ke dokter anak agar mendapatkan perawatan yang lebih dini.

Cara mencegah agar bayi tidak alergi ASI

Setelah memahami beberapa ciri-ciri bayi alergi asi  di atas, maka kini anda harus tahu cara pencegahannya. Karena mencegah adalah langkah terpenting sebelum kejadian itu terlanjur terjadi. Begitu juga dengan masalah alergi ASI pada buah hati.

Sebagai orang tua, sebaiknya melakukan pencegahan lebih dini agar masalah-masalah seperti ini tidak terjadi pada si kecil kesayangan dan harapan masa depan kamu. Dari pada penasaran, yuk ketahui cara sederhana mencegah agar si jagoan tidak mengalami gangguan alergi ASI!

1. Menghindari minuman berkafein

Langkah pertama yang bisa diilakukan untuk mencegah permasalah tersebut adalah dengan si ibu untuk menghindari meminum minuman berkafein ketika masih dalam keadaan menyusui bayi. Hal ini disebabkan karena sebanyak 1% kafein yang diminum dan masuk ke tubuh si ibu, mampu berpengaruh ke dalam kualitas ASI. Jika sudah demikian, maka mampu mempengaruhi jam tidur seorang buah hati. Oleh karenanya demikian, maka seorang ibu yang sedang menyusui bayi sangat diharuskan untuk menghindari meminum kopi, teh, soda, atau minuman-minuman berkafein lainnya.

2. Hindari meminum susu sapi

Susu sapi juga tidak dianjurkan untuk diminum ketika seorang ibu sedang menyusui bayi. Karena, sebanyak 2-6% bayi rentan mengalami alergi susu sapi yang sering disebabkan oleh kondisi intoleransi laktosa.

Apabila seorang ibu sering meminum susu sapi, seorang bayi yang sedang ia susui akan rentan mengalami permasalah alergi ini.  Apabila sudah terlanjur meminum dan melihat tanda bayi demikian, sesegera mungkin untuk menghentikan meminum susu sapi untuk menghindari kejadian buruk yang terjadi pada bayi kamu.

3. Berhenti meminum minuman beralkohol

Apabila seorang ibu menyusui doyan meminum minuman beralkohol maka bisa dipastikan alkohol tersebut akan bercampur pada ASI dan mampu memperburuk kesehatan si buah hati. Oleh karenanya, jika kamu atau orang tua (ibu) sedang memiliki buah hati, hentikanlah untuk meminum minuman beralkohol saat itu. Dan meminum kembali ketika bayi sudah selesai di susui dan tumbuh besar. Itupun jika seorang ibu mau minum alkohol lagi. Jika tidak mau minum alkohol lagi, itu adalah yang terbaik. Karena juga memiliki efek baik terhadap kesehatan diri sendiri.

Kesalah pamahan terhadap alergi ASI pada bayi

Banyak dari mereka yang salah paham terhadap bayi yang mengalami alergi ASI. Berikut adalah dua pemahamannya

1. Intoleransi laktosa pada bayi yang menyebabkan alergi ASI

Permasalahan pertama yang sering salah pemahaman di tengah masyarakat tentang bayi yang alergi ASI adalah intoleransi laktosa pada bayi.  Hal ini terjadi karena keadaan atau ketidakmampuan tubuh bayi dalam memproduksi cukup laktase untuk mencerna.

Namun untuk kondisi seperti ini biasanya bisa sembuh dengan sendirinya dan terjadi hanya beberapa waktu saja. Dan untuk ibu bisa tetap menyusui buah hatinya meskipun telah mengkonsumsi susu atau produk olahan dari susu sapi. Namun jika reaksi masalah ini terjadi secara tidak wajar, sebagai seorang ibu harus mengambil tindakan dengan cara melakukan konsultasi kepada pihak medis.

2. Galaktosemia

Keadaan galaktosemia bukan merupakan alergi yang terjadi pada bayi, melainkan kondisi di mana liver bayi tidak mampu memecah galactose. Galaktose sendiri merupakan komponen yang masih satu keluarga dengan laktosa. Dan kelainan ini bisa berakibat pada ketidakmampuan seorang bayi dalam mencerna ASI dari ibunya.

Untuk ciri-cirinya sendiri adalah, di mana seorang bayi akan mengalami diare, muntah-muntah, gagal tumbuh, atau kulit kuning. Penting untuk diketahui, seorang bayi yang mengalami galaktosemia tidak bisa mengkonsumsi susu dalam bentuk apapun. Untuk bertahan hidup, seorang bayi yang mengalami masalah ini harus diberikan asupan berupa formula yang terbebas dari galaktosa.

Itulah 4 ciri-ciri bayi alergi asi dan lengkap dengan cara pencegahannya beserta kesalahpahaman terhadap gangguan alergi ASI pada bayi. Semoga artikel ini bermanfaat!

Tinggalkan komentar