3 Manfaat Minum Air Putih, Kunci Diet Sehat Saat Puasa

By

3 Manfaat Minum Air Putih, Kunci Diet Sehat Saat Puasa. Puasa bisa menjadi momen yang baik untuk memulai diet. Saat berpuasa, tubuh dilatih untuk menahan lapar lebih lama. Sebab, selama ini  tubuh sebenarnya mungkin hanya telah terbiasa  mengonsumsi makanan atau nutrisi melebihi angka kebutuhan gizi sehari-hari. Sehingga, ketika porsi itu dikurangi, tubuh akan merespon kondisi tersebut sebagai kondisi kekurangan yang menyebabkan lemas. Padahal, sebenarnya tubuh telah mendapatkan jumlah gizi yang cukup untuk melakukan metabolisme secara normal.

Godaan terberat ketika puasa terkadang bukan karena lapar, tapi justru karena haus atau dehidrasi. Inilah sebenarnya yang membuat tubuh lemas ketika berpuasa. Lalu, apakah cukup dengan minum banyak cairan ketika waktu berbuka hingga waktu sahur bisa membuat tubuh tetap bugar selama berpuasa? Bagaimana bisa minum air putih menjadi kunci diet sehat ketika saat puasa? Apakah semua jenis minuman baik untuk diet?

diet sehat saat puasa
diet sehat saat puasa

Beberapa Hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Diet Sehat Saat Puasa

Manfaat air bagi tubuh manusia

Sebagaimana fungsi darah yang sangat berjasa dalam metabolisme tubuh manusia, maka sepenting itu pula fungsi air bagi tubuh. Di antara manfaat air bagi tubuh adalah meningkatkan kinerja otak, mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh, menyehatkan dan melembapkan kulit, memperkuat imunitas tubuh, mengurangi rasa lelah, membentuk ludah dan lendir, menyetabilkan suhu tubuh, melancarkan pencernaan, mendetoksifikasi racun dalam tubuh, dan yang paling penting dalam diet sehat saat puasa adalah peranannya dalam meningkatkan metabolisme tubuh.

Sekitar 60 % tubuh manusia terdiri dari air. Fungsi paling nyata tampak pada aliran darah yang merupakan media di dalam tubuh manusia yang bertugas mendistribusikan oksigen dan juga zat-zat makanan. Bayangkan bila tubuh kekurangan cairan, maka kerja darah akan terhambat. Sebagai akibatnya, distribusi oksigen dan makanan ke seluruh tubuh pun akan ikut terhambat pula sehingga tubuh menjadi mudah lemas.

Kebutuhan air saat puasa

Meskipun sedang diet sehat saat puasa, namun sering didengungkan untuk mengonsumsi air putih setidaknya delapan gelas atau setara dua liter air sehari, tapi kebutuhan tiap orang sebenarnya berbeda-beda. Adakalanya seseorang membutuhkan lebih dari itu atau sebaliknya. Maka dari itu, datangnya rasa haus merupakan sinyal yang ditunjukkan oleh tubuh bahwa tubuh sedang membutuhkan air. Salah satu cara mengetahui apakah seseorang sudah cukup mengonsumsi air adalah dengan melihat warna urin. Jika urin berwarna lebih pekat, itu pertanda bahwa tubuh sedang kekurangan cairan dan membutuhkan asupan cairan lebih banyak lagi.

Beberapa hal yang mempengaruhi kebutuhan terhadap air meski sedang diet sehat saat puasa, yang pertama adalah intensitas aktivitas. Semakin banyak keringat yang keluar, misalnya karena olah raga, maka semakin banyak air yang dibutuhkan untuk mengganti cairan tubuh yang keluar. Air juga akan sangat dibutuhkan untuk diet sehat ketika puasa di lingkungan seperti cuaca yang panas. Karena, cuaca panas membuat tubuh banyak mengeluarkan keringat, sehingga butuh lebih banyak cairan untuk menggantikannya.

Kondisi kesehatan dan penyakit tertentu seperti demam, muntah-muntah, dan diare juga menyebabkan penderitanya membutuhkan air dikarenakan banyaknya cairan yang keluar bersama dengan keringat, muntahan, dan kotoran. Dan yang tak kalah penting adalah kebutuhan air pada ibu hamil dan menyusui. Banyak perubahan yang terjadi pada tubuh ibu hamil yang menyebabkan kebutuhan cairan pada ibu hamil pun meningkat. Begitu juga pada ibu menyusui. Kebutuhan untuk memproduksi ASI juga membutuhkan lebih banyak air.

Kebutuhan air saat puasa tidak jauh berbeda dengan kebutuhan air sehari-hari. Meskipun tubuh sedang dalam kondisi berpuasa sehingga tidak bisa sesegera mungkin mendapatkan cairan pengganti, tapi kebutuhan cairan itu dapat segera dipenuhi ketika berbuka. Untuk itulah, dalam menjalani diet sehat saat puasa, ketika tiba saat berbuka puasa lebih baik mengonsumsi air putih dari pada air sirop yang membutuhkan lebih banyak waktu untuk proses penyerapan. Selain itu, minuman sejenis sirop mengandung gula yang tinggi. Nanti alih-alih berhasil mengurangi berat badan, badan justru semakin melebar setelah puasa.

Kekurangan cairan selama puasa akan membuat tubuh lemas. Maka dari itu, agar selama berpuasa tubuh tidak terlalu banyak mengeluarkan keringat yang menyebabkan tubuh harus sesegera mungkin mendapatkan cairan pengganti, maka sebaiknya hindari aktivitas fisik yang terlalu berat selama berpuasa. Olah raga tetap dapat dilakukan dengan intensitas yang lebih ringan, atau dilakukan pada sore hari menjelang waktu berbuka. Sehingga, cairan tubuh yang dikeluarkan melalui keringat dapat segera tergantikan ketika waktu berbuka tiba.

Kebutuhan air saat diet

Berat badan sangat dipengaruhi pola konsumsi dan asupan kalori yang dikonsumsi. Namun, konsumsi air minum juga dapat membantu keseimbangan asupan dan membantu mengendalikan nafsu makan. Salah satu strategi efektif dalam diet sehat saat puasa, untuk mengurangi porsi makan selama berbuka dan sahur adalah dengan meminum air sebelum atau di antara suapan ketika sedang makan. Hal ini terbukti dapat membuat tubuh lebih cepat kenyang.

Selain mampu mengendalikan asupan kalori, konsumsi air putih juga membantu meningkatkan metabolisme sehingga mampu membakar lemak di badan. Mekanisme menguntungkan yang terjadi dalam proses metabolisme ini dikenal dengan istilah resting energy expenditure (REE), yaitu mekanisme ketika tubuh tetap membakar kalori meskipun saat  beristirahat atau sedang tidak beraktivitas fisik. Proses metabolisme yang konstan berjalan akan sangat membantu dalam menurunkan berat, terutama saat sedang tidak memiliki banyak waktu untuk berolahraga.

Minum air hangat saat berbuka dan sahur

Satu lagi rahasia Diet sehat saat puasa adalah mengonsumsi air hangat saat berbuka dan sahur. Minum air hangat bisa membantu lambung memecah makanan dengan lebih efektif. Kemampuan ini tentu akan membantu organ-organ pencernaan termasuk usus mengolah makanan dengan lebih baik sehingga nutrisi makanan terserap dengan lebih maksimal. Hal ini akan sangat berguna untuk mencegah datangnya sembelit atau susah buang air besar. Para pakar diet menyarankan untuk mengonsumsi air hangat karena dapat memperlancar buang air besar.

Selain bermanfaat terhadap organ pencernaan, air hangat juga terkenal mampu meringankan gejala flu karena air hangat akan membuat tenggorokan terasa nyaman. Manfaat lainnya adalah air hangat akan merangsang sirkulasi darah menjadi lebih lancar. Hal ini tentu berimbas pada kesehatan jantung dan melancarkan pembuluh darah. Selain itu, sensasi yang diberikan oleh segelas air hangat juga mampu membuat hati tenang, rileks, dan tidak stres.

Tak terhitung manfaat air yang bisa kita dapatkan dengan cara meminumnya. Selain manfaat yang sudah disebutkan, tentu masih banyak lagi manfaat yang lainnya. Puasa memang momen yang tepat untuk melakukan diet. Namun, percuma saja jika di malam hari tetap terjadi aktivitas makan setelah berbuka, bahkan setelah tarawih. Selain karena malam adalah waktunya organ tubuh untuk beristirahat, juga karena aktivitas makan ‘lagi’ di malam hari akan membuat gagal diet sehat saat puasa. Jika diet Anda berhasil, jangan lupa untuk melanjutkan kebiasaan makan dan minum air putih meskipun sudah tidak lagi puasa.

 

 

 

Tinggalkan komentar