Cara Baru Mengobati Diabetes Melitus

Tahun 2016, WHO memperkirakan bahwa ada 1,6 juta orang meninggal yang disebabkan oleh penyakit diabetes. Angka ini menempatkan diabetes sebagai penyebab kematian terbesar ke tujuh di bawah penyakit jantung, stroke, dan kanker paru-paru. Banyak penelitian saat ini sedang berusaha untuk menemukan cara baru mengobati diabetes melitus. Namun seberapa efektifkah langkah-langkah tersebut?

Sekilas Tentang Diabetes

Pada dasarnya, diabetes atau kencing manis merupakan kondisi dimana kadar glukosa darah dalam tubuh melebihi batas normal. Hal ini bisa disebabkan oleh dua hal. Yang pertama yaitu karena tubuh Anda berhenti memproduksi insulin, dan yang kedua adalah tubuh Anda tidak menanggapi insulin. Hormon insulin sendiri digunakan oleh tubuh untuk memecah glukosa dalam darah, yang nantinya diangkut oleh sel tubuh dan dijadikan sebagai energi.

cara baru mengobati diabetes melitus
cara baru mengobati diabetes melitus

Ada dua tipe diabetes melitus. Gejalanya hampir sama, namun cara berkembangnya berbeda. Diabetes tipe I adalah penyakit autoimun, yang menghancurkan sel beta-pankreas sehingga tubuh tidak dapat memproduksi insulin. Biasanya terjadi di bawah umur 20 tahun dan sifatnya tidak dapat dicegah (hanya bisa dikontrol). Sementara diabetes tipe II adalah resistensi insulin, yang artinya tubuh memproduksi insulin namun tidak bisa menanggapinya dengan baik. Biasanya terjadi pada umur 40 tahun ke atas.

Jenis Perawatan Diabetes

Diabetes merupakan penyakit degeneratif, atau dengan kata lain tidak dapat disembuhkan. Sebagian besar perawatan diabetes dilakukan dengan mencegah dan menunda timbulnya gejala sampai batas tertentu. Karena tujuan utama dari pengobatan diabetes saat ini yaitu untuk memperpanjang kesempatan hidup seseorang. Adapun cara yang biasanya dilakukan untuk mengendalikan gejala diabetes yaitu sebagai berikut.

Terapi diet

Salah satu penyebab diabetes melitus umumnya tidak jauh dari pola makan yang buruk. Seperti terlalu banyak mengkonsumsi makanan karbohidrat dan juga fast food. Jadi, jika Anda positif mengalami diabetes maka usahakan untuk mengurangi jenis makanan yang mengandung glukosa dan lemak jenuh. Hindari camilan berkarbohidrat, atau ganti dengan sayuran dan buah segar. Untuk minuman, pilihlah jus atau teh tanpa gula namun kaya antioksidan.

Terapi obat dan herbal

Untuk menjaga kadar glukosa dalam darah tetap normal, biasanya pasien diabetes akan mendapatkan suntikan atau obat hipoglemik (penurun kadar glukosa). Selain obat medis, penderita diabetes juga membutuhkan suplemen mineral dan juga antioksidan (seperti vitamin C, vitamin E, dan asam lipoat). Pada beberapa kasus, tanaman-tanaman herbal juga dipercaya dapat menekan gejala diabetes. Seperti brotowali, daun dewa, ciplukan, lidah buaya, dan sebagainya.

Latihan jasmani

Aktivitas fisik seperti olahraga pada dasarnya dapat membantu untuk menekan kadar gula darah. Namun tidak semua orang yang menderita diabetes melitus bisa melakukan kegiatan olahraga. Contohnya seperti penderita diabetes yang disertai komplikasi jantung dan sebagainya. Adapun manfaat olahraga bagi penderita diabetes yaitu untuk mengelola berat badan, mengurangi risiko penyakit jantung, menurunkan tekanan darah, serta mengurangi kebutuhan akan obat-obatan.

Sementara itu, jenis latihan olahraga yang dianjurkan sebaiknya mengacu pada latihan kekuatan jantung dan paru-paru. Seperti latihan senam, bersepeda, ataupun renang. Latihan tersebut harus dilakukan secara teratur (direkomendasikan setiap hari) untuk memaksimalkan jumlah kalori yang dibuang. Adapun jumlah durasinya sekitar 30 menit per hari, dengan intensitas 50-75% denyut nadi maksimal.

Terapi akupresure

Akupresure biasanya dikaitkan dengan akupuntur, namun Anda tidak menggunakan jarum disini. Karena penderita diabetes melitus cenderung sulit dalam meregenerasi sel kulit yang rusak. Jadi teknik yang digunakan yaitu dengan memijit pada titik-titik tertentu. Cara ini dipercaya oleh kedokteran untuk memperbaiki organ limpa dan fungsi hormon dari pankreas (termasuk hormon insulin).

Yoga dan meditasi

Fungsi utama dari yoga dan meditasi yaitu untuk menyegarkan pikiran dan mengurangi stres. Karena stres adalah salah satu faktor seseorang bisa mengalami kenaikan gula darah. Bahkan jika orang tersebut sudah menerapkan pola hidup sehat sekalipun. Adapun gerakan yoga yang disarankan biasanya ditujukan untuk mengatasi gangguan organ pankreas dan memulihkan kembali fungsinya untuk menghasilkan insulin.

Metode Pengobatan Diabetes Yang Baru

Terapi sel

Metode ini diharapkan bisa menjadi progres awal untuk pengobatan diabetes melitus tipe I. Namun perkembangannya masih sangat awal. Terapi sel ini dilakukan dengan cara mengganti sel-sel pankreas penghasil insulin yang hilang. Dengan begitu produksi insulin pada tubuh pasien bisa kembali normal. Namun upaya untuk transplantasi sel ini sebagian besar gagal, karena kekebalan tubuh pasien menolak sel tersebut dan menghancurkannya.

Alternatif dari terapi sel yang gagal ini akhirnya memunculkan metode lain seperti yang dilakukan oleh Diabetes Research Institute di AS. Mereka mencoba untuk membuat penghalang atau pelindung sel. Jadi sel-sel pankreas penghasil insulin tersebut akan dienkapsulasi agar tidak rusak oleh antibodi. Sementara metode lain juga dikembangkan oleh perusahaan Belgia Orgenesis, yaitu dengan mengembangkan sel-sel hati untuk diubah menjadi sel-sel penghasil insulin.

Imunoterapi

Sebuah perusahaan di Belgia tengah menjalankan uji klinis untuk mengobati diabetes melitus tipe I dengan cara imunoterapi atau menghentikan proses autoimun. Langkah ini secara khusus ditujukan untuk menghancurkan sel-sel antibodi yang secara progresif menghancurkan sel pankreas penghasil insulin. Dalam uji klinisnya, mereka menggunakan bakteri penghasil keju untuk menghantarkan dua obat perangsang sel T regulator untuk menginstruksikan agar menghentikan autoimun.

Sementara itu perusahaan Neovacs di Prancis tengah mengembangkan vaksin untuk menurunkan proses autoimun. Vaksin ini bekerja dengan merangsang sel antibodi untuk menurunkan kadar protein inflamasi yang diduga turut terlibat dalam proses autoimun. Perusahaan ini menggunakan vaksin yang sama yang dapat mengimunisasi pasien lupus, untuk kemudian diuji pada penderita diabetes tipe I guna mengetahui keefektifannya.

Sistem pankreas buatan

Sistem komputer ini merupakan solusi jangka pendek untuk mengatasi sel-sel pankreas yang tidak berfungsi pada penderita diabetes melitus tipe I. Pada dasarnya, pankreas buatan ini adalah suatu algoritma sistem komputer yang digunakan untuk memprediksi kebutuhan insulin penderita secara akurat. Kemudian sistem ini akan menyuntikkan insulin ke dalam darah dengan jumlah yang tepat, sebagaimana organ pankreas bekerja.

Menormalkan mikroba dalam tubuh

Belakangan ini, para ilmuwan menyadari akan peran besar mikroba dalam kesehatan kita. Seperti mikroba usus yang dikaitkan dengan beberapa penyakit kronis, salah satunya diabetes. Dalam studi mereka, komposisi mikroba pada penderita diabetes cenderung tidak seimbang dan kurang beragam jika dibandingkan dengan orang yang sehat. Untuk itu, beberapa peneliti di University of Amsterdam baru-baru ini melakukan transplantasi feses untuk mentransfer mikrobioma dari usus orang sehat ke penderita diabetes.

Hasil dari transplantasi feses tersebut kemudian menghasilkan peningkatan resistensi insulin jangka pendek pada penderita obesitas dengan gejala diabetes melitus tipe II. Meskipun temuan ini meyakinkan, namun ruang penelitian dengan mikroba cenderung masih baru dan sangat kompleks. Jadi cukup sulit bagi peneliti untuk menemukan korelasi antara pengaruh mikroba pada penyembuhan diabetes ini.

Langkah Selanjutnya Dalam Perawatan Diabetes

Mengingat grafik penderita diabetes melitus yang selalu naik tiap tahunnya, maka kita hanya bisa berharap bahwa akan ada banyak peneliti yang menemukan obat efektif untuk penyakit ini. Beberapa peneliti bahkan sudah berspekulasi tentang penggunaan microchip untuk mendiagnosis lebih awal gejala diabetes tipe I. Selain itu ada juga penggunaan nanorobot yang diyakini dapat mengikuti aliran darah untuk mengukur glukosa dan memberi insulin. Dan tidak lupa penggunaan mikrobiotik yang mungkin akan berkembang dalam 10 tahun ke depan.

About Aziza Linda Verra

Check Also

penyakit kulit langka

10 Jenis Penyakit Kulit Langka yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya permasalahan kulit seperti jerawat, panu, ataupun gatal-gatal. Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *