Inilah Gejala dan 6 Cara Mengatasi Demam pada Bayi, Jangan Panik!

sumbersehat.com – Cara mengatasi demam pada bayi penting untuk diketahui oleh orang tua terutama orang tua baru. Seorang bayi dikatakan mengalami demam jika suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celcius atau lebih. Bayi atau balita dikatakan mengalami demam ringan apabila suhu tubuhnya antara 37 derajat Celcius hingga 38 derajat Celcius.

Demam merupakan salah satu hal yang biasa dialami oleh anak usia lima tahun ke bawah. Beberapa jenis demam pada bayi seringkali bukanlah masalah yang serius dan tidak perlu dibawa ke dokter. Orang tua hanya perlu tenang dan mengetahui cara mengatasi demam pada bayi usia lima tahun ke bawah.

Cara mengatasi demam pada bayi
Cara mengatasi demam pada bayi

Gejala Demam pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

Cara mengatasi demam pada bayi tentu saja harus disesuaikan dengan penyebab dan gejala demam yang dialami. Demam pada bayi setelah menerima imunisasi adalah suatu hal yang wajar sehingga orang tua tidak perlu panik. Hal itu terjadi karena adanya reaksi tubuh terhadap vaksin dan menandakan bahwa sistem imun pada bayi bekerja dengan baik.

Suhu tubuh bayi yang meningkat setelah berada di tempat dengan udara panas atau pakaian yang terlalu tebal bukanlah sesuatu yang membahayakan. Cukup ganti dengan pakaian yang lebih tipis dan bawa bayi ke tempat sejuk, maka suhu tubuh bayi akan menurun dengan sendirinya. Meski begitu, ada beberapa gejala demam pada bayi yang perlu diwaspadai. Jika bayi mengalami demam dengan disertai beberapa hal di bawah ini, maka sebaiknya segera bawa bayi ke dokter.

  • Bayi demam dan rewel saat tidur
  • Kejang pada bayi harus segera mendapat penanganan
  • Terdapat ruam pada kulit
  • Muntah yang terjadi saat bayi dalam kondisi demam
  • Demam yang disertai dengan diare perlu mendapat perhatian khusus
  • Sesak nafas
  • Terdengar bunyi saat bernafas
  • Bayi mengalami demam lebih dari tiga hari

Apabila bayi mengalami demam dan disertai dengan tanda-tanda tersebut di atas, segera lakukan cara mengatasi demam pada bayi. Namun, jika sudah dalam beberapa waktu tidak kunjung sembuh, sebaiknya segera dibawa ke dokter atau rumah sakit terdekat. Pastikan untuk menjaga suhu tubuh bayi tidak semakin meningkat saat perjalanan ke dokter atau rumah sakit.

Demam sebenarnya merupakan upaya tubuh untuk melawan virus, bakteri atau kuman yang masuk ke dalam tubuh. Meski demikian, demam yang disertai gejala di atas perlu diwaspadai karena bisa saja merupakan indikasi adanya penyakit yang serius pada bayi. Sebelum membawa ke dokter atau untuk mempercepat kesembuhan, Anda bisa mengikuti cara mengatasi demam pada anak usia di bawah 5 tahun di bawah ini.

Inilah Cara Mengatasi Demam pada Bayi di Rumah

Sebelum menyimpulkan bahwa bayi mengalami demam atau tidak, sebaiknya lakukan pengukuran suhu tubuh. Gunakan termometer agar memperoleh suhu tubuh yang akurat. Termometer untuk mengukur suhu tubuh bisa menggunakan termometer manual ataupun digital. Berikut adalah beberapa cara mengobati demam pada bayi.

1. Beri Asupan Cairan secara Cukup

Cara mengatasi demam pada bayi pertama adalah penuhi cairan dalam tubuh si kecil. Saat bayi mengalami demam, maka cairan tubuhnya akan semakin berkurang karena menguap lewat kulit. Oleh karena itu penting untuk memberikan asupan cairan secara cukup. ASI, susu formula atau air mineral dapat diberikan kepada bayi agar terhindar dari dehidrasi.

2. Berikan ASI Sesuai Keinginan Bayi

Pemberian ASI yang cukup adalah salah satu pertolongan pertama saat bayi demam yang perlu dilakukan. Meski demikian, sebaiknya ibu tidak memaksakan pemberian ASI kepada bayi. Berikan ASI hanya ketika bayi menginginkannya. Apabila bayi menolak pemberian ASI ketika ia sedang demam, tunggulah hingga bayi bersedia untuk minum ASI.

Alasan mengapa ASI bisa menjadi cara mengatasi demam pada bayi adalah karena ASI mengandung nutrisi dan vitamin yang diperlukan oleh tubuh si kecil. Sehingga, bisa meningkatkan kekebalan tubuhnya dan mempercepat lunturnya demam. Maka, jangan abaikan langkah ini saat anak Anda mengalami demam.

3. Kompres dengan Air Hangat

Selanjutnya, cara mengobati demam pada bayi dapat dilakukan dengan mengompres dahi bayi. Kompres pada bagian dahi untuk menurunkan suhu tubuh bayi. Jika demam yang dialami cukup tinggi, kompres juga dapat dilakukan pada bagian leher dan ketiak untuk mempercepat penurunan suhu tubuh.

Sebaiknya hindari mengompres bayi menggunakan air dingin, terlebih dengan air es. Hal ini justru dapat membahayakan kesehatan bayi karena suhu tubuh bayi akan semakin meningkat. Cukup gunakan air hangat suam-suam kuku. Cara mengatasi demam pada bayi dengan cara mengompres sudah dilakukan orang tua sejak jaman dulu.

4. Basuh dengan Air Hangat atau Memandikan Bayi

Jika kondisi memungkinkan, memandikan bayi dengan air hangat dapat menjadi alternatif cara mengatasi demam pada bayi. Selain dimandikan, bayi juga dapat dibasuh dengan menggunakan air hangat. Suhu hangat air yang mengenai kulit akan membantu menurunkan suhu tubuh bayi.

Ketika dimandikan, secara tidak langsung bayi akan menghirup udara panas dari uap air sehingga memperlancar pernafasan. Pastikan air yang digunakan hangatnya suam-suam kuku agar tidak melukai kulit bayi. Hindari air dingin karena justru akan menaikkan suhu tubuh bayi.

5. Cara Mengatasi Demam pada Bayi dengan Membuat Suhu Ruangan Tetap Sejuk

Saat bayi mengalami demam, usahakan untuk menempatkannya pada ruangan yang sejuk. Udara sejuk pada ruangan akan membantu menurunkan demam pada bayi. Hindari terlalu banyak orang di dalam ruangan yang akan membuat ruangan terasa sesak dan semakin panas.

6. Kenakan Pakaian yang Nyaman Namun Tipis

Cara mengatasi demam pada bayi yang kadangkala luput dilakukan oleh orang tua adalah pemberian pakaian yang nyaman namun tipis. Pakaian yang tebal justru akan membuat suhu tubuh bayi sulit turun. Hal ini disebabkan panas tubuh akan terperangkap di dalam lapisan baju yang tebal. Cukup kenakan pakaian satu lapis pada bayi yang sedang demam.Berikan Obat Penurun Panas

Bayi yang mengalami demam dapat diberi obat penurun panas yang bisa dibeli di apotek. Obat penurun panas untuk bayi di bawah satu tahun tentu saja akan berbeda dengan bayi yang usianya lebih dari satu tahun. Berikan obat penurun panas sesuai usianya dan pastikan mematuhi petunjuk yang tertera pada kemasan. Alangkah baiknya jika Anda konsultasi dengan dokter mengenai cara mengatasi demam pada bayi dengan obat.

Demam pada Bayi Usia di Bawah Tiga Bulan

Bayi yang berusia di bawah tiga bulan sistem kekebalan tubuhnya belumlah sempurna. Hal inilah yang menyebabkan bayi di bawah tiga bulan lebih rentan terserang bakteri dan virus. Bakteri dan virus akan dengan mudah menyerang dan merusak jaringan tubuh bayi karena belum sempurnanya sistem kekebalan tubuh bayi.

Demam pada bayi yang masih berusia di bawah tiga bulan bisa saja menjadi suatu indikasi adanya penyakit yang serius. Cara mengatasi demam pada bayi usia tiga bulan ke bawah haruslah sesuai dengan petunjuk dokter. Jika bayi di bawah tiga bulan mengalami demam, sebaiknya langsung dibawa ke dokter. Obat penurun panas untuk bayi di bawah tiga bulan haruslah berdasar resep dari dokter. Jangan menunggu hingga demam berlangsung tiga hari sebelum membawa ke dokter.

Saat ini orang tua bisa dengan mudah mendapatkan informasi mengenai cara untuk menurunkan demam pada bayi. Bahkan orang tua juga bisa belajar dari orang tua lainnya bagaimana cara mengatasi demam pada bayi. Jika masih kurang yakin, maka orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter.

.Sikap tenang dari orang tua sangat dibutuhkan untuk menghadapi bayi yang demam. Apabila orang tua panik ketika bayi mengalami demam terlebih jika disertai dengan kejang, dihawatirkan perhatian pada bayi akan berkurang. Setelah mengetahui cara mengatasi demam pada bayi, sebaiknya orang tua selalu menyiapkan termometer dan obat penurun panas dalam kotak PPPK. Sediakan obat penurun panas sesuai dengan usia bayi. Semoga bermanfaat.

About Vita

Seorang introvert yang suka menulis

Check Also

penyebab kulit kering dan gatal

11 Penyebab Kulit Kering dan Gatal Paling Jarang Orang Sadari

Kulit kering dan gatal kerap kali orang alami bahkan hampir pernah dialami oleh semua orang,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *