Penyebab dan 6 Cara Mengatasi Mencret pada Bayi, Wajib Tahu!

sumbersehat.com – Cara mengatasi mencret pada bayi ini harus diketahui dan dipahami, terutama oleh orang tua baru. Di luar sana, masih banyak orang tua yang panik, saat si bayi mengalami mencret. Padahal, kondisi seperti ini merupakan sesuatu yang sangat wajar bagi bayi di bawah usia satu tahun.

Pasalnya, bayi memang memiliki intensitas buang air besar yang cenderung lebih sering, daripada anak-anak dan orang dewasa. Bahkan tak jarang, selesai mengASI ada beberapa bayi yang langsung buang air besar. Oleh karena itu, kenali penyebab dan cara mengatasi mencret pada bayi di rumah, agar tidak salah penanganan.

cara mengatasi mencret pada bayi
cara mengatasi mencret pada bayi

Kenali Penyebab Mencret pada Bayi

Ada beberapa hal yang membedakan antara buang air besar biasa dengan mencret. Bayi dikatakan mencret, jika fesesnya memiliki tekstur encer, lebih banyak, berbau, dan lebih sering. Oleh karena itu, orang tua harus tahu kebiasaan buang air besar si bayi, baik mengenai waktu, intensitas, maupun warna. Berikutnya, kenali penyebab dan cara mengobati mencret pada bayi.

A. Penyebab Ringan

Jika masih termasuk dalam kategori ringan, maka cara mengatasi mencret pada bayi tidak terlalu kompleks. Sebab, biasanya berlangsung selama beberapa hari saja dan dapat sembuh dengan sendirinya. Adapun penyebab mencret pada bayi yang tergolong ringan adalah:

– Ketidakcocokan dengan Susu Formula

Memberikan susu formula memang gampang-gampang susah, karena tidak semua bayi memiliki kondisi yang sama. Ada beberapa bayi yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap salah satu kandungan yang ada di dalam susu formula. Atau mungkin saja cara penyeduhannya yang kurang tepat.

Oleh karena itu, pastikan membeli susu formula sesuai usia dan ikuti petunjuk penyajian yang ada di kemasan. Kebersihan media pemberian (seperti dot, pipet, ataupun gelas) juga harus diperhatikan. Sebab, cara mengatasi mencret pada bayi 6 bulan tentu berbeda.

– Infeksi Virus

Salah satu penyebab mencret pada anak yang paling umum adalah virus, terutama rotavirus. Beruntungnya, kini sudah mulai dilakukan pemberian vaksin rotavirus pada bayi. Dampaknya sudah terlihat beberapa tahun terakhir, yakni risiko bayi terkena rotavirus terus menurun.

– Intoleransi Laktosa

Laktosa merupakan sumber utama karbohidrat yang ada di dalam ASI ataupun susu formula. Seperti yang sudah disinggung di atas, tidak semua bayi dapat menerima dan mencerna zat ini. Sebab, enzim laktase yang ada di dalam tubuh bayi masih terbatas, sehingga tidak dapat mengolahnya secara optimal.

Jika setelah minum susu, bayi mengalami reaksi tidak wajar, maka itu berarti ada kemungkinan ia memiliki intoleransi terhadap laktosa. Lakukan cara mengatasi mencret pada bayi dibawah 1 tahun, lalu segera ganti dengan susu khusus.

– Alergi Makanan

Meskipun ibu memberikan ASI eksklusif, bayi tetap berpotensi memiliki alergi, yakni melalui makanan yang dikonsumsi ibu. Jenis makanan yang biasanya memicu alergi bayi adalah olahan susu, makanan dengan protein tinggi, makanan asam atau pedas, serta kafein.

Oleh karena itu, lakukan pengamatan terlebih dahulu, saat ibu mengonsumsi jenis makanan tersebut. Jika bayi tidak menunjukkan reaksi berarti, maka ibu boleh melanjutkannya dalam batas wajar. Namun jika sebaliknya, maka segera terapkan cara mengatasi mencret pada bayi dan hindari makanan tersebut.

B. Penyebab Serius

Mencret pada bayi dikatakan berat atau serius, jika ada gejala yang menyertainya. Seperti demam yang tinggi atau pada feses ditemukan bercak darah. Berikut adalah beberapa penyebabnya :

– Infeksi Parasit

Salah satu penyebab mencret kronis pada bayi adalah parasit Giardiasis. Parasit jenis ini harus diwaspadai, karena juga dapat menimbulkan kolonisasi asimtomatis hingga menghambat tumbuh kembang bayi. Berhati-hatilah, karena kondisi ini dapat menular.

– Infeksi Bakteri

Ada beberapa bakteri yang dapat menginfeksi bayi, yakni Escherichia Coli, Shigella, dan Salmonella. Biasanya, infeksi bakteri diikuti dengan gejala kram pada perut, demam tinggi, serta ada darah pada feses. Segera periksakan ke dokter agar mendapatkan cara mengatasi mencret pada bayi dengan tepat.

Inilah Cara Mengobati Mencret pada Bayi di Rumah

Meski mencret merupakan kondisi wajar, tetapi orang tua harus mengetahui batasan normal tersebut. Tak perlu panik, cukup terapkan cara mengatasi demam dan mencret pada bayi yang dianjurkan oleh IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia :

1. Pengamatan Klinis

Sebagai langkah awal, segera lakukan pengamatan klinis, meliputi bentuk dan warna feses, intensitas, hingga tanda-tanda bayi mengalami dehidrasi, seperti :

  • Intensitas buang air kecil semakin menurun, ditandai dengan popok kering atau lembab
  • Lebih rewel, tetapi tidak mengeluarkan air mata saat menangis
  • Terlihat mengantuk, lesu, dan bibir kering
  • Ubun-ubun terlihat masuk ke dalam kepala bayi atau cekung
  • Kulit bayi tidak elastis

2. Pemberian Oralit

Sambil melakukan pengamatan, maka terapkan cara mengatasi mencret pada bayi yang pertama, yakni pemberian oralit. Secara sederhana, oralit dapat diartikan sebagai cairan yang berisi air dan elektrolit atau yang biasa disebut CRO (cairan rehidrasi oral). Berikut aturan pemberian oralit pada bayi yang dianjurkan :

  • Bayi usia ≤ 6 bulan : 30-90 mL per jam
  • Bayi usia 6-24 bulan : 90-125 mL per jam
  • Anak-anak di atas 2 tahun : 125-25 mL per jam

3. Pastikan Kecukupan ASI

Saat sedang mencret, maka susui bayi lebih sering. Karena di dalam ASI terkandung beragam zat penting, yang berguna untuk menghambat perkembangbiakan bakteri serta meningkatkan imunitas tubuh. Hal ini sangat penting dalam menerapkan cara mengatasi mencret pada bayi dibawah 6 bulan.

4. Hindari Minuman Manis

Meski bayi membutuhkan banyak asupan cairan, jangan pernah menggantikannya dengan minuman manis. Karena beberapa minuman justru dapat memperparah keadaan, seperti teh yang dapat memicu hiponatermia. Yakni penurunan jumlah natrium di dalam darah hingga melewati ambang batas rendah.

5. Tetap Berikan Makanan

Selain menjaga bayi agar tidak dehidrasi, langkah penting dalam cara mengatasi mencret pada bayi adalah asupan makanan (untuk bayi ≥ 6 bulan). Berikan makanan dalam porsi sedikit tetapi sering, seperti :

  • Bubur atau nasi putih
  • Telur
  • Sereal
  • Daging ayam
  • Sayuran, seperti kentang dan wortel
  • Buah, seperti melon, semangka, dan pisang

Selain itu, hindari makanan yang dapat memicu kembung, seperti paprika, brokoli, berry, kacang polong, jagung, buncis, dan lain-lain. Karena makanan tersebut dapat memperburuk keadaan.

6. Pemberian Probiotik

Probiotik merupakan bahan makanan yang berisi bakteri baik, yang memiliki peranan untuk menjaga saluran pencernaan agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Selain membantu melawan pathogen penyebab mencret, asupan ini juga dapat memperkuat imunitas tubuh.

Selain yoghurt, probiotik juga dapat ditemukan di dalam tempe, pisang, kentang, apel, kefir, kombucha, dan lain-lain. Namun berhati-hatilah, karena tidak semua bayi dapat menerima makanan tersebut. Jika belum pernah mengonsumsi sebelumnya, maka jangan diberikan kepada bayi. Setelah melakukan cara mengatasi mencret pada bayi di rumah dengan baik, maka lanjutkan pemantauan. Sebab, bayi dapat mengalami dehidrasi secara tiba-tiba dan dengan cepat. Segera bawa ke dokter, jika bayi sudah menunjukkan :

  • Gejala dehidrasi seperti yang disebutkan di atas
  • Usia bayi di bawah 3 bulan
  • Lesu, muntah, dan tidak mau menyusu
  • Demam tinggi hingga mencapai 38 derajat celcius
  • Usia bayi lebih dari 3 bulan, mengalami mencret lebih dari satu hari disertai demam

Kunci utama adalah tetap waspada dan jangan panik. Semoga ulasan mengenai cara mengatasi mencret pada bayi ini bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan.

About Vita

Seorang introvert yang suka menulis

Check Also

cara menghilangkan sesak di dada

11 Cara Menghilangkan Sesak di Dada yang Cepat Sembuhkan dan Mudah Dilakukan

sumbersehat.com – Cara menghilangkan sesak di dada mungkin menjadi hal yang belum diketahui oleh beberapa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *