12 Indikator Keluarga Sehat yang Wajib Diketahui, Simak!

By

sumbersehat.com – 12 indikator keluarga sehat telah ditetapkan oleh Kemenkes RI. Indicator tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi tiap keluarga untuk menerapkan pola hidup sehat. Seperti diketahui kebiasaan hidup sehat dapat dimulai dari unit terkecil di masyarakat, yaitu keluarga. Keluarga yang sehat akan menghasilkan anak-anak yang produktif, bahagia dan sehat.

Pola hidup sehat yang diterapkan dengan baik dapat pula mempengaruhi kesehatan jangka panjang. Dimulai dengan hal yang sederhana, menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari tentu tidak akan sulit. Kesehatan adalah investasi penting, jadi tidak ada kata terlambat untuk memulai pola hidup sehat.

12 indikator keluarga sehat

Inilah 12 Indikator Keluarga Sehat

Untuk mendukung program tersebut berikut adalah 12 indikator keluarga sehat yang harus diketahui:

Keluarga Mengikuti Program KB

12 Indikator keluarga sehat Indonesia dimulai dari keluarga yang mengikuti program KB. Tujuan diadakannya program ini selain untuk menunda kehamilan adalah untuk menurunkan risiko kematian Ibu dan bayi yang tinggi di Indonesia. Seorang Ibu yang sering hamil dan melahirkan, dapat menyebabkan risiko kematian seorang Ibu karena rahim yang semakin menipis.

Apalagi jika telah melewati hamil sebanyak 5 kali. Oleh sebab itu KB menjadi program penting yang dicanangkan Kemenkes. KB dapat mengatur jarak kehamilan dan memastikan bahwa anak-anak akan mendapatkan kasih sayang secara penuh dari orang tua. Dengan demikian tumbuh kembang anak pun akan maksimal.

Ibu Melakukan Persalinan di Rumah Sakit

Rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang lainnya menjadi tempat yang aman bagi Ibu untuk melakukan persalinan. Tempat tersebut minim risiko karena Ibu dan bayi akan ditangani dokter dan bidan yang terlatih. Alat-alat yang digunakan pun steril. Ibu dan bayi pun akan terhindar dari komplikasi setelah melahirkan yang umumnya terjadi.

Melahirkan di fasilitas kesehatan dapat menjadi solusi bagi Ibu yang mengalami keterbatasan ekonomi serta bagian dari 12 indikator keluarga sehat. Di tempat tersebut dapat menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN KIS. Dengan kartu ini biaya persalinan akan ditanggung sehingga Ibu tidak perlu cemas memikirkan soal biaya.

Bayi Mendapat Imunisasi Dasar Lengkap

12 indikator keluarga sehat selanjutnya adalah pentingnya imunisasi dasar lengkap bagi anak-anak. Imunisasi yang dilakukan mampu melindungi anak dari penyakit yang membahayakan misalnya polio, difteri dan campak. Imunisasi ada yang dilakukan sekali, ada pula yang berulang untuk meningkatkan tingkat kekebalan anak. Jadi, pastikan anak-anak menerima imunisasi dasar secara lengkap.

ASI Eksklusif Untuk Bayi

12 indikator keluarga sehat sejahtera meliputi banyak hal penting seperti tercukupinya ASI eksklusif bagi bayi. Diberikan eksklusif selama enam bulan, Ibu dapat meneruskan pemberian ASI hingga 2 tahun. ASI memiliki banyak manfaat, seperti melindungi bayi dari berbagai penyakit dan meningkatkan bonding antara Ibu dan bayi. Baca juga Protokol Kesehatan Covid19, Pengertian dan 6 Panduannya!

Balita Mendapatkan Pemantauan Pertumbuhan

Selain mendapatkan ASI eksklusif, Balita juga harus dibawa ke Posyandu untuk ditimbang setiap bulannya. Pemantauan secara berkala ini bermanfaat untuk memantau tumbuh kembang balita dan jadi tolak ukur keberhasilan 12 indikator keluarga sehat. Membawanya ke Posyandu juga dapat mendeteksi masalah pertumbuhan sejak dini. Apabila tumbuh kembang tidak normal dan terdapat masalah seperti demam atau diare segera bawa ke dokter atau posyandu terdekat.

Penderita TBC Mendapatkan Pengobatan Sesuai Standar

TBC telah menjadi penyakit mematikan di Indonesia. Oleh sebab itu, penyakit ini harus diwaspadai. Tanda-tanda terkena TBC adalah sesak nafas, nyeri dada, demam berkepanjangan, lemas dan batuk yang tidak sembuh. Apabila terdapat salah seorang anggota keluarga yang mengalami hal demikian hendaknya segera berkonsultasi pada dokter. Karena penyakit TBC dapat menular, maka pengobatannya harus dilakukan dengan tuntas. Apabila tidak, pengobatan selanjutnya akan lebih lama dan bakteri TBC akan lebih kebal.

Yang Mengalami Tekanan Darah Tinggi Berobat Secara Teratur

Memperhatikan anggota keluarga yang mengalami darah tinggi juga menjadi bagian 12 indikator keluarga sehat Kemenkes yang penting. Penyakit ini jika tidak diperhatikan dengan baik dapat menjadi komplikasi dan memicu penyakit berbahaya lainnya. Pengobatannya harus dilakukan secara teratur. Tidak hanya pengobatan, menerapkan gaya makan sehat dan gaya hidup sehat dengan olahraga teratur juga dapat menurunkan hipertensi.

Tidak Ada Anggota Keluarga yang Merokok

12 indikator keluarga sehat menurut permenkes 39 tahun 2016 poin kedelapan berkaitan dengan perilaku sehat seluruh anggota keluarga. Poin ini menekankan bahwa tidak ada anggota keluarga yang merokok. Jikalau pun ada, maka anggota keluarga harus mendapatkan pelayanan untuk segera berhenti merokok dari faskes atau puskesmas terdekat. Larangan merokok juga seharusnya ada di tempat umum, tempat ibadah, sekolah dan yang lainnya.

Seluruh Anggota Keluarga Tercatat Sebagai Anggota JKN

Seluruh anggota keluarga telah terdaftar menjadi anggota BPJS? Jika iya, maka dianggap telah lolos 12 indikator keluarga sehat. Menjadi anggota BPJS memiliki banyak keuntungan. Anggota BPJS akan mendapat pelayanan kesehatan secara gratis serta mendapatkan pelayanan pengobatan dengan tepat. Keluarga yang belum terdaftar diharapkan segera mengurus karena banyak sekali manfaatnya. Iuran yang dibayar tiap bulan pun masih terjangkau.

Memiliki Akses Terhadap Air Bersih dan Layak Minum

12 indikator keluarga sehat selanjutnya adalah berkaitan dengan lingkungan rumah yang sehat. Keluarga yang berada di lingkungan rumah yang sehat setidaknya memiliki akses air bersih baik itu dalam bentuk sumur atau PDAM. Dengan mendapatkan akses air minum yang bersih serta layak, kesehatan keluarga pun akan terjamin. Mengingat air adalah kebutuhan primer setiap manusia.

Memiliki Jamban Sehat

Indicator ini menjadi tolak ukur keberhasilan keluarga sehat. Memiliki akses jamban yang sehat, yaitu jamban leher angsa dapat mendukung kesehatan keluarga. Tidak hanya sekedar memiliki jamban sehat, keluarga pun harus memperoleh penyuluhan tentang pentingnya menggunakan jamban sehat dibanding bentuk jamban tradisional peninggalan orang terdahulu. Mau info sehat sehat lainnya? simak di Qsehat.com

Program 12 indikator keluarga sehat berupa jamban sehat ini lebih banyak menyasar keluarga yang berada di pedesaan. Dimana mereka belum memiliki pengetahuan jamban sehat. Begitu pentingnya hingga beberapa tahun ke depan, pemerintah punya program yang tak kalah penting. Yaitu memberikan bantuan berupa pembangunan jamban sehat agar seluruh keluarga dapat memiliki akses jamban yang sehat.

Anggota Keluarga yang Memiliki Gangguan JIwa Tidak Ditelantarkan

12 indikator keluarga sehat yang terakhir adalah berkenaan dengan kesehatan jiwa. Apabila terdapat anggota keluarga yang memiliki riwayat gangguan jiwa hendaknya tidak ditelantarkan. Seharusnya diajak berobat karena penderita gangguan jiwa ini butuh dukungan moral dari keluarga. Bukan hanya obat saja. Dengan dukungan tersebut, penderita dapat sembuh secara perlahan.

Indikator keluarga sehat mulai dari yang pertama hingga terakhir apakah telah ada dalam keluarga?. Mengingat sangat pentingnya 12 indikator keluarga sehat ini, bahkan kemenkes telah mendengungkan program ini sejak lama. Diharapkan dengan tercapainya indikator kesehatan tersebut akan semakin banyak keluarga sehat di Indonesia. Keluarga sehat juga akan mendukung terbentuknya masyarakat yang sehat. Sudah siap menuju keluarga sehat?

Tinggalkan komentar