10 Gejala Diabetes Melitus yang Membuat Anda Wajib Segera Menemui Dokter

Waspadai, inilah 10 gejala diabetes Melitus yang membuat Anda wajib segere menemui dokter. Diabetes melitus adalah penyakit tubuh jangka panjang yang disebabkan karena tubuh kita tidak mampu secara optimal dan efektif menggunakan insulin. Penyakit ini, oleh orang awam biasa disebut sebagai penyakit kencing manis, penyakit gula maupun beberapa penyebutan lainnya. Hal tersebut dikarenakan pengidap penyakit diabetes melitus ini memiliki kadar gula yang berada di atas kondisi normal atau standart.

Penyakit ini biasanya menyerang orang lansia atau orang dengan umur di atas 45, meski tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada orang di bawah usia tersebut. Orang dengan berat badan berlebihan (obesitas) juga berpotensi tinggi mengidap penyakit ini. Selain itu, keturunan atau riwayat keluarga yang memiliki penyakit diabetes melitus juga mengandung risiko tinggi mengidap penyakit yang sama.

diabetes melitus
diabetes melitus

Berbeda dengan diabetes tipe 1 yang mana pengidap diabetes tersebut tidak dapat memproduksi insulin dari pangkreasnya, pengidap diabetes melitus dapat memproduksi insulin dalam tubuh. Akan tetapi, kemampuan tersebut tidak dibarengi dengan kemampuan sel-sel tubuh untuk menggunakan insulin secara efisien.

Munculnya diabetes melitus

Insulin yang seharusnya berfungsi untuk mengubah glukosa menjadi energi tidak dapat bekerja secara efisien. Hal ini berakibat pada penumpukan glukosa seiring dengan berjalannya waktu. Kadar glukosa darah akan semakin tinggi. Kondisi tubuh yang tidak dapat merespon insulin inilah yang dinamakan dengan resistansi tubuh. Penumpukan glukosa yang terlalu banyak dan tidak diubah menjadi energi inilah yang menimbulkan munculnya diabetes melitus.

Diabetes tipe 2 ini tidak menunjukkan gejala yang cukup berarti, oleh karenanya, kadang kita tidak sadar jika kita telah mengidap penyakit ini selama bertahun-tahun. Hal ini dikarenakan gejala yang muncul adalah gejala yang biasa muncul pada orang kebanyakan. Berikut adalah tanda-tanda khusus yang perlu kita waspadai dari diabetes melitus.

Sering buang air kecil, terutama saat malam hari

Kadar gula yang tinggi akan membuat ginjal kita kewalahan untuk menyerap gula dalam darah. Kondisi yang demikian ini menyebabkan ginjal akan membuangnya bersama urin. Kandungan gula yang dibuang bersama urin menjadikan urin kental sehingga tubuh yang akan mengencerkan dan membuangnya dengan frekuensi yang sering, terutama pada malam hari.

Sering merasa haus

Dengan seringnya kita membuang urin, tubuh kita secara otomatis akan memerlukan banyak cairan. Tubuh akan mengirim sinyal kepada kita untuk memenuhi kebutuhan ini dengan meminum air lebih banyak. Hal ini membuat pengidap diabetes melitus akan lebih sering mengalami kehausan.

Sering merasa lapar

Sering merasa lapar adalah gejala lain yang muncul selain sering merasa haus dan sering buang air kecil. Hal ini biasanya dialami oleh pengidap diabetes tipe 2 setelah makan besar. Gejala ini muncul karena sinyal yang diberikan tubuh kepada kita. Ketidakmampuan tubuh secara efektif merespon glukosa menyebabkan tubuh merasa kekurangan glukosa dengan memberikan sinyal lapar. Hal ini dikarenakan makanan adalah sumber glukosa yang paling mudah didapatkan.

Penurunan berat badan

Ketidakmampuan insulin dalam tubuh memecah glukosa menjadi energi menyebabkan tubuh akan memecah otot dan lemak sebagai alternatif energi. Hilangnya masa otot dan lemak ini mengakibatkan pengidap diabetes melitus mengalami penurunan berat badan. Hilangnya berat badan secara signifikan akan memunculkan tanda-tanda fisik, di antaranya ialah pengidap penyakit ini tampak semakin kurus.

Luka yang sulit sembuh

Pengidap penyakit diabetes tipe 2 ini akan mengalami gejala seperti luka yang sulit sembuh. Ini dikarenakan dinding pembuluh darah menyembit sehingga aliran darah yang mengandung banyak oksigen menjadi terhambat. Sementara untuk penyembuhan luka, kita memerlukan darah yang mengandung banyak oksigen.

Kejadian yang sering terjadi misalnya, ketika kaki pengidap diabetes melitus atau kencing manis ini terkena paku, luka yang timbul tersebut akan sangat lama untuk sembuh dan kering. Luka tersebut juga sangat rentan untuk mengalami infeksi. Maka dari itu, pengidap penyakit ini harus ekstra hati-hati untuk melakukan pekerjaan apapun guna menghindari kecelakaan-kecelakaan kecil pun berisiko melukai.

Kerap terserang infeksi

Selain luka yang sulit sembuh, pengidap penyakit ini juga berpotensi lebih tinggi untuk diserang infeksi. Hal ini karena pertumbuhan jamur yang tidak dapat dikontrol karena gula dalam darah yang tinggi.

Kulit gatal

Di antara gejala yang muncul pada pengidap diabetes melitus adalah munculnya dengan masalah-masalah kulit. Gatal pada kulit adalah salah satu yang paling sering dikeluhkan. Selain gatal, gejala lain yakni menghitamnya kulit-kulit pada bagian tertentu, terutama pada bagian kulit yang terlibat dan tersembunyi, seperti ketiak, leher dan selangkangan. Masalah ini lagi-lagi disebabkan karena pertumbuhan jamur pada kulit yang tidak terkendali.

Mata menjadi buram ketika melihat

Masalah lain yang muncul di antaranya ialah pandangan mata yang menjadi tidak jelas, kabur, dan buram. Pada kondisi yang ektrem, gula darah yang tinggi dapat menjadi penyebab terjadinya pembengkakan pembuluh darah pada retika yang mengarah pada munculnya penyakit katarak.

Mati rasa

Gejala lain yang muncul pada pengidap diabetes melitus adalah seringnya mengalami mati rasa. Yang paling sering terjadi adalah mati rasa pada bagian tangan dan kaki. Gejala ini yang dinamakan dengan neuropati parifer yakni ketika adanya kerusakan saraf tepi ketika mengirim informasi di area yang bermasalah.

Sebagai pekerja aktif, mati rasa pada tangan dan kaki akan menyebabkan pekerjaan kita tertunda dan terhambat. Sehingga mati rasa akan sangat tidak menguntungkan karena kita tidak mampu merasa dan berbuat apapun. Pun harus menunggu sampai saraf pulih kembali untuk bisa digerakkan.

Kesemutan

Kesemutan atau uang biasa dipahami sebagai gringgingen oleh orang Jawa adalah kondisi di mana kaki merasa clekit-clekit seperti dikerubungi semut. Pada kondisi ini, menyebabkan penderita kesemutan tidak bisa menggerakkan bagian yang mengalami kesemutan tersebut. Yang dapat dilakukan oleh pengidap diabetes melitus adalah dengan menunggu sampai kaki atau bagian tubuh lain yang merasa kesemutan membaik dan berfungsi seperti biasanya.

Demikian adalah gejala-gejala yang ada pada pengidap diabetes melitus atau diabetes tipe 2 ini. 10 gejala tersebut dapat digunakan sebagai referensi untuk melakukan deteksi mandiri. Jika kita menemukan geala-gejala tersebut ada pada tubuh kita, maka yang harus kita lakukan adalah segera menghubungi dokter untuk memeriksakannya. Hal ini, karena identifikasi yang kita lakukan secara mandiri bisa jadi menunjukkan kita mengidap penyakit diabetes melitus, tapi juga sebaliknya. Karena itu, segeralah menghubungi dokter.

Penyakit diabetes melitus tidak dapat disembuhkan, akan tetapi, si pengidap penyakit ini dapat mengendalikannya. Hal yang paling penting adalah pengidap penyakit gula ini harus mamlu mengatur gula darahnya untuk menghindari terjadinya komplikasi. Untuk mengendalikan darah tidak hanya dengan obat-obatan, namun harus dibarengi dengan pemilihan makanan yang benar, jumlah, dan memperhatikan cara pengolahan dan pengonsumsiannya. Pengidap diabetes melitus juga harus memperhatikan dan hati-hati dalam beraktivitas sehari-hari untuk menghindari terjadinya kecelakaan-kecelakaan kerja yang memungkinkannya untuk terluka.

About Aziza Linda Verra

Check Also

penyakit kulit langka

10 Jenis Penyakit Kulit Langka yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya permasalahan kulit seperti jerawat, panu, ataupun gatal-gatal. Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *