Apa yang Anda Ketahui Tentang Anemia? Ini 6 Fakta dan Mitosnya, Jarang Orang Tahu!

Apa yang Anda ketahui tentang Anemia belum tentu benar jika hanya berdasarkan kata orang. Misalnya pernyataan yang mengatakan permasalahan anemia hanya terjadi pada wanita. Sedangkan secara riset menyatakan bahwa permasalahan anemia tidak hanya terjadi pada wanita melainkan laki-laki juga dapat mengalaminya.

Oleh sebab itu, Apa yang Anda ketahui tentang anemia pun harus berdasarkan dari data-data riset ataupun berdasarkan dari orang – orang yang sudah berpengalaman dan mempelajarinya seperti dokter dan sebagainya. Bukan berdasarkan kata orang yang menyebabkan kesalahan dalam diagnosa. Berikut mitos dan fakta tentang Anemia yang mungkin masih awam dan belum banyak Anda ketahui.

Nah berikut ini saya uraikan beberapa fakta dan mitos terkait masalah anemia yang masih jarang orang ketahui mungkin Anda juga baru tahu setelah membaca artikel ini. Apa saja fakta-fakta dan mitosnya?

A. Fakta-Fakta Anemia

Sebagaimana apa yang Anda ketahui tentang Anemia disebabkan oleh tiga kemungkinan diantaranya:

Penghancuran sel darah merah yang berlebihan

Sebagaimana apa yang Anda ketahui tentang Anemia Hemolitik, kondisi dimana sel darah merah dihancurkan lebih cepat dari keadaan normal. Dalam hal ini normalnya penghacuran sel darah merah saat berumur 120 hari.

Sedangkan pada kasus anemia Hemolitik, sel darah merah berumur sangat pendek. Penyebabnya pun bermacam-macam. Ada yang dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang salah sangka mengira sel darah merah termasuk bagian dari benda asing yang harus dihancurkan.

Selain itu adapula yang dikarenakan kelainan bawaan yang dapat menyebabkan gangguan sel darah merah. Adapula yang disebabkan oleh infeksi dan obat-obatan seperti antibiotik dan obat antikejang.

Produksi sel darah merah yang tidak optimal

kondisi ini terjadi ketika sumsum tulang tidak mampu membentuk sel darah merah dalam jumlah yang cukup. Penyebab utamanya tentu karena kekurangan zat besi. Sedangkan penyebab lainnya dikarenakan paparan zat beracun, infeksi virus, radiasi atau dikarenakan konsumsi obat kanker atau obat antikejang.

Kehilangan darah

Sebagaimana apa yang Anda ketahui tentang anemia, kehilangan darah terlalu berlebihan pun dapat menyebabkan anemia. Seperti keadaan ketika seorang remaja mengalami menstruasi, pembedahan pada orang yang memiliki permasalahan pembekuan darah dan keadaan pendarahan dari inflammatory bowel disease (IBD).

B. Gejala dan Risiko Anemia

Terkait gejala-gejala yang ditimbulkan dari permasalahan anemia ini sangat bervariasi. Sebagaimana apa yang Anda ketahui tentang Anemia, gejala umum dari anemia ialah lunglai, letih, mudah lelah, lemah dan lesu. Apabila merasakan kelima gejala ini sebaiknya Anda sudah harus waspada khususnya pada ibu hamil.

Gejala lain dari Anemia

Adapun beberapa gejala anemia diantaranya:

  • Wajah tampak pucat
  • Pada Anemia yang disebabkan oleh penghancuran berlebihan terhadap sel darah merah. Hal ini menimbulkan gejala lain seperti perubahan warna urin menjadi seperti teh, terjadi pembesaran limpa, dan warna kuning pada bagian putih mata.
  • Pada bayi yang terkena anemia ditandai dengan kulit pucat, berkurangnya warna merah muda pada bawah kuku dan pada bibir.
  • Mata berkunang-kunang
  • Sulit berkonsentrasi dan sering lupa
  • Nafsu makan berkurang

Risiko Anemia

Apabila anemia tidak segera diatasi, tentu akan berdampak buruk pada aktivitas sehari-sehari penderita anemia diantaranya

  • Berkurangnya prestasi
  • Dapat menurunkan produktivitas kerja
  • Berkurangnya semangat bekerja dan belajar
  • Mudah terserang penyakit
  • Mengakibatkan bayi lahir premature. Selain itu pada bayi dan batita, anemia dapat menyebabkannya mengalami gangguan perilaku dan gangguan perkembangan. Misalnya, konsentrasi, penurunan aktivitas motorik bahkan interaksi sosial.

Dalam hal ini anemia ada yang dapat dicegah dan ada yang tidak dapat dicegah. Seperti kelainan pada genetik tentu ini menjadi bagian anemia yang tidak dapat dicegah.

Ada dua jenis pendekatan yang dapat Anda lakukan untuk mencegah permasalahan anemia. Pertama, melalui pendekatan medis dimana seseorang diberikan suplementasi. Kedua, pendekatan melalui pangan. Misalnya dengan perbaikan gizi.

Berikut contoh menu gizi seimbang untuk Anda dalam mencegah Anemia

  • Sarapan pagi : 1 Telur matang, 1 gelas susu rendah lemak, dan bubur kacang hijau.
  • Makan Siang : nasi dan tumis kangkung,1 mangkuk sup kacang merah, 1 gelas air jeruk, semur daging kentang (daging sapi 50 gram), sebagai selingan dapat ditambah kue sus.
  • Makan Malam : Nasi, capcay 1 mangkuk kecil, 1 gelas jus strawberry, 1 mangkuk kecil sapo tahu, ayam angkak (2 potong ayam), dan sebelum tidur disarankan meminum 1 gelas susu rendah lemak sekitar 200 ml.

C. Mitos tentang Anemia

Sebagaimana apa yang Anda ketahui tentang anemia, banyak beredar berita burung tentang anemia diantaranya:

Larangan konsumsi semua jenis susu

Seperti apa yang Anda ketahui tentang anemia bahwa zat besi sangat dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sel darah merah agar terhindar dari penyakit anemia.

Namun riset membuktikan bahwa kalsium sangat mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh.

Kandungan kalsium dalam susu inilah yang menyebabkan penderita anemia harus menghindari susu. Namun perlu Anda garis bawahi bahwa larangan ini hanya berlaku untuk susu sapi segar. 

Faktanya, kecanggihan menyebabkan banyak produk susu yang diracik memiliki banyak gizi. Bahkan susu olahan tersebut sudah diformalisasikan dengan kandungan zat besi yang sangat tinggi. Zat lain seperti Magnesium, Zinc dan berbagai vitamin pun telah tersedia di dalamnya.

Sedikit orang yang mengalami permasalahan anemia

Pada fakta yang ada, banyak sekali orang yang rentan memiliki permasalahan anemia. Bahkan pada kasusnya, sebagian besar tidak mengetahui bahwa dirinya mengalami permasalahan anemia. Tentu hal ini dikarenakan gejalanya yang sangat ringan dan tidak mudah terdeteksi melainkan terlihat seperti orang kelelahan biasa.

Bahkan, wanita hamilpun tidak menyadari dirinya terkena anemia. Pada trimester pertama kebanyakan wanita hamil mengalami mual dan muntah sehingga menyebabkan ia tampak lemah dan lesu.

Namun setelah tidak lagi mengalami mual dan muntah tetapi masih merasa lunglai, lemah , lesu, letih dan lelah, maka ini sudah tidak normal dan perlu penanganan khusus karena disinyalir  terkena anemia.

Konsumsi Tablet penambah darah saat hamil dapat memperbesar ukuran bayi.

Tentu seperi apa yang Anda ketahui tentang Anemia bahwa saat hamil sangatlah rentan terkena permasalahan anemia. Oleh karena itu sangat penting bagi calon ibu mengkonsumsi tablet penambah darah untuk menghindari permasalahan anemia.

Permasalahan anemia inilah yang menyebabkan bayi lahir prematur atau pendarahan berlebihan saat persalinan yang menyebabkan salah satu bahkan keduanya kehilangan nyawa.

Dengan demikian anggapan dapat memperbesar ukuran bayi tentu tidaklah benar. Karena pada faktanya kebutuhan zat besi pada saat hamil sangatlah besar. Apabila hanya mengandalkan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi tentu tidaklah cukup. Karena itu pada wanita hamil sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi tablet penambah darah.

Bagaimana. Apa yang Anda ketahui tentang Anemia tentu haruslah di check kebenarannya pada ahlinya. Kesalahan diagnosa maupun kesalahan lainnya dapat diatasi dengan bertanya pada ahlinya. Dengan demikian Anda harus berhati-hati dengan berita hoax yang mengaitkan dengan permasalahan anemia ini.

About Hallokim.com

Jasa Penulis Artikel Murah Bandung | Jl. Caringin, Gg. Lumbung 2 No.9, RT.003/RW.003, Babakan Ciparay, Kec. Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat 40223 | cs@hallokim.com

Check Also

tips medical check up

6 Tips Medical Check Up, Biaya dan Prosenya, Dijamin Lolos!

sumbersehat.com – Tips medical check up menjadi trending belakangan ini. Masyarakat berlomba-lomba mendaftarkan diri mereka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *